MA Darus Salam – 17 April 2026 | Kementerian Haji dan Umrah menegaskan bahwa persiapan layanan haji tahun 2026 (1447 Hijriah) telah hampir selesai 100 persen. Menteri Haji dan Umrah, K.H. Mochamad Irfan Yusuf, menyampaikan bahwa timnya sedang melakukan pengecekan akhir terhadap seluruh komponen layanan menjelang keberangkatan jemaah. Pengumuman ini disampaikan dalam Konferensi Pers Pemerintah yang berlangsung di Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu, 15 April 2026.
Segala aspek logistik, mulai dari akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga layanan kesehatan, telah dipersiapkan secara menyeluruh. Untuk akomodasi, pemerintah menyiapkan total 277 hotel, terdiri atas 177 hotel di Makkah dan 100 hotel di Madinah. Hotel‑hotel di Makkah tersebar di kawasan strategis seperti Jarwal, Misfalah, Raudhah, Syisyah, dan Aziziah, sementara seluruh hotel di Madinah berada di wilayah Markaziah.
Layanan kesehatan juga menjadi prioritas utama. Sebanyak 40 klinik didirikan di Makkah dan 5 klinik di Madinah, termasuk Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI). Setiap kloter jemaah dilengkapi dengan satu dokter dan satu tenaga kesehatan. Pemerintah bekerja sama dengan Saudi German Hospital untuk menjamin standar medis yang optimal selama pelaksanaan ibadah.
Kartu nusuk, dokumen identitas penting bagi setiap jemaah, telah tiba di Indonesia dan saat ini berada dalam proses distribusi serta aktivasi menjelang keberangkatan. Di bidang konsumsi, tersedia 51 dapur di Makkah dan 23 dapur di Madinah yang bertugas menyiapkan makanan sesuai kebutuhan gizi jemaah. Sektor transportasi meliputi tiga jenis bus: bus antarkota untuk rute Jeddah‑Makkah‑Madinah, bus selawat yang melayani pergerakan 24 jam ke Masjidil Haram, serta bus masyair untuk mengantar jamaah ke Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Kuota haji Indonesia pada tahun 2026 ditetapkan sebanyak 221.000 orang, yang terbagi menjadi 203.320 jemaah reguler (92 persen) dan 17.680 jemaah khusus (8 persen). Jadwal keberangkatan dimulai pada 22 April 2026 dengan kloter pertama menuju Madinah, dilanjutkan ke Makkah, dan berakhir pada 21 Mei 2026. Puncak ibadah diperkirakan terjadi pada 22 Mei 2026, sementara inti pelaksanaan ibadah utama dijadwalkan pada 26 Mei 2026. Proses pemulangan jemaah akan dilakukan secara bertahap mulai 1 Juni hingga 1 Juli 2026.
Secara keseluruhan, kesiapan infrastruktur, layanan medis, akomodasi, serta logistik makanan dan transportasi menunjukkan komitmen pemerintah untuk memberikan pengalaman ibadah haji yang aman, nyaman, dan terorganisir dengan baik. Pemerintah berharap bahwa pelaksanaan haji 2026 dapat berjalan lancar, memberikan kepuasan bagi seluruh jemaah, serta memperkuat reputasi Indonesia sebagai negara dengan manajemen haji yang profesional.











