MA Darus Salam – Jakarta, 22 April 2026 – Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke‑8 di Discovery Hotel Ancol, Jakarta, pada 20‑21 April 2026. Acara tersebut tidak hanya menjadi forum internal organisasi, melainkan juga panggung bagi pameran produk unggulan daerah serta kompetisi Duta Muslimah Preneur 2026. Dalam dua hari penuh agenda, IPEMI Jawa Tengah berhasil mengumpulkan sejumlah penghargaan yang menegaskan posisi kuatnya dalam ekosistem UMKM perempuan.
Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Juliantono, menyampaikan sambutan yang menekankan pentingnya IPEMI sebagai mitra strategis dalam memperkuat ekonomi rakyat. Ia menegaskan bahwa jaringan IPEMI harus menjadi penghubung antara koperasi desa/kelurahan Merah Putih dan produk‑produk berkualitas yang mampu bersaing secara nasional. “IPEMI memiliki potensi besar dalam memperkuat sektor UMKM, serta perlu hadir mengisi rak‑rak koperasi dengan produk unggulan,” ujar Ferry dalam pidatonya.
Ketua Umum IPEMI Pusat, Ingrid Kansil, menambahkan bahwa Rakernas kali ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kapasitas anggota, mendorong inovasi, serta memperluas jaringan kolaborasi. “Organisasi harus adaptif, tidak menunggu kesempatan, melainkan menciptakan peluang dan mengeksekusi realitas usaha,” tegasnya.
Prestasi yang diraih IPEMI Jawa Tengah meliputi penghargaan pada tingkat wilayah, daerah, dan cabang. Berikut rangkuman penghargaan utama yang diberikan:
- PW Jawa Tengah – Meraih penghargaan PW Terbaik I Nasional di bawah kepemimpinan Lies Iswar Aminuddin.
- PD Kota Semarang – Masuk dalam kategori terbaik nasional, sekaligus menghasilkan PC Tembalang dan PC Banyumanik yang juga dinobatkan sebagai PC Terbaik Nasional.
- PD Kota Surakarta – Berjasa mendapatkan penghargaan terbaik pada tingkat nasional.
Lies Iswar Aminuddin, ketua PW Jawa Tengah, menyampaikan apresiasi atas arahan Menteri Koperasi dan dukungan Ketua Umum IPEMI Pusat. Ia menegaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran, bukan sekadar prestasi individu. “Alhamdulillah, capaian ini bukti semangat kemandirian ekonomi perempuan terus tumbuh. Ke depan, kami akan memperkuat kapasitas, kolaborasi, dan jejaring usaha agar IPEMI Jawa Tengah semakin berdaya,” ujarnya.
Penghargaan‑penghargaan tersebut menegaskan posisi Jawa Tengah sebagai salah satu episentrum penguatan Muslimah Preneur di Indonesia. Dengan ribuan anggota yang tersebar di berbagai daerah, IPEMI berperan sebagai katalisator bagi perempuan yang ingin mengembangkan usaha berbasis syariah dan nilai kebangsaan.
Dalam konteks kebijakan nasional, pernyataan Menteri Koperasi menambah bobot penting pada agenda penguatan koperasi desa. Ia mengingatkan bahwa produk‑produk unggulan yang dihasilkan oleh anggota IPEMI harus dapat masuk ke rak‑rak koperasi, sehingga memberikan nilai tambah bagi petani, pengrajin, dan pelaku usaha mikro di tingkat akar rumput. “Kolaborasi antara IPEMI dan koperasi desa dapat menciptakan rantai nilai yang lebih kuat, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan,” jelasnya.
Selain penghargaan, Rakernas ke‑8 juga menyajikan pameran produk unggulan daerah, yang menampilkan ragam barang mulai dari kerajinan tangan, makanan olahan, hingga teknologi pertanian berbasis digital. Pameran ini menjadi ajang demonstrasi kualitas produk IPEMI, sekaligus membuka peluang pemasaran bagi anggota yang ingin menembus pasar nasional bahkan internasional.
Acara puncak berupa Grand Final Duta Muslimah Preneur 2026 mempertemukan para finalis yang telah melalui proses seleksi ketat. Para finalis dipilih berdasarkan inovasi produk, dampak sosial, dan kelayakan bisnis. Pemenang nantinya akan menjadi duta yang mewakili IPEMI dalam forum‑forum ekonomi nasional, memperkuat citra perempuan sebagai motor penggerak ekonomi inklusif.
Keberhasilan IPEMI Jawa Tengah dalam meraih penghargaan sekaligus menggelar acara berskala nasional menunjukkan bahwa strategi pemberdayaan perempuan berbasis ekonomi dapat menghasilkan dampak yang signifikan. Dengan dukungan pemerintah, khususnya Kementerian Koperasi, serta sinergi internal organisasi, harapan besar tertuju pada peningkatan kontribusi UMKM perempuan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) negara.
Menutup acara, para pejabat menekankan pentingnya kesinambungan program dan penguatan jaringan kolaboratif. Mereka menargetkan agar pada Rakernas berikutnya, IPEMI dapat menambah jumlah anggota, memperluas cakupan produk, serta meningkatkan kualitas pelatihan kewirausahaan. Dengan demikian, IPEMI tidak hanya menjadi wadah bagi Muslimah Preneur, melainkan juga motor pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing internasional.
