MA Darus Salam – 16 April 2026 | Lapas Kelas I Semarang menggelar upacara pelantikan pejabat struktural Eselon IV pada Selasa, 14 April 2024, yang sekaligus menjadi momentum penting untuk memperkuat kinerja institusi serta menyegarkan struktur organisasi. Acara yang berlangsung di Aula Graha Pancasila ini dihadiri oleh seluruh pegawai Lapas, anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP), serta sejumlah tamu undangan internal.
Upacara dimulai dengan prosesi pengambilan sumpah jabatan bagi pejabat baru, diikuti oleh sambutan Kepala Lapas Kelas I Semarang, Ahmad Tohari. Dalam sambutannya, Tohari menekankan bahwa pelantikan ini bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari proses regenerasi yang bertujuan meningkatkan efisiensi, akuntabilitas, serta profesionalisme lembaga pemasyarakatan. “Kami berharap pejabat yang baru dilantik dapat cepat menyesuaikan diri, memahami tugas serta tanggung jawabnya, dan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kinerja Lapas,” ujar beliau.
Acara selanjutnya beralih ke sesi “pisah kenal”, sebuah tradisi yang memberikan penghormatan kepada pejabat lama yang dipindahkan ke penugasan baru. Tujuh pejabat lama resmi berpindah tugas, di antaranya Donny Setiawan yang kini menjabat sebagai Kepala Lapas Kelas IIB Nunukan, Suranta Sinuraya sebagai Kepala Lapas Kelas IIB Serui, serta Cahyo Sunarko yang diangkat menjadi Pembina Keamanan Pemasyarakatan Ahli Madya di Kanwil Ditjenpas Yogyakarta. Penempatan lain meliputi Aprirab Norman Soewardi sebagai Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik Lapas Narkotika IIA Bandung, Dicky Yudha Perdana sebagai Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Kelas IIB Wonogiri, Hidayat Galih Saputro sebagai Kepala Seksi Pengelolaan Rutan Kelas I Semarang, dan Okie Sanetyo sebagai Kepala Subbagian Tata Usaha Lapas IIB Nirbaya.
Di sisi lain, tujuh pejabat baru resmi dilantik dan bergabung dalam struktur Lapas Kelas I Semarang. Berikut adalah daftar lengkap pejabat yang diangkat:
- Anton Adi Ristanto – Kepala Bidang Pembinaan Narapidana
- Pramu Sapta – Kepala Kesatuan Pengamanan
- Wahyu Budi Heriyanto – Kepala Bidang Kegiatan Kerja
- Andyka Dadang Alriansyah – Kepala Seksi Sarana Kerja
- Dwi Wahyu Sadar Prakoso – Kepala Subbagian Keuangan
- Priyo Hartanto – Kepala Subbagian Umum
- Maya Kartika – Kepala Subbagian Kepegawaian
Pejabat‑pejabat baru ini diharapkan dapat mengisi kekosongan struktural serta membawa perspektif segar dalam mengelola berbagai fungsi Lapas, mulai dari pembinaan narapidana, keamanan internal, hingga administrasi keuangan dan kepegawaian. Ahmad Tohari menambahkan, “Dengan semangat kebersamaan dan integritas, kami berharap seluruh jajaran dapat terus berinovasi, meningkatkan kinerja, serta memberikan pelayanan yang terbaik dalam mewujudkan pemasyarakatan yang profesional, akuntabel, dan bermanfaat bagi masyarakat.”
Suasana pelantikan diwarnai kehangatan dan rasa kebersamaan. Setelah prosesi resmi selesai, para pejabat lama dan baru saling bertukar ucapan selamat serta harapan, memperkuat jaringan kerja yang solid di antara staf Lapas. Kegiatan pisah kenal berjalan dengan penuh rasa hormat, menandakan penghargaan atas dedikasi para pejabat yang telah mengabdi di Lapas Semarang selama ini.
Momentum ini tidak hanya menjadi ajang pergantian personel, melainkan juga menjadi platform untuk menegaskan komitmen Lapas Kelas I Semarang dalam meningkatkan kualitas layanan pemasyarakatan. Dalam upaya memperkuat kinerja, Lapas berencana mengoptimalkan program pembinaan narapidana, memperketat prosedur keamanan, serta meningkatkan transparansi pengelolaan keuangan. Diharapkan, langkah-langkah tersebut dapat menurunkan tingkat recidivisme serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi pemasyarakatan.
Secara keseluruhan, pelantikan pejabat baru di Lapas Semarang mencerminkan dinamika internal yang positif, di mana regenerasi kepemimpinan diiringi oleh upaya penyegaran organisasi. Dengan dukungan seluruh jajaran, baik yang lama maupun yang baru, Lapas Kelas I Semarang berada pada posisi yang lebih kuat untuk menghadapi tantangan ke depan, sekaligus meningkatkan kontribusi nyata bagi sistem pemasyarakatan nasional.


