PLN Indonesia Power UBP Semarang Perluas PLTS Apung dan Rooftop, Dorong Transisi Energi Bersih ke Tingkat Baru

Itlak Assala

April 16, 2026

PLN Indonesia Power UBP Semarang Perluas PLTS Apung dan Rooftop, Dorong Transisi Energi Bersih ke Tingkat Baru
PLN Indonesia Power UBP Semarang Perluas PLTS Apung dan Rooftop, Dorong Transisi Energi Bersih ke Tingkat Baru

MA Darus Salam – 16 April 2026 | PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Semarang terus memperkuat komitmen terhadap transisi energi bersih dengan meluncurkan ekspansi masif Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Kedua tipe panel surya, yakni PLTS apung (floating) dan PLTS atap (rooftop), kini mendapatkan penambahan kapasitas yang signifikan, sejalan dengan target pemerintah Indonesia untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060.

Inovasi energi terbarukan di UBP Semarang pertama kali diresmikan pada 1 Maret 2023. Proyek awal memanfaatkan sebuah polder seluas 9.957 m² yang sebelumnya berfungsi sebagai fasilitas pengendalian banjir di area pembangkit. Pada fase pertama, lahan seluas 3.697 m² dipasang panel surya dengan kapasitas terpasang 561,60 kWp, menghasilkan listrik hijau sekitar 787.400,60 kWh per tahun.

Sejak itu, UBP Semarang berhasil menggandakan luas area PLTS apung menjadi 7.394 m². Kapasitas total yang terpasang pada instalasi apung kini mencapai 1.146,6 kWp. Jika digabungkan dengan PLTS atap yang berkapasitas 359,1 kWp, total daya terpasang pada fasilitas energi terbarukan UBP Semarang mencapai 1.505,7 kWp.

Ekspansi ini tidak hanya meningkatkan pasokan listrik internal pembangkit, tetapi juga menjadi tulang punggung produksi Green Hydrogen. Hidrogen hijau yang dihasilkan akan dimanfaatkan sebagai bahan bakar substitusi dalam proses co‑firing pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), sebuah strategi kunci untuk menurunkan emisi karbon dari pembakaran batu bara.

Erwin Widodo, Senior Technician Engineering Listrik UBP Semarang, menegaskan pentingnya keandalan teknis dalam integrasi energi terbarukan. “Perluasan PLTS Apung dari 3.697 m² menjadi 7.394 m² merupakan pencapaian teknis yang signifikan. Kami berhasil memaksimalkan fungsi polder tanpa mengganggu peranannya dalam pengendalian banjir,” ujar Erwin dalam pertemuan informal bersama media pada Selasa, 14 April 2026.

Ia menambahkan, “Kapasitas total 1.505,7 kWp tidak hanya menekan biaya energi internal, tetapi juga memastikan pasokan listrik yang stabil untuk produksi Green Hydrogen. Ini menjadi faktor utama agar program co‑firing PLTU dapat berjalan efisien dan berkelanjutan.”

Berikut rangkuman data kapasitas PLTS UBP Semarang:

  • PLTS Apung: 7.394 m², 1.146,6 kWp
  • PLTS Atap: 359,1 kWp
  • Total Kapasitas Terpasang: 1.505,7 kWp
  • Produksi listrik tahunan (perkiraan): lebih dari 1,5 GWh

Ekspansi ini menegaskan peran strategis PLN Semarang dalam mempercepat transisi energi nasional. Dengan mengoptimalkan lahan yang sebelumnya difungsikan untuk mitigasi banjir, UBP Semarang berhasil mengintegrasikan solusi energi bersih tanpa mengorbankan fungsi infrastruktur penting lainnya. Pendekatan ini menjadi contoh inovatif bagi pembangkit listrik lain di Indonesia, terutama dalam memanfaatkan ruang yang terbatas di wilayah perkotaan.

Penggunaan listrik dari panel surya untuk produksi hidrogen hijau juga membuka peluang baru dalam diversifikasi energi. Hidrogen yang dihasilkan dapat menjadi bahan bakar bersih tidak hanya untuk co‑firing PLTU, tetapi juga untuk aplikasi industri dan transportasi di masa depan, memperluas manfaat ekonomi dan lingkungan dari investasi PLTS ini.

Keberhasilan UBP Semarang dalam memperluas PLTS apung dan rooftop menunjukkan bahwa kolaborasi antara kebijakan pemerintah, teknologi inovatif, dan komitmen operasional dapat menghasilkan dampak signifikan dalam menurunkan jejak karbon. Langkah ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak unit bisnis PLN serta perusahaan energi lain untuk mengadopsi model serupa, mempercepat pencapaian target NZE nasional.

Ke depan, PLN Indonesia Power berencana untuk terus meningkatkan kapasitas energi terbarukan di seluruh wilayah operasionalnya, dengan fokus pada integrasi sistem penyimpanan energi dan optimalisasi penggunaan energi hijau dalam proses produksi listrik. Upaya ini diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga mempercepat peralihan Indonesia menuju masa depan yang lebih bersih, aman, dan berkelanjutan.

Related Post