Longsor Tumpangi Jalur Wisata Citengah-Cisoka, Akses Sumedang Selatan Lumpuh Total

Liana Ulrica

April 17, 2026

Longsor Tumpangi Jalur Wisata Citengah-Cisoka, Akses Sumedang Selatan Lumpuh Total
Longsor Tumpangi Jalur Wisata Citengah-Cisoka, Akses Sumedang Selatan Lumpuh Total

MA Darus Salam – 17 April 2026 | Jalan setapak yang menjadi tulang punggung jalur wisata Citengah‑Cisoka di Blok Lebak, Desa Citengah, Kecamatan Sumedang Selatan, terputus total setelah terjadi tanah longsor pada malam Kamis, 16 April 2026. Kejadian terjadi sekitar pukul 20.00 WIB ketika hujan deras mengguyur wilayah tersebut, menyebabkan lapisan tanah di lereng menjadi tidak stabil dan akhirnya menuruni jalan utama. Material tanah yang meluncur menutupi seluruh lebar badan jalan, membuat kendaraan apa pun tak dapat melintas dan mengakibatkan akses ke area wisata terhenti secara keseluruhan.

Pemerintah Kabupaten Sumedang bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Dinas Pariwisata segera melakukan koordinasi untuk menilai kerusakan dan merencanakan pemulihan jalur. Dalam rapat darurat yang diadakan pada dini hari, para pejabat menegaskan pentingnya mempercepat proses pembersihan agar aktivitas wisata kembali normal, mengingat jalur ini menjadi salah satu destinasi unggulan bagi pendatang dari daerah sekitar Jawa Barat. Mereka juga menyoroti perlunya evaluasi geologi guna mencegah kejadian serupa di masa depan.

Upaya penanggulangan melibatkan beberapa tahapan utama, antara lain:

  • Pemeriksaan stabilitas lereng oleh tim geoteknik untuk menentukan titik rapuh dan rekomendasi perkuatan.
  • Pembersihan material longsor menggunakan alat berat, dengan prioritas mengamankan area yang masih rawan tergelincir kembali.
  • Perbaikan permukaan jalan melalui penambahan lapisan batu kali dan pemasangan sistem drainase yang lebih baik untuk mengalirkan air hujan.
  • Pemasangan penanda bahaya dan rambu peringatan bagi pengunjung sampai jalur dinyatakan aman.

Selama proses pembersihan, pihak berwenang meminta masyarakat untuk tidak mencoba menembus jalur yang tertutup, mengingat risiko tambahan yang dapat menimbulkan kecelakaan. Mereka juga menyiapkan alternatif rute darurat melalui jalur lintas desa lain, meskipun jarak tempuh menjadi lebih lama dan kondisi jalan tidak sebaik jalur utama yang terdampak.

Keberlangsungan sektor pariwisata di Sumedang Selatan memang sangat bergantung pada kelancaran akses ke area alam yang memikat seperti Citengah‑Cisoka. Sebelum terjadinya longsor, jalur ini mencatat kunjungan rata‑rata 1.200 wisatawan per bulan, yang berdampak pada pendapatan lokal, terutama bagi usaha rumah makan, homestay, dan penjual oleh‑oleh. Penutupan mendadak menyebabkan penurunan pendapatan yang signifikan, memaksa pelaku usaha mencari alternatif pemasaran, termasuk penawaran paket wisata virtual dan promosi melalui media sosial.

Pihak kepolisian setempat menegaskan bahwa penyelidikan akan dilanjutkan untuk memastikan tidak ada faktor manusia yang memperparah kondisi, seperti penebangan liar atau pembangunan tanpa izin di daerah lereng. Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang terus memantau kondisi cuaca, mengingat potensi hujan lebat yang masih diprediksi akan melanda wilayah tersebut dalam beberapa hari ke depan.

Dengan komitmen bersama antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat, diharapkan jalur wisata Citengah‑Cisoka dapat kembali beroperasi dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama. Upaya mitigasi yang terintegrasi, termasuk penanaman kembali vegetasi penahan tanah dan penguatan struktur lereng, menjadi kunci utama untuk mengurangi risiko longsor di masa mendatang. Selama proses pemulihan, para pengunjung diimbau untuk selalu memperhatikan informasi resmi dan mengikuti petunjuk keamanan demi keselamatan bersama.

Related Post