MA Darus Salam – 17 April 2026 | Kota Banjar, Jawa Barat, kini menyaksikan kebangkitan ekosistem literasi melalui peluncuran gerakan Pojok Baca Nahdliyin (PBN). Inisiatif yang berakar dari jaringan pesantren dan komunitas lokal ini bertujuan menjawab tantangan menurunnya minat membaca di kalangan remaja dan anak-anak. Menurut Ketua PBN Cabang Kota Banjar, Ogi Lesmana, konsep PBN mengedepankan perpustakaan mini yang inklusif, mudah diakses, dan terintegrasi dengan nilai-nilai keagamaan serta budaya setempat.
Sejak berdiri, PBN telah menyiapkan beberapa titik baca strategis di area pemukiman, sekolah, serta fasilitas keagamaan. Setiap pojok dilengkapi dengan koleksi buku fiksi, non-fiksi, ensiklopedia, dan literatur Islami yang disusun secara tematik. Selain buku, ruang-ruang tersebut menyediakan fasilitas digital seperti e‑reader dan akses internet gratis, sehingga generasi muda dapat menjelajahi sumber informasi modern tanpa harus meninggalkan lingkungan yang familiar.
Ogi Lesmana menjelaskan bahwa pendekatan PBN bersifat kolaboratif. “Kami melibatkan santri, guru, orang tua, serta tokoh masyarakat dalam proses kurasi buku dan pengelolaan fasilitas,” ujarnya dalam pertemuan internal pada awal April 2026. Keterlibatan tersebut tidak hanya meningkatkan rasa memiliki, tetapi juga memastikan bahwa koleksi buku mencerminkan kebutuhan pendidikan formal serta aspirasi pribadi para pembaca muda.
Strategi utama PBN berfokus pada tiga pilar: aksesibilitas, relevansi, dan partisipasi aktif. Pada aspek aksesibilitas, setiap pojok baca ditempatkan dalam jarak tempuh berjalan kaki dari pemukiman utama, mengurangi hambatan geografis yang sering menjadi penyebab rendahnya minat baca. Relevansi dicapai dengan menyesuaikan koleksi buku dengan kurikulum sekolah setempat, serta menambahkan karya sastra lokal yang menggugah identitas budaya Banjar. Sementara itu, partisipasi aktif diwujudkan lewat program membaca bersama, lomba menulis kreatif, dan workshop literasi digital yang melibatkan relawan dari pesantren serta perguruan tinggi terdekat.
Data awal yang dikumpulkan oleh tim PBN menunjukkan peningkatan kunjungan harian sebesar 45 % dalam tiga bulan pertama operasi. Lebih dari 300 pelajar usia 10–18 tahun dilaporkan rutin mengunjungi pojok baca, sementara jumlah buku yang dipinjam mengalami pertumbuhan dua kali lipat dibandingkan bulan pertama. Statistik tersebut menegaskan efektivitas model mikro‑perpustakaan yang dipadukan dengan program edukatif.
- Lokasi strategis: Pojok baca ditempatkan di dekat masjid, sekolah dasar, dan balai desa untuk memudahkan akses.
- Koleksi beragam: Termasuk buku pelajaran, cerita anak, literatur Islami, serta materi digital.
- Kegiatan pendukung: Sesi baca bersama, kompetisi menulis, pelatihan penggunaan e‑reader.
Selain dampak pada perilaku membaca, PBN juga berperan dalam memperkuat nilai-nilai sosial. Kegiatan bersama di pojok baca menjadi ruang interaksi lintas generasi, dimana para senior dapat berbagi pengalaman serta menumbuhkan rasa hormat terhadap ilmu pengetahuan. Ogi Lesmana menekankan, “Literasi bukan hanya soal menguasai kata, melainkan membangun karakter yang kritis, toleran, dan berdaya saing.”
Pengembangan selanjutnya direncanakan untuk memperluas jaringan ke tiga kecamatan tambahan di Kabupaten Banjar, serta menggandeng sponsor korporat untuk memperkaya koleksi buku digital. Pemerintah daerah juga menunjukkan dukungan dengan menyediakan anggaran operasional tahunan bagi PBN, menandakan sinergi antara inisiatif komunitas dan kebijakan publik.
Secara keseluruhan, Pojok Baca Nahdliyin Kota Banjar menegaskan bahwa upaya kecil namun terstruktur dapat menghasilkan perubahan signifikan dalam budaya literasi. Dengan mengintegrasikan nilai keagamaan, edukasi formal, dan teknologi modern, gerakan ini menjadi model replikatif bagi daerah lain yang menghadapi tantangan serupa. Keberhasilan PBN menunjukkan potensi kuat pesantren sebagai pusat pembelajaran multikultural yang tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga membuka jalan bagi generasi muda untuk menjadi pembaca yang kritis dan kreatif.











