MA Darus Salam – Pemerintah kota Berlin meluncurkan program inovatif bernama BerlinPay, sebuah inisiatif yang menggabungkan kegiatan wisata dengan aksi bersih lingkungan. Melalui skema ini, turis yang membantu memungut sampah atau berpartisipasi dalam proyek sosial terkait dapat memperoleh voucher liburan gratis. Voucher tersebut dapat ditukarkan di museum, restoran mitra, maupun pengalaman khusus yang disediakan oleh pihak kota.
Program ini muncul sebagai respons atas meningkatnya masalah penumpukan sampah di ruang publik Berlin. Data terbaru menunjukkan biaya pembersihan sampah ilegal melonjak menjadi 13,1 juta euro pada tahun lalu, naik signifikan dari 10,3 juta euro tahun sebelumnya. Untuk menekan angka tersebut, BerlinPay tidak hanya menawarkan insentif, tetapi juga memperketat regulasi dengan denda mulai dari 1.500 euro hingga 11.000 euro, bahkan mencapai 15.000 euro untuk sampah berbahaya.
Berikut cara kerja BerlinPay secara singkat:
- Wisatawan mendaftar melalui portal resmi atau aplikasi seluler BerlinPay.
- Setelah terdaftar, mereka dapat bergabung dengan tim pembersihan yang beroperasi di titik-titik wisata utama.
- Setiap kilogram sampah yang berhasil dikumpulkan tercatat dalam sistem, dan poin reward diberikan secara otomatis.
- Poin tersebut dapat ditukarkan dengan voucher yang berlaku di jaringan mitra, termasuk museum, kafe, dan layanan transportasi air.
Untuk memastikan nilai tukar yang adil, pihak kota tengah menggandeng mitra strategis yang memiliki hubungan dengan lanskap perairan Berlin, seperti penyedia mobilitas air, operator olahraga air, serta lembaga budaya dan pendidikan. Dengan melibatkan sektor-sektor tersebut, BerlinPay berharap voucher yang diberikan tidak hanya sekadar diskon, melainkan pengalaman yang memperkaya kunjungan turis.
Model BerlinPay terinspirasi dari keberhasilan program serupa di Kopenhagen, Denmark, yang dikenal dengan nama CopenPay. Sejak peluncurannya pada tahun 2024, CopenPay mencatat 70 persen wisatawan di Kopenhagen mengadopsi kebiasaan ramah lingkungan. Partisipasi meningkat tajam, dari 5.000 peserta pada fase uji coba menjadi 25.000 wisatawan pada musim panas berikutnya. Dampak positif juga terlihat pada peningkatan penggunaan sepeda sebesar 59 persen, menjadikan program tersebut contoh yang banyak ditiru oleh kota-kota Eropa.
Berikut data perbandingan singkat antara BerlinPay dan CopenPay:
| Aspek | BerlinPay | CopenPay (Kopenhagen) |
|---|---|---|
| Tahun Peluncuran | 2024 | 2024 |
| Jumlah Peserta Awal | — | 5.000 |
| Peserta Musim Panas Berikutnya | — | 25.000 |
| Persentase Turis yang Mengadopsi Kebiasaan Hijau | — | 70% |
| Peningkatan Penggunaan Sepeda | — | 59% |
BerlinPay belum mempublikasikan angka partisipasi secara resmi, namun antisipasi dari sektor pariwisata menunjukkan minat yang tinggi. Hotel, hostel, dan penyedia layanan tur telah menyiapkan paket khusus yang mengintegrasikan voucher BerlinPay, sehingga turis dapat merasakan manfaat langsung setelah berkontribusi pada kebersihan kota.
Selain memberi insentif finansial, BerlinPay juga menekankan edukasi. Setiap titik pembersihan dilengkapi dengan papan informasi mengenai dampak sampah plastik terhadap ekosistem sungai Spree dan Danau Wannsee. Wisatawan diajak tidak hanya membersihkan, tetapi juga memahami pentingnya pengelolaan limbah secara berkelanjutan.
Para pejabat Berlin menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari agenda hijau jangka panjang kota. Target utama adalah mengurangi biaya pembersihan ilegal hingga 30 persen dalam lima tahun ke depan, sekaligus meningkatkan citra Berlin sebagai destinasi wisata yang bertanggung jawab.
Dengan menggabungkan aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan, BerlinPay berpotensi menjadi model baru bagi kota-kota lain yang menghadapi tantangan serupa. Jika berhasil, inisiatif ini tidak hanya akan mengurangi beban keuangan pemerintah, tetapi juga menumbuhkan budaya kepedulian lingkungan di kalangan wisatawan internasional.
Secara keseluruhan, BerlinPay mencerminkan langkah progresif Berlin dalam mengintegrasikan pariwisata dengan aksi kebersihan. Melalui voucher liburan gratis, turis tidak hanya menikmati atraksi kota, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga keindahan lingkungan kota. Keberhasilan program ini akan menjadi tolok ukur penting bagi upaya kota-kota global dalam menciptakan destinasi wisata berkelanjutan.











