MA Darus Salam – 16 April 2026 | Jose Mourinho, pelatih asal Portugal yang dikenal dengan julukan “Special One”, kembali menjadi sorotan utama dalam dunia sepak bola Inggris setelah muncul sebagai kandidat potensial untuk menggantikan Eddie Howe di Newcastle United. Sementara itu, hubungan profesionalnya dengan mantan asisten dan kini pelatih rival, Andre Villas‑Boas, tetap terjaga meski keduanya kini memimpin klub bersaing, Benfica dan Porto, di Liga Portugal.
Spekulasi mengenai kepindahan Mourinho ke Newcastle muncul setelah tim magpie mengalami penurunan drastis, kini berada di posisi 14 klasemen Liga Premier dengan 32 pertandingan yang telah dijalani. Tekanan pada Howe kian memuncak, dan pemilik klub yang berbasis Saudi dikabarkan mengincar nama besar untuk mengembalikan prestasi. TalkSPORT menuliskan bahwa Mourinho termasuk dalam tiga manajer yang dipertimbangkan, bersama Roberto Mancini dan mantan manajer Bournemouth, Andoni Iraola. Meskipun Mourinho menyatakan kesetiaannya pada Benfica, ia tidak menutup kemungkinan kembali ke Inggris jika kondisi tepat.
Dalam sebuah wawancara menjelang pertandingan melawan Newcastle di Liga Champions, Mourinho menegaskan, “Saya tidak menyesal tidak pernah mengelola di sini karena saya tidak pernah mendapat kesempatan.” Ia menambahkan bahwa ia tidak akan meninggalkan Benfica untuk klub manapun, namun menambahkan, “Jika kesempatan datang dan klub memiliki visi yang sejalan, saya akan mempertimbangkannya.” Pernyataan ini memberi sinyal bahwa pintu terbuka, meski tidak ada konfirmasi resmi.
Sejarah Mourinho di Liga Premier memang kaya. Ia pernah memimpin Chelsea dalam dua periode (2004‑2007 dan 2013‑2015), meraih tiga gelar Premier League, satu FA Cup, tiga League Cup, dan satu Community Shield. Di Manchester United, ia menambah satu Europa League dan satu EFL Cup, sementara masa singkatnya di Tottenham tidak menghasilkan trofi namun tetap menambah pengalaman.
Setelah meninggalkan Inggris, Mourinho mengembalikan diri ke Italia bersama Roma, melanjutkan ke Turki bersama Fenerbahçe, dan kini mengembalikan diri ke Portugal bersama Benfica. Di Benfica, ia telah mengelola 46 pertandingan di semua kompetisi musim ini, mencatat 26 kemenangan, namun hasil akhir musim belum memuaskan dan klub menghadapi persaingan ketat dengan Porto yang memimpin klasemen.
Di luar lapangan, hubungan antara Mourinho dan Andre Villas‑Boas tetap hangat meski kini memimpin rival. Villas‑Boas, yang dulunya pernah menjadi analis lawan bagi Mourinho selama tujuh tahun, kini melatih Porto. Kedua pelatih pernah bersama di Porto, Chelsea, dan Milan, meraih gelar domestik serta trofi Eropa. Villas‑Boas mengungkapkan dalam sebuah wawancara dengan Marca bahwa keduanya masih saling bertukar pesan untuk menghormati masing‑masing klub, meskipun bersaing untuk gelar liga. “Kami berjuang untuk tujuan yang sama: memenangkan liga,” ujarnya.
Kolaborasi masa lalu mereka mencakup kemenangan UEFA Cup 2002‑03 dan Liga Champions 2003‑04 bersama Porto, serta dua gelar Premier League, dua League Cup, dan satu FA Cup di Chelsea. Keberhasilan mereka menjadi contoh sinergi manajer dan asisten yang menghasilkan dominasi di tingkat domestik dan internasional.
Berikut rangkuman singkat karier Mourinho di Premier League dan hubungannya dengan Villas‑Boas:
- 2004‑2007: Chelsea – 3 gelar Premier League, 2 League Cup, 1 FA Cup.
- 2013‑2015: Chelsea – 1 gelar Premier League, 1 League Cup.
- 2016‑2018: Manchester United – 1 Europa League, 1 EFL Cup.
- 2019‑2021: Tottenham Hotspur – tidak ada trofi, namun menguatkan tim.
- 2022‑sekarang: Benfica – 26 kemenangan dari 46 pertandingan.
Jika Mourinho benar‑benar menerima tawaran Newcastle, ia akan menjadi manajer pertama yang kembali ke Premier League setelah menjejakkan kaki di Liga Portugal. Keputusan tersebut tidak hanya akan memengaruhi masa depan Newcastle, namun juga menambah dinamika perekrutan pelatih di Liga Premier yang kini dipenuhi kandidat berprofil tinggi.
Di sisi lain, persaingan antara Benfica dan Porto tetap sengit, dengan Porto memimpin klasemen dengan selisih tujuh poin. Mourinho harus mengoptimalkan skuadnya untuk mempertahankan harapan gelar domestik, sambil mengelola tekanan pemilik klub yang menginginkan hasil cepat.
Dengan spekulasi kepindahan, persahabatan lintas rivalitas, serta catatan prestasi yang tak terbantahkan, Jose Mourinho tetap menjadi figur sentral dalam perbincangan sepak bola internasional. Keputusan apa pun yang diambilnya akan menjadi babak baru dalam karier yang sudah penuh warna.











