MA Darus Salam – 16 April 2026 | Rembang, 15 April 2026 – Satuan Polisi Air dan Udara (Sat Polairud) Polres Rembang bekerjasama dengan Tim SAR Kabupaten Rembang melaksanakan operasi patroli perairan pada Rabu (15/4/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menjaga keamanan, keselamatan, serta mencegah potensi kebakaran di wilayah perairan pesisir Rembang.
Patroli dilakukan dengan menggunakan kapal patroli milik Sat Polairud yang dilengkapi dengan peralatan navigasi modern, pemadam kebakaran, dan perlengkapan komunikasi radio. Tim yang terdiri dari petugas Polairud, anggota SAR, serta relawan lokal berlayar dari Pelabuhan Rembang menuju zona rawan di perairan selatan Kabupaten Rembang, yang dikenal memiliki aktivitas penangkapan ikan intensif dan lalu lintas kapal kargo kecil.
Selama patroli, petugas menitikberatkan tiga fokus utama: pencegahan gangguan keamanan, inspeksi kondisi kapal, dan edukasi kepada komunitas nelayan serta pekerja kapal. Pada tahap pertama, tim melakukan inspeksi visual terhadap kapal yang sedang berlabuh atau melintas, memeriksa keberadaan peralatan pemadam kebakaran, sistem listrik, serta bahan bakar yang disimpan. Hasil inspeksi menunjukkan mayoritas kapal memenuhi standar keselamatan, namun ditemukan beberapa kapal yang belum dilengkapi alat pemadam kebakaran portable.
Menanggapi temuan tersebut, Sat Polairud langsung memberikan saran praktis serta menyediakan kit pemadam kebakaran darurat kepada pemilik kapal yang belum memilikinya. Petugas menekankan pentingnya pemeriksaan rutin dan pemeliharaan peralatan keselamatan untuk mengurangi risiko kebakaran yang dapat berujung pada kerugian materiil dan hilangnya nyawa.
- Penggunaan alat pemadam kebakaran yang sesuai standar SNI.
- Pemeriksaan rutin pada instalasi listrik dan mesin diesel.
- Penyimpanan bahan bakar pada tempat yang terpisah dan aman.
Selain inspeksi teknis, tim juga melaksanakan sesi edukasi di tiga desa pesisir: Kedungdoro, Sumberejo, dan Jatiroto. Dalam forum terbuka, petugas menjelaskan prosedur evakuasi darurat, cara mengoperasikan alat pemadam kebakaran, serta pentingnya koordinasi dengan pihak SAR dalam situasi darurat. Peserta, yang terdiri dari nelayan, pengusaha kapal, dan aparat desa, menyambut baik informasi tersebut dan berjanji akan menerapkannya dalam aktivitas harian mereka.
“Kami merasa lebih siap setelah mendapat pelatihan langsung dari Sat Polairud. Pengetahuan tentang cara menangani kebakaran di atas kapal sangat penting mengingat banyaknya insiden kecil yang pernah kami alami,” ujar Budi Santoso, ketua koperasi nelayan di Desa Kedungdoro.
Tim SAR Kabupaten Rembang juga berperan aktif selama patroli, khususnya dalam demonstrasi teknik penyelamatan korban dari kapal yang terdampar atau mengalami kebakaran. Demonstrasi ini menampilkan penggunaan rakit penyelamat, tali penyelamat, dan prosedur pemadaman awal dengan selang air bertekanan tinggi. Masyarakat menyaksikan dengan antusias dan mencatat langkah-langkah penting yang dapat mereka terapkan bila situasi darurat terjadi.
Patroli perairan ini tidak lepas dari dukungan aparat keamanan lainnya, termasuk Unit Penjaga Pantai (Upp Polda) dan Balai Besar Penyelamatan Laut (Balai Laka). Kolaborasi lintas instansi ini memperkuat sinergi dalam menegakkan hukum, meminimalisir potensi kejahatan seperti penyelundupan, serta meningkatkan respons cepat terhadap kejadian kebakaran atau kecelakaan laut.
Secara keseluruhan, operasi patroli menunjukkan komitmen Sat Polairud Polres Rembang dalam menjaga keamanan maritim daerah. Dengan pendekatan preventif, inspeksi rutin, serta edukasi berbasis masyarakat, diharapkan tingkat insiden kebakaran kapal dapat ditekan secara signifikan dalam jangka menengah.
Keberhasilan patroli ini menjadi contoh bagi daerah lain di Provinsi Jawa Tengah yang memiliki tantangan serupa di wilayah perairan. Pihak kepolisian berencana untuk menjadikan kegiatan ini sebagai agenda rutin bulanan, dengan menambah kapasitas kapal patroli dan memperluas jangkauan ke pulau-pulau kecil di sekitarnya.
Kesimpulannya, melalui sinergi antara Sat Polairud, SAR, dan komunitas pesisir, upaya peningkatan keselamatan serta pencegahan kebakaran kapal di perairan Rembang menunjukkan hasil yang positif. Langkah proaktif ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan laut yang lebih aman, melindungi aset ekonomi nelayan, dan memastikan keselamatan para pekerja di atas kapal.











