MA Darus Salam – 17 April 2026 | Sejumlah siswa dari Madrasah Aliyah Salafiyah Syafi’iyah (MASS) Tebuireng menorehkan prestasi luar biasa pada ajang Olimpiade PAI dan Bahasa Arab (OLIMPABA) tingkat Provinsi Jawa Timur tahun 2026. Kedua perwakilan tersebut berhasil meraih posisi ketiga pada kompetisi yang menuntut kemampuan akademik dan keagamaan yang tinggi.
Raffi Umam Azizi Muhammad, siswa kelas X-F, memperoleh penghargaan pada kategori PAI (Pendidikan Agama Islam) dengan skor yang menempatkannya di peringkat tiga. Sementara itu, rekan sejawatnya, yang belum disebutkan nama lengkapnya dalam laporan resmi, berhasil mengukir prestasi serupa di bidang Bahasa Arab, juga menempati posisi ketiga.
Keberhasilan ini tidak hanya menambah daftar prestasi MASS Tebuireng, melainkan juga menandai langkah strategis sekolah menuju babak grand final OLIMPABA. Kedua siswa tersebut akan melanjutkan perjuangan mereka pada tahap selanjutnya, mewakili Provinsi Jawa Timur dalam kompetisi tingkat nasional.
Panitia penyelenggara OLIMPABA menilai bahwa kompetisi tahun ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai madrasah se-Jawa Timur. Penilaian dilakukan secara ketat oleh tim juri yang terdiri dari pakar pendidikan agama Islam dan bahasa Arab, memastikan bahwa standar penilaian tetap objektif dan kompetitif.
Dalam pernyataannya, Kepala Madrasah Aliyah Salafiyah Syafi’iyah Tebuireng, KH. Ahmad Fauzi, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan atas pencapaian murid-muridnya. Ia menekankan pentingnya dukungan lingkungan belajar yang kondusif serta peran aktif orang tua dalam menumbuhkan motivasi dan disiplin pada siswa.
“Prestasi ini adalah buah dari kerja keras, bimbingan guru, serta doa yang tak henti‑hentinya dari keluarga. Kami berharap pencapaian ini dapat menjadi inspirasi bagi seluruh warga madrasah untuk terus berinovasi dalam pembelajaran agama dan bahasa,” ujar KH. Ahmad Fauzi.
Guru pembimbing PAI, Ustadz H. Yusuf, menambahkan bahwa persiapan menuju OLIMPABA melibatkan serangkaian program intensif, termasuk pelatihan soal, simulasi ujian, dan penguatan metode belajar kritis. “Kami tidak hanya mengajarkan materi, tetapi juga membangun kemampuan berpikir analitis yang diperlukan untuk bersaing di tingkat provinsi,” jelasnya.
Di sisi lain, guru Bahasa Arab, Syaikhah Nurul Aini, menyoroti pentingnya pemahaman konteks budaya dalam menguasai bahasa tersebut. Ia menjelaskan bahwa para siswa dilatih untuk menginterpretasikan teks klasik serta menerapkan kosakata dalam situasi modern, sehingga mampu menjawab tantangan kompetisi yang semakin kompleks.
Keberhasilan kedua siswa tersebut juga menarik perhatian media lokal dan komunitas pendidikan di Surabaya serta Kabupaten Kediri, tempat sekolah berada. Banyak pihak yang menyatakan bahwa prestasi ini meningkatkan citra pendidikan madrasah di wilayah Jawa Timur, sekaligus membuka peluang kerja sama lebih luas dengan institusi pendidikan lain.
Selain penghargaan individu, MASS Tebuireng juga berhasil mengukir prestasi kolektif dengan menempati posisi teratas dalam kategori kebersamaan tim. Hal ini mencerminkan semangat gotong‑royong dan kolaborasi yang menjadi nilai inti pendidikan pesantren.
Persiapan menuju grand final dijadwalkan akan dilaksanakan dalam tiga bulan ke depan, dengan agenda pelatihan intensif, evaluasi rutin, dan kunjungan lapangan ke pusat-pusat pembelajaran bahasa Arab. Tim pelatih berharap dapat meningkatkan skor kompetitif siswa sehingga peluang meraih medali emas di tingkat nasional semakin besar.
Orang tua siswa, terutama keluarga Raffi Umam Azizi Muhammad, memberikan dukungan moral dan material yang signifikan. Ibu Rahmawati, ibu Raffi, mengatakan, “Kami selalu mendoakan keberhasilan anak kami. Melihat mereka berjuang dengan tekun membuat hati kami bangga dan terharu. Kami siap terus mendukung apa pun yang diperlukan untuk kesuksesan mereka.”
Menilik ke depan, MASS Tebuireng berencana memperluas program ekstrakurikuler yang berfokus pada kompetisi akademik, termasuk Olimpiade Sains, Matematika, serta lomba-lomba keagamaan lainnya. Inisiatif ini diharapkan dapat menumbuhkan generasi pelajar yang tidak hanya berprestasi di tingkat lokal, tetapi juga mampu bersaing di kancah nasional dan internasional.
Kesimpulannya, pencapaian juara tiga pada OLIMPABA Jatim 2026 oleh dua siswa MASS Tebuireng menegaskan kualitas pendidikan yang diterapkan di sekolah tersebut. Dengan dukungan penuh dari guru, orang tua, dan komunitas, para siswa berada pada posisi yang kuat untuk melanjutkan perjuangan mereka di babak grand final, sekaligus menginspirasi generasi berikutnya untuk mengejar prestasi serupa.











