Semangat Kartini CFD Pati: Pedagang Bergaya Kebaya dan Batik Meriahkan Car Free Day

Afta Rozan Rozan

April 19, 2026

Semangat Kartini CFD Pati: Pedagang Bergaya Kebaya dan Batik Meriahkan Car Free Day
Semangat Kartini CFD Pati: Pedagang Bergaya Kebaya dan Batik Meriahkan Car Free Day

MA Darus Salam – Suasana Car Free Day (CFD) di Kabupaten Pati pada Minggu 19 April 2026 menunjukkan warna berbeda yang dipenuhi nuansa budaya dan semangat kebangsaan. Sebagai bagian dari peringatan Hari Kartini, pemerintah daerah menggalakkan warga, khususnya pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), untuk mengenakan pakaian adat. Inisiatif ini tidak hanya menonjolkan kearifan lokal, tetapi juga memberi platform bagi para pedagang menampilkan produk mereka dalam balutan kebaya, batik, dan pakaian tradisional lainnya.

Rangkaian kegiatan berlangsung sepanjang Jalan Pemuda, Jalan Panglima Sudirman, hingga Alun‑Alun Simpang Lima Pati. Jalan‑jalan tersebut dipenuhi pejalan kaki yang menikmati akhir pekan dengan atmosfer tematik budaya. Bapak‑bapak penjual buah, sayur, dan aneka barang kebutuhan sehari‑hari tampak mengenakan batik dengan corak klasik, sementara ibu‑ibu penjual makanan tradisional dan aksesori menampilkan kebaya berwarna pastel yang anggun.

Kelompok Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Cabang Kabupaten Pati turut memperkaya keragaman kuliner. Agnes bersama rekan‑rekannya membuka stan yang menyajikan aneka hidangan tradisional, mulai dari nasi pedo, kolak, jus buah segar, siomai, bakso, hingga minuman khas seperti kunyit asem, beras kencur, dan swike entok. Harga jual berkisar antara Rp 4.000 hingga Rp 23.000, menjadikannya pilihan terjangkau bagi pengunjung yang ingin merasakan cita rasa lokal.

Seorang penjual jajanan tradisional, Eko Purnomo, menambahkan warna tersendiri dengan memakai batik Jawa serta seragam CFD. “Hari ini pakai batik Jawa, kebelume biasa saja pakai seragam CFD. Ini dalam rangka menyambut Hari Ibu Kita Kartini,” ujar Eko sambil menyajikan apem dan pukis yang menggiurkan. Penampilannya yang berwarna lurik menjadi sorotan tambahan dalam rangkaian acara.

Tak ketinggalan, generasi muda juga turut ambil bagian. Barista muda bernama Esther membuka kedai kopi di Jalan Pemuda dengan mengenakan kebaya, mengikuti edaran pemerintah yang mendorong penggunaan pakaian adat pada hari khusus tersebut. “Pakai pakaian kebaya karena ada edaran dari pemerintah untuk mengenakan pakaian adat di CFD hari ini,” katanya sambil meracik kopi arabika khas Pati.

Berbagai inisiatif serupa menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Pati dalam menghidupkan kembali nilai‑nilai kebudayaan melalui acara publik. Menurut salah satu pejabat dinas kebudayaan setempat, program ini bertujuan menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan budaya serta memberikan peluang promosi bagi produk lokal. “Dengan menampilkan kebaya dan batik, kami tidak hanya merayakan Kartini, tetapi juga mengajak masyarakat untuk lebih mencintai dan melestarikan kearifan lokal,” ujarnya.

Pengunjung CFD Pati tampak antusias berpartisipasi dalam suasana yang penuh warna. Beberapa warga mengaku merasa terinspirasi oleh penampilan pedagang yang berbusana adat. “Saya merasa lebih menghargai barang yang dijual ketika penjualnya memakai kebaya atau batik. Itu memberi kesan tradisi yang tetap hidup,” kata salah satu pembeli.

Selain aspek estetika, acara ini juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi UMKM. Penjualan pada hari CFD biasanya mengalami peningkatan, dan tambahan nilai estetika dari pakaian adat dapat memperluas pasar serta menarik wisatawan lokal. Data sementara menunjukkan peningkatan penjualan rata‑rata 15 persen dibandingkan CFD biasa.

Keberhasilan Car Free Day dengan tema “Semangat Kartini CFD Pati” menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan pelaku usaha dapat menciptakan pengalaman publik yang edukatif sekaligus menghibur. Diharapkan, tradisi ini dapat dijadikan model bagi kota‑kota lain dalam mengintegrasikan budaya ke dalam kegiatan rutin masyarakat.

Dengan mengangkat simbol Kartini melalui pakaian adat, CFD Pati tidak hanya memperingati tokoh perempuan progresif, tetapi juga menegaskan pentingnya peran perempuan dalam perekonomian lokal. Semangat Kartini CFD Pati terus menginspirasi, menumbuhkan rasa kebersamaan, serta memajukan ekonomi kreatif berbasis budaya.

Related Post