Review KA Singasari: Nikmati Kursi Ekonomi Retrofit yang Langka di Rute Pasar Senen‑Purwokerto

Liana Ulrica

April 19, 2026

Review KA Singasari: Nikmati Kursi Ekonomi Retrofit yang Langka di Rute Pasar Senen‑Purwokerto
Review KA Singasari: Nikmati Kursi Ekonomi Retrofit yang Langka di Rute Pasar Senen‑Purwokerto

MA Darus SalamKereta api KA Singasari yang melintasi jalur Pasar SenenPurwokerto kembali menjadi sorotan setelah penumpang melaporkan pengalaman unik di dalam gerbong kelas Ekonomi Retrofit. Gerbong jenis ini, yang dulunya menjadi standar bagi layanan ekonomi, kini semakin jarang terlihat seiring dengan program modernisasi armada PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Berbeda dengan kursi ekonomi tradisional yang berupa bangku datar dengan kapasitas hingga 106 penumpang, Ekonomi Retrofit menghadirkan interior yang telah direnovasi. Setiap gerbong hanya menampung sekitar 80 penumpang, memberi ruang kaki yang lebih lega serta kursi yang dapat direbahkan dan diputar menghadap arah perjalanan. Perubahan ini tidak hanya meningkatkan kenyamanan, tetapi juga memberikan nuansa eksklusif pada kelas yang dulunya dianggap paling “menyiksa”.

Kenapa kini disebut langka? PT KAI tengah beralih ke gerbong Ekonomi New Generation dan Ekonomi Stainless Steel New Generation yang menawarkan teknologi terbaru, seperti rangka aluminium ringan dan sistem pendingin udara yang lebih efisien. KA Singasari menjadi salah satu rangkaian yang masih mempertahankan Ekonomi Retrofit, menjadikannya pilihan utama bagi para railfan yang ingin menyaksikan sejarah kereta api Indonesia sebelum beralih ke generasi berikutnya.

Berikut beberapa keunggulan yang dirasakan penumpang selama menempuh perjalanan selama beberapa jam dari Jakarta ke Purwokerto:

  • Kursi reclining seat yang dapat direbahkan hingga posisi hampir horizontal, memungkinkan istirahat singkat atau tidur ringan.
  • Revolving seat yang dapat diputar menghadap arah perjalanan, memudahkan akses ke jendela atau ruang bagasi.
  • Stop kontak di setiap baris kursi, memudahkan pengisian daya gadget selama perjalanan.
  • Meja lipat kecil yang dapat digunakan untuk menulis atau menempatkan makanan ringan.
  • Sistem AC yang cukup dingin, meski tidak sekuat gerbong generasi baru, tetap menjaga suhu ruangan tetap nyaman.

Pengalaman berada di dalam gerbong Ekonomi Retrofit tidak hanya soal kenyamanan fisik, melainkan juga nilai historis. Banyak penumpang yang mengaku seolah-olah sedang mengunjungi museum bergerak, di mana detail interior klasik dipadukan dengan sentuhan modern. Suara gemerincing roda dan derak‑derak ringan gerbong menambah nuansa nostalgia, sementara interior yang bersih dan terawat menegaskan upaya KAI dalam mempertahankan standar layanan meski berada dalam fase transisi.

Rute Pasar Senen‑Purwokerto sendiri menawarkan pemandangan yang beragam, mulai dari lanskap perkotaan Jakarta hingga hamparan sawah dan perkebunan di Jawa Tengah. Dengan kursi yang dapat direbahkan, penumpang dapat menikmati pemandangan tersebut tanpa harus menahan rasa sakit pada punggung atau leher. Bagi pelancong bisnis, waktu tempuh yang relatif singkat dan fasilitas dasar yang memadai menjadikan KA Singasari pilihan yang kompetitif dibandingkan moda transportasi lain.

Namun, tidak semua aspek Ekonomi Retrofit dianggap sempurna. Beberapa penumpang mencatat bahwa sistem pendingin udara terkadang tidak seimbang, terutama pada musim hujan ketika suhu luar sangat tinggi. Selain itu, meski kursi dapat direbahkan, ruang gerak masih terbatas bila dibandingkan dengan gerbong kelas premium. Hal ini menjadi pertimbangan bagi mereka yang mengutamakan kenyamanan maksimal selama perjalanan jauh.

Secara keseluruhan, KA Singasari dengan gerbong Ekonomi Retrofit tetap menjadi alternatif menarik bagi penumpang yang ingin merasakan kombinasi antara sejarah kereta api Indonesia dan kenyamanan modern. Dengan kapasitas penumpang yang lebih rendah, layanan ini memberi kesempatan bagi penumpang untuk menikmati perjalanan yang lebih tenang, sekaligus mendokumentasikan momen bersejarah sebelum kelas ini benar‑benar menghilang dari jaringan rel.

Penutupnya, keberadaan gerbong Ekonomi Retrofit di KA Singasari mencerminkan fase transisi KAI dalam mengadopsi teknologi baru sekaligus melestarikan warisan kereta api. Bagi para pecinta kereta, peluang untuk naik kereta dengan kursi yang dapat direbahkan dan berputar di jalur ikonik ini mungkin akan menjadi kenangan yang tak terlupakan, terutama sebelum armada lama sepenuhnya digantikan.

Related Post