MA Darus Salam – 18 April 2026 | Kondisi jalan alternatif yang menghubungkan Dusun Muktiasih, Desa Sukamukti, dengan Kota Banjar mengalami kerusakan signifikan. Jalan Arca yang berada di Kelurahan Hegarsari, Kecamatan Pataruman, terendam air hingga kedalaman sekitar 15 sentimeter, sehingga menimbulkan risiko serius bagi kendaraan dan pejalan kaki.
Warga setempat menyoroti bahaya yang muncul akibat genangan air tersebut, terutama pada malam hari ketika pencahayaan di area tersebut minim. Tanpa penerangan yang memadai, pengendara sulit melihat kedalaman genangan, sehingga meningkatkan peluang terjadinya kecelakaan atau kendaraan terperosok.
Berikut beberapa dampak utama yang dirasakan oleh penduduk dan pengguna jalan:
- Kesulitan akses bagi petani dan pedagang yang mengandalkan jalur tersebut untuk mengangkut hasil pertanian dan kebutuhan sehari-hari.
- Potensi kerusakan pada kendaraan, khususnya truk pengangkut pupuk dan barang berat lainnya, yang harus melintasi area berair.
- Risiko kecelakaan lalu lintas yang meningkat, terutama pada jam gelap tanpa penerangan jalan yang memadai.
- Gangguan pada layanan darurat, seperti ambulans dan pemadam kebakaran, yang dapat terhambat aksesnya ke daerah tersebut.
Pihak kecamatan dan dinas pekerjaan umum setempat diharapkan dapat mempercepat proses perbaikan. Warga mengusulkan beberapa langkah konkret, antara lain:
- Penggalian dan pengeringan area yang tergenang air secara rutin hingga kondisi jalan kembali kering.
- Pemasangan penerangan jalan darurat atau lampu sorot sementara di titik-titik rawan.
- Pengecatan marka jalan yang jelas untuk membantu pengendara mengenali kedalaman genangan.
- Penambahan rambu peringatan mengenai kondisi jalan yang licin dan berair.
Selain itu, masyarakat mengingatkan pentingnya koordinasi antara dinas terkait dengan pihak kepolisian lalu lintas untuk menegakkan pembatasan kecepatan dan memastikan keamanan pengguna jalan selama proses perbaikan berlangsung.
Sejumlah tokoh masyarakat dan organisasi lokal juga menggalang dukungan melalui media sosial, menyerukan transparansi anggaran perbaikan serta pelaporan perkembangan secara berkala kepada publik. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan akuntabilitas dan mempercepat penyelesaian masalah.
Di sisi lain, pihak pengelola jalan mengakui adanya tantangan teknis dalam mengatasi genangan air, terutama mengingat kondisi geografis daerah yang rawan banjir. Namun, mereka menegaskan komitmen untuk menyelesaikan perbaikan secepat mungkin, dengan mengalokasikan tenaga kerja dan peralatan yang dibutuhkan.
Dalam jangka panjang, para ahli infrastruktur menyarankan agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem drainase di wilayah tersebut. Perbaikan drainase yang memadai dapat mencegah terulangnya masalah serupa di masa mendatang, sekaligus meningkatkan ketahanan infrastruktur jalan terhadap cuaca ekstrem.
Dengan demikian, perbaikan jalan alternatif ke Desa Sukamukti bukan hanya sekadar menanggulangi genangan air sementara, melainkan menjadi bagian integral dari upaya meningkatkan keselamatan, mobilitas, dan kualitas hidup warga di Kecamatan Pataruman.
Kesimpulannya, genangan air pada Jalan Arca yang menghubungkan Desa Sukamukti dengan Kota Banjar menimbulkan bahaya nyata bagi pengguna jalan, khususnya pada malam hari tanpa penerangan yang cukup. Tindakan perbaikan yang cepat, pemasangan lampu darurat, dan peningkatan sistem drainase menjadi langkah krusial untuk mengurangi risiko kecelakaan dan memastikan kelancaran akses bagi masyarakat setempat.











