Khotmil Qur’an Ikapete 2026 Buka Munas, Sambutan Ustaz Sulaeman di Pesantren Tebuireng

Itlak Assala

April 18, 2026

Khotmil Qur’an Ikapete 2026 Buka Munas, Sambutan Ustaz Sulaeman di Pesantren Tebuireng
Khotmil Qur’an Ikapete 2026 Buka Munas, Sambutan Ustaz Sulaeman di Pesantren Tebuireng

MA Darus Salam – Pesantren Tebuireng pada Jumat, 17 April 2026, menjadi saksi dimulainya rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) IKAPETE 2026 dengan menggelar acara Khotmil Qur’an. Upacara dimulai pada pukul enam pagi, dibuka secara resmi oleh Ustaz Sulaeman, tokoh agama yang dikenal luas di kalangan pesantren se-Jawa. Pembukaan tersebut diiringi lantunan kalam Ilahi yang menggetarkan, menandai semangat kebersamaan serta tekad untuk menyukseskan program-program pendidikan Islam ke depan.

Acara Khotmil Qur’an ini dilaksanakan di Komplek Maqbarah Pesantren Tebuireng, sebuah lokasi yang memiliki nilai historis tinggi bagi umat Islam di wilayah tersebut. Keberadaan maqbah ini menambah khidmat suasana, sekaligus mengingatkan para santri dan hadirin akan warisan spiritual para pendiri pesantren. Seluruh peserta Munas, mulai dari perwakilan lembaga pendidikan Islam, tokoh masyarakat, hingga para santri, menyaksikan prosesi pembacaan Al‑Qur’an secara serempak, menegaskan komitmen bersama dalam melestarikan Al‑Firman.

Ustaz Sulaeman menyampaikan pidato singkat namun sarat makna. Ia menekankan pentingnya integritas dalam menuntut ilmu, serta mengajak seluruh elemen pesantren untuk terus mengamalkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari‑hari. “Khotmil Qur’an Ikapete 2026 bukan sekadar perayaan, melainkan wujud nyata persatuan hati dalam menapaki langkah-langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan Islam,” ujar beliau. Pidato tersebut disambut tepuk tangan meriah, menandakan antusiasme tinggi di antara para peserta.

Setelah prosesi khidmat, dilanjutkan dengan rangkaian kegiatan yang meliputi pertemuan kerja kelompok, diskusi panel, serta penyerahan penghargaan kepada santri berprestasi. Berikut adalah agenda utama pada hari pertama Munas IKAPETE 2026:

  • 06.00 – Pembukaan resmi oleh Ustaz Sulaeman
  • 07.30 – Khotmil Qur’an bersama seluruh peserta
  • 09.00 – Sesi motivasi dan penguatan spiritual
  • 10.30 – Diskusi panel tentang inovasi kurikulum pesantren
  • 12.00 – Istirahat dan jamuan ringan
  • 13.30 – Presentasi program kerja 2026‑2028
  • 15.30 – Penyerahan penghargaan dan penutup

Keberhasilan acara Khotmil Qur’an Ikapete 2026 tidak lepas dari peran serta panitia yang bekerja keras sejak awal tahun. Tim logistik memastikan semua kebutuhan teknis, mulai dari sound system hingga perlengkapan ibadah, tersedia dengan sempurna. Selain itu, dukungan masyarakat sekitar, khususnya warga Sawahan, turut memperkuat rasa kebersamaan. Banyak warga yang menawarkan makanan tradisional sebagai jamuan ringan, menambah kehangatan suasana.

Para santri yang hadir turut berpartisipasi aktif dengan membaca ayat‑ayat Al‑Qur’an secara berkelompok. Keterlibatan mereka tidak hanya sebagai penonton, melainkan sebagai pelaku utama dalam menyebarkan semangat religius. Salah satu santri, Ahmad Fauzi, mengungkapkan, “Berpartisipasi dalam Khotmil Qur’an memberi kami rasa tanggung jawab lebih besar untuk menjaga keutuhan ajaran Islam di era modern.” Pernyataan ini mencerminkan harapan generasi muda untuk terus melestarikan nilai‑nilai keagamaan.

Acara Khotmil Qur’an juga menjadi momentum penting untuk menegaskan tujuan utama Munas IKAPETE 2026, yakni memperkuat jaringan kerja sama antar lembaga pendidikan Islam, meningkatkan kualitas pengajaran, serta mengembangkan program beasiswa bagi santri kurang mampu. Dengan landasan spiritual yang kuat, diharapkan kebijakan yang dihasilkan dapat memberi dampak positif bagi ribuan santri di seluruh Indonesia.

Kesimpulannya, Khotmil Qur’an Ikapete 2026 tidak hanya menjadi pembuka resmi Munas IKAPETE 2026, melainkan simbol kebersamaan, keikhlasan, dan komitmen bersama dalam mengembangkan pendidikan Islam. Semangat yang terpancar dari pembacaan Al‑Qur’an, pidato Ustaz Sulaeman, serta partisipasi aktif santri dan masyarakat, menjadi fondasi kuat untuk melanjutkan agenda strategis yang telah direncanakan. Diharapkan, momentum ini akan terus menginspirasi generasi mendatang untuk menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan serta berkontribusi pada kemajuan bangsa.

Related Post