MA Darus Salam – 17 April 2026 | Bhooth Bangla kembali menyajikan perpaduan unik antara horor dan komedi, mengundang penonton menelusuri jejak nostalgia Bollywood klasik. Film ini menampilkan Akshay Kumar sebagai Arjun, seorang pria manja yang terjebak dalam jerat utang dan memutuskan kembali ke istana kuno keluarga di Jaipur. Di balik dinding-dinding megah istana, tersimpan legenda tentang hantu yang menculik pengantin baru, menambah nuansa mistis pada latar cerita.
Arjun, yang diperankan dengan gaya khasnya, bertekad menggelar pernikahan adiknya, Meera (Mithila Palkar), di tempat yang sama meski telah diperingatkan oleh Shambhunath. Keputusan nekat ini menjadi titik awal rangkaian kejadian yang memadukan tawa, ketegangan, dan kejutan visual. Kolaborasi kembali antara Akshay Kumar dan sutradara Priyadarshan menjadi salah satu daya tarik utama, mengingatkan penonton pada era keemasan komedi Bollywood yang dipenuhi humor slapstick dan dialog cerdas.
Dari segi struktur, film terbagi menjadi dua bagian yang kontras. Paruh pertama lebih dominan dengan humor segar; kehadiran Paresh Rawal dan Rajpal Yadav menambah lapisan komedi yang menggelitik. Rajpal Yadav, khususnya, berhasil mencuri perhatian lewat tingkah laku eksentrik yang mengingatkan pada peran-peran ikoniknya di film seperti Bhaagam Bhaag dan Chup Chup Ke. Paresh Rawal, dengan timing komedi yang terasah, memberikan sentuhan klasik yang tak lekang oleh waktu.
Seiring berjalannya cerita, bagian kedua film menampilkan plot twist yang tak terduga, bersama efek visual yang cukup memukau untuk standar film Bollywood. Penggunaan pencahayaan, desain set istana, serta efek suara berhasil menonjolkan atmosfer menyeramkan tanpa mengorbankan elemen komedi yang menjadi DNA film ini. Meskipun demikian, beberapa lagu dalam film terasa kurang berdampak, bahkan kadang mengganggu alur narasi. Kritik ini muncul karena soundtrack tidak selalu selaras dengan mood adegan, sehingga mengurangi kontinuitas emosional penonton.
Dari sudut akting, Akshay Kumar kembali menunjukkan dominasinya. Karakter Arjun yang penuh kepolosan namun bersemangat memberikan keseimbangan antara drama pribadi dan komedi situasional. Aktingnya terasa solid, menampilkan kemampuan improvisasi yang menjadi ciri khasnya. Selain itu, penampilan almarhum Asrani memberi warna tersendiri, menambah dimensi nostalgia bagi penonton yang tumbuh bersama karya-karyanya. Dukungan dari Wamiqa Gabbi, Jisshu Sengupta, serta cameo singkat Tabu menambah kekayaan ensemble tanpa mengalihkan fokus utama.
Namun, tidak semua elemen film berjalan mulus. Alur di beberapa segmen terasa mudah ditebak, khususnya bagi penonton yang familiar dengan gaya Priyadarshan yang cenderung mengulang pola humor tertentu. Prediksi plot twist yang terlalu konvensional menjadi titik lemah yang dapat menurunkan tingkat kejutan. Meskipun demikian, kekuatan komedi dan kehadiran karakter-karakter ikonik berhasil menutupi kekurangan tersebut.
Secara teknis, sinematografi menonjolkan keindahan arsitektur Jaipur, menambah nilai estetika film. Penggunaan kamera yang dinamis pada adegan-adegan horor meningkatkan ketegangan, sementara framing pada momen komedi memberikan ruang bagi ekspresi wajah para pemeran. Penyuntingan yang rapi menjaga tempo film agar tetap mengalir, meskipun terdapat transisi antara genre yang berbeda.
Bhooth Bangla memang tidak berupaya menjadi film horor serius, melainkan menggabungkan ketegangan ringan dengan tawa yang mengalir. Formula ini berhasil menarik penonton yang menginginkan hiburan ringan namun tetap menyuguhkan elemen misteri. Bagi pecinta film Bollywood klasik, hadirnya kolaborasi lama antara Akshay Kumar dan Priyadarshan menjadi nilai jual utama, seolah mengundang penonton kembali ke era keemasan komedi slapstick.
Kesimpulannya, Bhooth Bangla menyajikan paket hiburan lengkap: humor yang menggelitik, sentuhan horor yang cukup menegangkan, serta nuansa nostalgia yang mengingatkan pada film-film Bollywood era 2000-an. Meskipun terdapat kekurangan pada beberapa lagu dan alur yang dapat diprediksi, kekuatan komedi, penampilan akting yang solid, serta efek visual yang menarik membuat film ini layak ditonton. Penonton yang mengapresiasi kombinasi genre dan mencari pengalaman sinematik yang menghibur sebaiknya memberi kesempatan pada Bhooth Bangla untuk mengisi jadwal menonton mereka.











