UNDIP Dorong Kedaulatan Teknologi Plasma Nasional lewat Konsorsium IPRC

Liana Ulrica

April 17, 2026

UNDIP Dorong Kedaulatan Teknologi Plasma Nasional lewat Konsorsium IPRC
UNDIP Dorong Kedaulatan Teknologi Plasma Nasional lewat Konsorsium IPRC

MA Darus Salam – 18 April 2026 | Universitas Diponegoro (UNDIP) melalui Fakultas Sains dan Matematika (FSM) dan Center for Plasma Research menyelenggarakan public lecture berjudul “Indonesian Plasma Research Consortium (IPRC) Development: Toward National Plasma Technology Sovereignty and Global Competitiveness” pada Kamis, 16 April 2026 di Aula Lantai 6 Gedung Acintya Prasada, Semarang. Acara ini menjadi puncak rangkaian kegiatan IPRC yang berlangsung dari 14 hingga 17 April 2026, meliputi diskusi kerja sama internasional, penandatanganan MoU, sharing session, demonstrasi plasma agriculture, kuliah umum, pemaparan profil industri, serta kunjungan lapangan ke PT Dipo Technology.

Penguatan kedaulatan teknologi plasma menjadi agenda strategis nasional, mengingat potensi plasma dalam mengatasi tantangan di bidang kesehatan, pangan, lingkungan, pertanian, dan perikanan. IPRC hadir sebagai platform kolaboratif yang menghubungkan perguruan tinggi, lembaga riset, serta industri untuk mempercepat transfer teknologi dan meningkatkan daya saing global. UNDIP menegaskan komitmennya sebagai salah satu pionir riset plasma di Indonesia, sejak pendirian laboratorium plasma pada tahun 1998.

Dalam sambutannya, Dr. Eng. Adi Wibowo, S.Si., M.Kom., Wakil Dekan Sumber Daya FSM UNDIP menyampaikan bahwa acara ini memberikan kesempatan berharga bagi mahasiswa dan sivitas akademika untuk memperluas wawasan tentang teknologi plasma. Ia menekankan pentingnya pemahaman dasar ilmu plasma sebagai landasan bagi pengembangan kompetensi akademik dan profesional, serta kontribusi nyata dalam riset dan inovasi teknologi masa depan.

Sesi pertama menampilkan Prof. Dr. Kadir Çavdar dari Department of Mechanical Engineering Bursa Uludağ University, Turki, dengan topik “Applications of Atmospheric Plasma in Polymer Adhesion and Ozone Sterilization”. Prof. Çavdar menjelaskan bagaimana plasma atmosfer dapat meningkatkan daya lekat pada material polimer, khususnya polypropylene (PP) yang banyak dipakai dalam industri otomotif. Meskipun PP menawarkan kekuatan, ketahanan panas, dan biaya rendah, energi permukaannya yang rendah menghambat proses pengecatan, pelapisan, atau perekat. Melalui aktivasi permukaan menggunakan plasma, sifat kimia dan morfologi dapat diubah sehingga terbentuk gugus fungsional polar yang meningkatkan energi permukaan.

Prof. Çavdar memperkenalkan konsep “primerless painting” pada komponen PP, yaitu proses pengecatan tanpa lapisan primer tradisional. Metode aktivasi yang dapat dipilih meliputi:

  • Plasma activation
  • Flame activation
  • Corona discharge
  • Metode aktivasi kimia lainnya

Penggunaan plasma tidak hanya menyederhanakan alur produksi, tetapi juga mengurangi konsumsi bahan kimia, menurunkan emisi pelarut, serta mendukung prinsip keberlanjutan dalam manufaktur otomotif.

Sesi berikutnya dipandu oleh Prof. Dr. Muhammad Nur, DEA, Guru Besar Departemen Fisika UNDIP sekaligus Head of the Laboratory Central for Plasma Research. Ia menyoroti peran strategis teknologi plasma dingin dalam berbagai sektor, mulai dari medis, sanitasi, pertanian, hingga perikanan. Plasma dingin terdiri atas ion, elektron, molekul tereksitasi, atom, dan radikal bebas, yang bersama‑sama menciptakan reaksi kimia yang dapat dimanfaatkan untuk sterilisasi, degradasi kontaminan, atau modifikasi permukaan.

Di Center for Plasma Research UNDIP, tim riset telah mengembangkan beragam jenis plasma, antara lain corona plasma, dielectric barrier discharge (DBD) plasma, double DBD plasma, plasma jet, dan radio‑frequency plasma. Hasil riset tersebut telah diolah menjadi produk komersial, antara lain: medical ozone generator untuk terapi luka, perangkat pembersih udara berbasis plasma korona, teknologi ozon untuk penanganan pascapanen hortikultura, sistem nano‑micro bubble ozone untuk pengolahan air limbah, serta aplikasi ozon dalam budidaya perikanan. Semua produk tersebut mengintegrasikan prinsip ramah lingkungan dan efisiensi energi.

Prof. Nur menekankan bahwa teknologi ozon plasma berpotensi memperpanjang masa simpan hasil pertanian, menurunkan kontaminasi mikroba, serta mengurangi residu pestisida. Upaya ini sejalan dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) 8759:2019 yang mengatur penyimpanan produk hortikultura pascapanen menggunakan teknologi ozon, menandakan kontribusi UNDIP dalam standardisasi teknologi nasional.

Setelah paparan Prof. Nur, David Setiadhi, kandidat Ph.D. di bidang Mechanical Engineering Bursa Uludağ University, mempersembahkan materi “Bursa’s Industrial Heritage and Mertay Makina’s Engineering Journey”. Ia menyoroti posisi Bursa sebagai pusat sejarah industri di Turki, sekaligus menjelaskan peran Bursa Uludağ University dalam menciptakan ekosistem inovasi melalui technopark, kolaborasi riset‑industri, dan program pertukaran ilmiah. Pengalaman tersebut memberikan inspirasi bagi UNDIP dalam membangun sinergi serupa antara akademia dan sektor industri.

Acara diakhiri dengan presentasi Azwar Awanta, S.E., M.M., President Director PT Dipo Technology, yang memaparkan profil perusahaan sebagai mitra industri utama dalam pengembangan dan hilirisasi teknologi plasma. PT Dipo Technology berperan dalam penyediaan peralatan plasma berskala industri, termasuk instalasi IPAL, ruang OKA skala pilot, serta pengembangan medical ozone. Kehadiran perusahaan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia usaha untuk menghasilkan produk inovatif yang kompetitif di pasar global.

Melalui rangkaian kegiatan IPRC, UNDIP tidak hanya menyediakan forum akademik, tetapi juga menciptakan ruang interaksi antara peneliti, mahasiswa, mitra internasional, dan industri. Sinergi tersebut diharapkan memperkuat ekosistem riset unggulan, mempercepat komersialisasi teknologi plasma, serta menegaskan kedaulatan teknologi nasional. Pada Jumat, 17 April 2026, peserta akan melaksanakan kunjungan ke PT Dipo Technology untuk melihat secara langsung sistem instalasi IPAL, ruang OKA skala pilot, serta proses produksi medical ozone, memperkuat pemahaman praktis tentang aplikasi teknologi plasma di lingkungan industri.

Keseluruhan, inisiatif Indonesian Plasma Research Consortium menandai langkah maju dalam mewujudkan kedaulatan teknologi plasma Indonesia. Dengan dukungan akademik kuat, kolaborasi internasional, dan kemitraan industri, UNDIP memperlihatkan visi jangka panjang untuk menjadikan plasma sebagai aset strategis nasional yang dapat bersaing secara global.

Related Post