Tragedi di Pantai Kertojayan: Dua Anak Tewas, Satu Selamat Setelah Insiden Tenggelam

Itlak Assala

April 17, 2026

Tragedi di Pantai Kertojayan: Dua Anak Tewas, Satu Selamat Setelah Insiden Tenggelam
Tragedi di Pantai Kertojayan: Dua Anak Tewas, Satu Selamat Setelah Insiden Tenggelam

MA Darus Salam – 18 April 2026 | Purworejo – Sebuah tragedi menggemparkan terjadi pada akhir pekan kemarin ketika tiga anak remaja terperangkap dalam arus deras di muara Sungai Wawar, Pantai Kertojayan, Kecamatan Grabag. Kejadian yang pertama kali dilaporkan oleh Lurah Kertojayan pada hari Kamis, 16 April, pukul 15.45 WIB, memicu respons cepat dari tim SAR Gabungan yang berada di bawah koordinasi Kantor SAR Cilacap. Tim tersebut segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan penilaian, berkoordinasi dengan pihak berwenang setempat, dan melancarkan pencarian intensif.

Pencarian berlanjut pada malam hari berikutnya. Pada pukul 00.30 WIB, tanggal 17 April, tim SAR kembali menemukan korban kedua, Zaki Muktar, berusia 12 tahun, yang juga terkapar tak bernyawa di Pantai Laguna Lembahpurwo, kira-kira 3,5 kilometer dari lokasi kejadian pertama. Zaki kemudian dibawa ke rumah duka untuk proses pemakaman. Kedua korban ini menunjukkan betapa berbahayanya arus sungai yang mengalir ke laut, terutama pada kondisi pasang naik yang tidak terduga.

Sementara itu, satu anak yang masih hidup, Briyan, berusia 11 tahun, berhasil selamat berkat upaya penyelamatan yang cepat. Briyan ditemukan dalam kondisi lemas namun masih bernapas, dan segera diberikan pertolongan pertama oleh tim SAR sebelum dibawa ke fasilitas medis terdekat untuk perawatan lebih lanjut. Kondisi kesehatannya masih dipantau, namun ia berada dalam keadaan stabil.

Berikut rangkaian kronologis singkat yang membantu menggambarkan alur peristiwa:

  • 15.45 WIB, 16/4: Lurah Kertojayan menerima laporan tiga anak terperangkap di muara Sungai Wawar.
  • 16.30 WIB, 16/4: Tim SAR menemukan Alfin (10 th) meninggal di tepi pantai, kemudian dievakuasi ke Puskesmas Mirit.
  • 00.30 WIB, 17/4: Tim SAR menemukan Zaki Muktar (12 th) meninggal di Pantai Laguna Lembahpurwo, kemudian dibawa ke rumah duka.
  • Setelahnya, tim SAR menemukan Briyan (11 th) masih hidup, diberikan pertolongan pertama, dan dibawa ke fasilitas kesehatan.

Insiden ini menimbulkan keprihatinan mendalam di kalangan warga setempat dan menegaskan kembali pentingnya kewaspadaan serta edukasi tentang bahaya air, khususnya di daerah pesisir yang rawan arus kuat. Pihak berwenang, termasuk Dinas Penanggulangan Bencana Kabupaten Purworejo, telah menegaskan komitmen untuk meningkatkan sosialisasi keselamatan di area pantai serta memperkuat kapasitas SAR daerah. Mereka berencana mengadakan pelatihan reguler bagi masyarakat sekitar dan menyiapkan titik evakuasi yang lebih terstruktur.

Kasus ini juga membuka diskusi tentang perlunya penegakan aturan keamanan di zona pantai, khususnya terkait larangan berenang atau bermain di dekat muara sungai saat kondisi cuaca tidak mendukung. Pemerintah Kabupaten Purworejo diharapkan dapat memperketat pengawasan dan menambah fasilitas peringatan dini, sehingga tragedi serupa dapat dihindari di masa mendatang.

Dengan kehilangan dua nyawa muda, keluarga korban kini berada dalam duka yang mendalam. Sementara itu, harapan bagi Briyan yang selamat menjadi titik terang di tengah kegelapan. Pemerintah daerah bersama lembaga kemanusiaan berjanji akan memberikan dukungan psikologis dan sosial bagi keluarga yang terdampak, serta memastikan proses pemulihan berjalan secara terkoordinasi.

Kesimpulannya, peristiwa tenggelamnya tiga anak di Pantai Kertojayan menegaskan pentingnya kesiapsiagaan, edukasi bahaya air, dan respons cepat tim SAR. Diharapkan langkah-langkah preventif yang diusulkan dapat mencegah terulangnya tragedi serupa, serta memberikan rasa aman bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir Purworejo.

Related Post