MA Darus Salam – 18 April 2026 | Pemerintah Indonesia telah mengumumkan tanggal pasti perayaan Idul Adha 1447 H untuk tahun 2026. Keputusan tersebut diambil melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) yang ditandatangani oleh tiga menteri, yaitu Menteri Agama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, dan Menteri Sekretaris Negara. Menurut SKB, hari raya tersebut akan jatuh pada hari Rabu, 27 Mei 2026, dan diikuti dengan cuti bersama pada hari Kamis, 28 Mei 2026. Penetapan ini memberikan kepastian bagi seluruh lapisan masyarakat untuk menyiapkan ibadah kurban, merencanakan perjalanan mudik, serta mengatur agenda libur kerja dan sekolah.
Berikut rangkaian jadwal resmi libur Idul Adha 2026 yang telah ditetapkan:
- Rabu, 27 Mei 2026: Libur Nasional Idul Adha 1447 H
- Kamis, 28 Mei 2026: Cuti Bersama Idul Adha 1447 H
Dengan dua hari libur berurutan, warga dapat memanfaatkan waktu tersebut untuk melaksanakan ibadah, berkumpul bersama keluarga, atau melakukan perjalanan ke kampung halaman. Penetapan cuti bersama pada tanggal 28 Mei 2026 juga bertujuan untuk mengurangi kepadatan transportasi pada hari Idul Adha, sehingga proses mudik dapat berlangsung lebih lancar.
Walaupun tanggal tersebut telah disepakati dalam SKB, kepastian final tetap menunggu hasil sidang isbat yang diadakan oleh Kementerian Agama menjelang akhir bulan Zulkaidah. Sidang isbat berfungsi untuk memastikan awal bulan Zulhijah dengan dua metode utama: hisab (perhitungan astronomi) dan rukyatul hilal (pengamatan langsung bulan). Jika hasil sidang isbat selaras dengan prediksi kalender resmi pemerintah, maka tanggal 27 Mei 2026 akan menjadi tanggal resmi Idul Adha.
Menariknya, prediksi yang dikeluarkan oleh pemerintah, Muhammadiyah, dan Nahdlatul Ulama menunjukkan keselarasan yang tinggi. Kalender Hijriah yang diterbitkan Kementerian Agama memperkirakan 1 Zulhijah akan jatuh pada 18 Mei 2026, sehingga 10 Zulhijah bertepatan dengan 27 Mei 2026. Muhammadiyah melalui maklumat resmi juga menetapkan Idul Adha pada tanggal yang sama, sementara almanak falakiyah yang dipakai oleh Nahdlatul Ulama mengarah pada hari yang identik. Keseragaman prediksi ini memberikan rasa tenang bagi umat Islam di seluruh Indonesia.
Selain libur resmi, terdapat potensi untuk memperpanjang masa istirahat jika masyarakat mengambil cuti tambahan pada hari Jumat, 29 Mei 2026. Bila cuti tersebut digabungkan dengan akhir pekan dan hari libur nasional Hari Lahir Pancasila pada Senin, 1 Juni 2026, maka total libur dapat mencapai enam hari berturut‑turut. Rincian periode libur panjang tersebut dapat dilihat pada tabel berikut:
| Tanggal | Keterangan |
|---|---|
| 27 Mei 2026 | Idul Adha (Libur Nasional) |
| 28 Mei 2026 | Cuti Bersama |
| 29 Mei 2026 | Cuti Tambahan (opsional) |
| 30 Mei 2026 | Sabtu |
| 31 Mei 2026 | Minggu |
| 1 Juni 2026 | Hari Lahir Pancasila (Libur Nasional) |
Kesempatan libur yang lebih lama ini menjadi momen ideal bagi warga untuk melakukan mudik, menjalin silaturahmi, atau sekadar beristirahat bersama keluarga. Banyak perusahaan dan institusi pendidikan diperkirakan akan menyesuaikan jadwal kerja dan pembelajaran agar selaras dengan pola libur tersebut.
Secara keseluruhan, Idul Adha 2026 dijadwalkan pada Rabu, 27 Mei 2026, dengan cuti bersama pada Kamis, 28 Mei 2026. Meskipun hasil sidang isbat masih menjadi penentu akhir, keselarasan prediksi dari pemerintah, Muhammadiyah, dan Nahdlatul Ulama menegaskan bahwa tanggal tersebut sangat mungkin menjadi tanggal resmi. Dengan kepastian ini, umat Islam dapat lebih fokus menyiapkan kurban, merencanakan aktivitas keagamaan, serta menyusun agenda libur keluarga secara matang.
Dengan jadwal yang telah ditetapkan, diharapkan seluruh lapisan masyarakat dapat memanfaatkan waktu libur secara optimal, baik untuk ibadah, kunjungan keluarga, maupun kegiatan rekreasi. Pemerintah terus mengingatkan agar semua pihak tetap menjaga ketertiban dan mematuhi protokol kesehatan yang berlaku, sehingga perayaan Idul Adha 2026 dapat berlangsung dengan aman, damai, dan penuh keberkahan.











