Iwan Setiawan Minta Maaf ke Suporter PSMS, Akui Ucapan Tak Menyenangkan setelah Kemenangan Sriwijaya FC

Itlak Assala

April 20, 2026

Iwan Setiawan Minta Maaf ke Suporter PSMS, Akui Ucapan Tak Menyenangkan setelah Kemenangan Sriwijaya FC
Iwan Setiawan Minta Maaf ke Suporter PSMS, Akui Ucapan Tak Menyenangkan setelah Kemenangan Sriwijaya FC

MA Darus Salam – Pelatih Sriwijaya FC, Iwan Setiawan, menyampaikan permohonan maaf kepada suporter PSMS Medan atas ucapan yang kurang berkenan pasca kemenangan.

Dalam konferensi pers yang digelar pada Senin (20/4/2026) setelah laga antara Sriwijaya FC dan PSMS Medan, Iwan Setiawan menegaskan komitmen pribadi untuk menjaga hubungan baik dengan pendukung lawan. Ia mengakui bahwa kata-kata yang terucap dalam jeda pertandingan sebelumnya dapat menyinggung perasaan suporter tuan rumah, sehingga ia memutuskan untuk turun langsung ke lapangan dan menyampaikan permintaan maaf secara pribadi.

“Saya ingin menyampaikan permohonan maaf jika ada ucapan yang kurang berkenan,” ujar Iwan dengan nada tenang namun tegas. “Sebagai pelatih, saya bertanggung jawab tidak hanya pada taktik dan performa tim, tetapi juga pada etika berbicara di depan publik.”

Setelah pertandingan usai, Iwan mengunjungi area suporter PSMS yang berlokasi di sisi stadion. Ia berdiri di antara kelompok suporter, memperkenalkan diri, dan secara terbuka mengucapkan permintaan maaf. Tindakan tersebut mendapatkan sambutan hangat dan beberapa sorakan positif dari suporter yang menghargai sikap dewasa sang pelatih.

Langkah-Langkah Iwan Setiawan Menyampaikan Permintaan Maaf

  • Menjawab pertanyaan media dengan kejujuran mengenai ucapan yang dianggap kurang tepat.
  • Mengakui kesalahan komunikasi dan menegaskan niat baik di balik setiap pernyataan.
  • Mengunjungi langsung kelompok suporter PSMS setelah pertandingan.
  • Menawarkan permintaan maaf secara pribadi dan menekankan rasa hormat kepada semua pihak.
  • Memberi apresiasi atas atmosfer kompetisi yang sportif dan dukungan suporter.

Selain menekankan penyesalan atas kata-kata yang tidak sengaja menyinggung, Iwan juga memberikan pujian kepada atmosfer pertandingan yang berlangsung di Stadion Utama Medan. Ia menyoroti semangat juang kedua tim dan antusiasme suporter yang membuat pertandingan menjadi sorotan banyak mata.

“Saya sangat menghargai dukungan suporter yang hadir dalam pertandingan ini. Atmosfer yang penuh energi memberikan motivasi tambahan bagi pemain kami,” katanya. Iwan menambahkan bahwa kemenangan Sriwijaya FC tidak lepas dari dukungan fanatik kedua kubu, meski hasil akhir tetap menguntungkan timnya.

Pengakuan Iwan Setiawan tentang kesalahan komunikasinya menjadi contoh penting bagi pelatih dan figur publik lainnya dalam mengelola kata-kata di ruang publik. Dalam dunia sepak bola, hubungan antara pelatih, pemain, dan suporter sering kali menjadi sorotan media, sehingga setiap pernyataan dapat berpengaruh besar pada persepsi publik.

Setelah menyampaikan permohonan maaf, Iwan menutup konferensi pers dengan mengucapkan selamat kepada PSMS Medan atas kemenangan yang diraih. “Sekali lagi saya ucapkan terima kasih dan selamat untuk PSMS atas kemenangan ini,” tegasnya, menegaskan kembali rasa hormatnya kepada lawan.

Reaksi suporter PSMS setelah mendengar permintaan maaf secara langsung terkesan positif. Beberapa di antara mereka mengungkapkan harapan agar insiden serupa tidak terulang, namun sekaligus menghargai sikap terbuka dan tanggung jawab yang ditunjukkan oleh pelatih lawan. Suasana kemudian kembali kondusif, dengan sorakan yang menandai akhir pertandingan yang penuh sportivitas.

Kasus ini juga menambah catatan penting dalam sejarah hubungan antar klub di liga Indonesia, di mana komunikasi yang baik menjadi kunci utama dalam menghindari konflik di luar lapangan. Iwan Setiawan, dengan tindakan permintaan maaf yang cepat, berhasil memitigasi potensi eskalasi dan menegaskan nilai sportivitas yang harus dijaga oleh semua pihak.

Ke depannya, pelatih Sriwijaya FC diharapkan dapat lebih berhati-hati dalam menyampaikan komentar, terutama pada momen-momen sensitif setelah pertandingan. Sementara itu, suporter PSMS Medan tetap menantikan penampilan timnya di laga berikutnya dengan semangat yang tak berkurang, sekaligus mengingat contoh positif yang diberikan oleh Iwan Setiawan dalam menanggapi kritik.

Dengan langkah konkret dan sikap yang penuh rasa tanggung jawab, Iwan Setiawan berhasil meredakan ketegangan serta menegaskan kembali pentingnya etika dalam berkomunikasi di dunia sepak bola Indonesia.

Related Post