Damkar Ciamis Evakuasi Ular Sanca 3 Meter dan Biawak dalam Satu Hari: Tindakan Cepat Lindungi Warga

Itlak Assala

April 16, 2026

Damkar Ciamis Evakuasi Ular Sanca 3 Meter dan Biawak dalam Satu Hari: Tindakan Cepat Lindungi Warga
Damkar Ciamis Evakuasi Ular Sanca 3 Meter dan Biawak dalam Satu Hari: Tindakan Cepat Lindungi Warga

MA Darus Salam – 16 April 2026 | Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Ciamis menunjukkan respons cepat dalam menangani dua laporan satwa liar pada Rabu, 15 April 2026. Dalam rentang waktu satu hari, tim Damkar berhasil mengevakuasi seekor ular sanca sepanjang tiga meter dari Desa Kujang, Kecamatan Cikoneng, serta mengevakuasi seekor biawak yang ditemukan di Jalan Raya Ahmad Yani, Lingkungan Panoongan, Kelurahan Ciamis, Kecamatan Ciamis.

Insiden pertama terjadi di Desa Kujang ketika warga setempat melaporkan keberadaan ular sanca berukuran besar yang merayap di antara pekarangan rumah. Ular sanca, yang termasuk dalam keluarga ular piton, dikenal mampu melilit mangsanya hingga tiga meter panjang. Meskipun spesies ini tidak berbisa, kehadirannya dapat menimbulkan kepanikan dan berpotensi menimbulkan bahaya jika tidak ditangani secara profesional.

Setelah menerima laporan, Kabid Damkar Satpol, bersama tim yang dilengkapi peralatan penangkap satwa, langsung menuju lokasi. Proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati, mengingat ukuran ular yang signifikan. Tim menggunakan sarung tangan pelindung, tali penangkap khusus, dan wadah penampungan yang aman. Ular tersebut berhasil dipindahkan ke tempat penampungan sementara yang dikelola oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Ciamis untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Insiden kedua terjadi tak lama setelahnya di Jalan Raya Ahmad Yani, sebuah jalan utama yang melintasi kawasan perumahan padat. Seorang warga melaporkan keberadaan biawak berukuran sekitar satu setengah meter yang tampak berusaha masuk ke dalam rumah tetangganya. Biawak, meskipun tidak berbahaya bagi manusia, dapat menimbulkan kerusakan pada properti dan menimbulkan ketakutan di kalangan penduduk.

Tim Damkar kembali dikerahkan, kali ini berkoordinasi dengan Satpol PP setempat. Mengingat sifat lincah biawak, petugas menggunakan jaring penangkap yang dirancang khusus untuk reptil. Biawak berhasil ditangkap tanpa cedera dan dipindahkan ke fasilitas penangkaran satwa lokal untuk dipelihara sementara hingga dapat dilepas kembali ke habitat alaminya.

Berikut rangkaian langkah yang diambil tim Damkar dalam kedua evakuasi tersebut:

  • Peninjauan lokasi dan verifikasi laporan warga.
  • Penyusunan tim penangkap dengan peralatan pelindung lengkap.
  • Penerapan prosedur penangkapan yang memperhatikan keselamatan hewan dan manusia.
  • Pengangkutan satwa ke tempat penampungan sementara yang memenuhi standar keamanan.
  • Koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Satpol PP untuk penanganan lanjutan.

Ketua Damkar Kabupaten Ciamis menegaskan pentingnya edukasi masyarakat mengenai satwa liar yang dapat muncul di lingkungan permukiman. “Kehadiran satwa seperti ular sanca atau biawak di area pemukiman bukanlah hal yang asing, terutama ketika habitat alami mereka terganggu. Kami selalu siap memberikan respons cepat, namun pencegahan melalui kesadaran warga menjadi kunci utama,” ungkapnya dalam konferensi pers singkat.

Selain menanggapi insiden secara teknis, pihak berwenang juga menyoroti perlunya konservasi dan penanganan satwa liar secara berkelanjutan. Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Ciamis berencana mengadakan sosialisasi tentang cara mengidentifikasi satwa berpotensi berbahaya, prosedur pelaporan, serta pentingnya tidak melakukan penanganan mandiri yang dapat membahayakan diri sendiri maupun satwa.

Evakuasi yang berhasil dalam waktu singkat ini mendapat apresiasi dari warga setempat. Beberapa warga mengaku merasa lebih tenang setelah mengetahui bahwa petugas berkompeten dan siap membantu saat terjadi situasi serupa. Mereka juga berharap agar program edukasi dapat menjangkau lebih banyak kawasan, khususnya yang berbatasan dengan hutan atau lahan pertanian.

Kasus ini menegaskan kembali peran strategis Damkar tidak hanya dalam memadamkan api, melainkan juga dalam menangani situasi darurat yang melibatkan satwa liar. Keberhasilan dua evakuasi dalam satu hari menunjukkan kesiapan tim, koordinasi lintas sektoral, serta komitmen terhadap keamanan dan kesejahteraan masyarakat.

Ke depan, pihak berwenang berencana memperkuat jaringan komunikasi antara pemukiman, petugas lapangan, dan lembaga konservasi. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat respons terhadap laporan serupa, meminimalisir potensi konflik antara manusia dan satwa, serta menjaga keseimbangan ekosistem lokal.

Dengan pendekatan yang holistik, diharapkan kejadian serupa dapat diminimalisir, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi warga dan lebih menghormati keberadaan satwa liar yang menjadi bagian integral dari keanekaragaman hayati wilayah Ciamis.

Related Post