Ular Panjang 3 Meter Mengeram Empat Ayam, Damkar Banjar Lakukan Evakuasi dan Penanganan

Afta Rozan Rozan

April 17, 2026

Ular Panjang 3 Meter Mengeram Empat Ayam, Damkar Banjar Lakukan Evakuasi dan Penanganan
Ular Panjang 3 Meter Mengeram Empat Ayam, Damkar Banjar Lakukan Evakuasi dan Penanganan

MA Darus Salam – 17 April 2026 | Warga Dusun Pabuaran, Desa Karyamukti, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Jawa Barat, dikejutkan pada Jumat pagi, 17 April 2026, dengan kehadiran seekor ular sanca kembang sepanjang tiga meter yang masuk ke dalam kandang ayam milik seorang peternak. Ular tersebut berhasil memangsa empat ekor ayam ternak sebelum terdeteksi oleh penghuni rumah.

Setelah melihat jejak korban di tanah dan mendengar suara desisan, warga segera melaporkan kejadian ini kepada pemadam kebakaran setempat. Tim Damkar Kota Banjar yang dipimpin oleh Kapten Firefighter Agus Santoso tiba di lokasi dalam waktu singkat. Sesampainya di tempat, petugas menemukan ular tersebut melingkar di tengah kandang, dengan bekas gigitan pada tubuh ayam yang masih tergeletak.

Tim Damkar kemudian melakukan prosedur penanganan yang melibatkan pemotongan listrik di area kandang untuk menghindari risiko sengatan listrik pada peralatan penyelamatan. Selanjutnya, petugas mengenakan perlengkapan pelindung lengkap, termasuk sarung tangan anti-scorpion dan sepatu bot karet, sebelum mendekati ular.

  • Penggunaan lampu senter berintensitas tinggi untuk memantau gerakan ular.
  • Pemasangan jaring pengaman di sekitar area evakuasi.
  • Penggunaan alat penangkap khusus yang dirancang untuk reptil berbisa.
  • Pengamanan hewan ternak lain yang berada di sekitar kandang.

Setelah menyiapkan semua peralatan, petugas berhasil mengamankan ular dengan hati-hati dan membawanya ke kendaraan pemindahan. Ular tersebut kemudian dipindahkan ke pusat rehabilitasi satwa liar setempat, di mana tim ahli akan melakukan pemeriksaan kesehatan dan menentukan apakah hewan tersebut dapat dilepaskan kembali ke habitat alaminya.

Korban empat ekor ayam yang dimangsa tidak dapat diselamatkan. Pemilik kandang, Bapak Hadi Susanto, mengungkapkan rasa kecewa namun bersyukur atas respons cepat tim Damkar. Ia menambahkan bahwa kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi peternak di daerah tersebut untuk meningkatkan keamanan kandang, terutama dari ancaman satwa liar yang dapat masuk melalui celah kecil.

Insiden ini menegaskan pentingnya kesiapsiagaan tim pemadam kebakaran dalam menangani situasi darurat yang tidak melibatkan kebakaran, namun memerlukan penanganan khusus karena keberadaan binatang berbisa. Dengan koordinasi yang baik antara warga, pemadam kebakaran, dan otoritas satwa liar, kerugian dapat diminimalkan dan keamanan lingkungan tetap terjaga.

Related Post