Pencurian Mesin Traktor di Sawah Dukuh Randu, Kutoharjo: Dua Unit Hilang Sekaligus

Afta Rozan Rozan

April 18, 2026

Pencurian Mesin Traktor di Sawah Dukuh Randu, Kutoharjo: Dua Unit Hilang Sekaligus
Pencurian Mesin Traktor di Sawah Dukuh Randu, Kutoharjo: Dua Unit Hilang Sekaligus

MA Darus Salam – Pada Sabtu, 18 April 2026, warga Desa Kutoharjo, Kecamatan Pati, melaporkan kehilangan dua unit mesin traktor yang dicuri secara bersamaan dari sawah di Dukuh Randu. Kejadian ini menimbulkan kepanikan di kalangan petani setempat, mengingat traktor merupakan alat vital untuk mengolah lahan pertanian yang luas.

Polisi Pati menanggapi laporan tersebut dengan cepat. Brigadir Polisi (Briptu) Ahmad Rizal memimpin tim penyidik yang melakukan pemeriksaan lapangan, mengamankan rekaman CCTV dari rumah warga sekitar, serta mengumpulkan keterangan saksi. “Kami menemukan jejak ban di tanah yang mengarah ke jalan desa, namun belum ada petunjuk pasti mengenai identitas pelaku,” ujar Briptu Rizal dalam konferensi pers singkat di Balai Polisi Pati.

Petani setempat menyampaikan rasa frustrasi mereka. “Kami bergantung pada traktor untuk membajak, menyiapkan lahan, dan mengangkut hasil panen. Kehilangan dua unit sekaligus berdampak besar pada produktivitas kami,” kata Ibu Siti Marlina, ketua Karang Taruna Desa Kutoharjo. Ia menambahkan bahwa biaya penggantian satu traktor dapat mencapai Rp 150 juta, sebuah beban yang tidak ringan bagi kebanyakan petani kecil.

Pihak berwenang mengimbau warga untuk meningkatkan pengamanan, termasuk memasang kamera pengawas, menambah sistem kunci anti-pencurian, serta melaporkan aktivitas mencurigakan secara langsung. Pemerintah Kabupaten Pati juga berjanji akan meninjau kembali kebijakan subsidi alat pertanian, guna membantu petani yang terdampak kehilangan mesin.

Sementara penyelidikan masih berjalan, polisi telah menyita beberapa barang bukti, termasuk alat pemotong rantai yang diduga digunakan untuk memotong kunci roda traktor. Tim forensik sedang menganalisis sidik jari pada alat tersebut, berharap dapat mengidentifikasi pelaku.

Komunitas pertanian lokal juga berupaya menggalang dana bantuan bagi Bapak Hadi dan petani lain yang mengalami kerugian serupa. Beberapa LSM pertanian di Pati mengusulkan pembentukan dana darurat yang dikelola secara transparan, sehingga bantuan dapat segera disalurkan ketika terjadi insiden serupa di masa depan.

Kasus pencurian mesin traktor ini menyoroti pentingnya keamanan sarana produksi pertanian di daerah pedesaan. Dengan meningkatnya nilai ekonomi alat pertanian, risiko pencurian pun menjadi lebih tinggi. Pemerintah daerah diharapkan dapat memperkuat kerjasama antara aparat keamanan, lembaga pertanian, dan komunitas lokal untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi para petani.

Ke depannya, pihak kepolisian berjanji akan terus melakukan patroli intensif di jalur utama desa serta meningkatkan koordinasi dengan satpol PP untuk mengawasi aktivitas ilegal. Diharapkan, dengan langkah-langkah preventif yang tepat, kejadian serupa tidak akan terulang, dan petani dapat kembali fokus pada produksi pangan demi ketahanan pangan nasional.

Kasus ini masih dalam proses penyelidikan, dan pihak berwenang mengimbau siapa pun yang memiliki informasi terkait pencurian tersebut untuk segera melapor ke kantor polisi terdekat.

Related Post