Brebes Siapkan Mega Farm Sapi Perah Terbesar di Indonesia, Target Produksi 180.000 Ton Susu Tahunan

Cyril Shaman

April 17, 2026

Brebes Siapkan Mega Farm Sapi Perah Terbesar di Indonesia, Target Produksi 180.000 Ton Susu Tahunan
Brebes Siapkan Mega Farm Sapi Perah Terbesar di Indonesia, Target Produksi 180.000 Ton Susu Tahunan

MA Darus Salam – 17 April 2026 | Brebes, Jawa Tengah, akan menjadi pusat perhatian industri susu nasional setelah pemerintah daerah mengumumkan rencana pembangunan mega farm sapi perah berskala terbesar di Indonesia. Proyek yang dikembangkan oleh PT Global Dairy Bersama (GDB) ini dirancang untuk menampung hingga 30.000 ekor sapi perah dan diproyeksikan menghasilkan 180.000 ton susu setiap tahunnya, setara dengan 18 persen produksi susu nasional.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian, Agung Suganda, menegaskan pentingnya mega farm ini dalam menurunkan ketergantungan impor susu. Indonesia saat ini memproduksi sekitar satu juta ton susu per tahun, jauh di bawah kebutuhan nasional yang mencapai 4,7 juta ton. “Dengan tambahan produksi dari Brebre, Indonesia dapat mengurangi impor secara signifikan,” ujar Suganda dalam audiensi bersama Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, di Semarang pada 16 April 2026.

Proyek seluas 710 hektare ini tidak hanya menjadi peternakan konvensional, melainkan sebuah ekosistem terintegrasi yang memanfaatkan teknologi modern dan prinsip keberlanjutan. Perwakilan PT GDB, Ihsan Mulia Putri, menjelaskan bahwa konsep “close loop system” akan menghubungkan seluruh rantai produksi: limbah ternak diolah menjadi biogas untuk energi, residu menjadi pupuk organik, dan air dikelola kembali melalui sistem daur ulang.

Berikut adalah beberapa poin utama yang menjadi keunggulan mega farm Brebes:

  • Kapasitas: 30.000 ekor sapi perah dengan produksi tahunan 180.000 ton susu.
  • Kontribusi Nasional: Menyumbang 18% produksi susu Indonesia.
  • Lapangan Kerja: Sekitar 5.000 petani pakan dan 8.000 peternak terlibat dalam rantai pasok.
  • Energi Terbarukan: Pemanfaatan limbah ternak menjadi biogas.
  • Peningkatan Posisi Jawa Tengah: Potensi naik ke peringkat kedua produsen susu di Indonesia.

Pemerintah pusat telah menyiapkan dukungan penting, termasuk penyediaan bibit sapi impor berkualitas dari Australia, Amerika Serikat, Selandia Baru, dan Brasil. Selain itu, sistem kesehatan hewan akan diperkuat untuk mencegah penyakit menular seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD).

Pembangunan lahan dimulai pada Juni 2026 dengan target selesai pada akhir 2027. Proses pertama pemerasan susu (first milking) dijadwalkan pada Desember 2027. Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, menyambut investasi ini sebagai peluang besar bagi perekonomian daerah. “Ini kebanggaan kami, investasi berskala nasional yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Brebes,” ujarnya.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan dukungan penuh pemerintah provinsi. Menurutnya, stabilitas keamanan, kepastian hukum, kemudahan perizinan, dan ketersediaan tenaga kerja kompetitif menjadikan Jawa Tengah destinasi investasi utama, baik nasional maupun internasional.

Selain dampak ekonomi, mega farm diharapkan memperkuat ketahanan pangan Indonesia. Dengan meningkatkan produksi susu dalam negeri, ketergantungan pada impor dapat ditekan, sekaligus memberikan pasokan susu segar yang lebih terjangkau bagi konsumen lokal.

Proyek ini juga menyiapkan lahan seluas 2.000 hektare untuk penanaman pakan ternak, melibatkan ribuan petani lokal. Pendekatan integratif ini diharapkan menciptakan nilai tambah bagi seluruh ekosistem pertanian di Brebes dan sekitarnya.

Secara keseluruhan, mega farm sapi perah Brebes menjadi contoh konkret sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam menggerakkan sektor agribisnis berkelanjutan. Jika berhasil, model ini dapat direplikasi di wilayah lain guna mempercepat pencapaian swasembada pangan di Indonesia.

Related Post