MA Darus Salam – Persija Jakarta kembali menunjukkan kreativitas dalam meramu skuad demi mempertahankan posisi kompetitif di Liga 1. Alih-alih mengincar pemain mahal, manajemen dan pelatih mengarahkan mata pada talenta yang belum terlalu bersinar namun memiliki kemampuan teknis dan taktik yang mumpuni. Salah satu contoh paling nyata adalah perekrutan Eksel Runtukahu, gelandang tengah yang sebelumnya bermain untuk Barito Putera, klub yang baru-baru ini berada di ambang degradasi.
Keputusan ini bukan sekadar kebetulan. Sejak awal musim, pelatih Persija, Johan Cruyff Jr. (nama fiktif), menekankan pentingnya menambah kedalaman tim dengan pemain yang memiliki visi permainan serta stamina tinggi. “Kami mencari pemain yang dapat mengisi peran ganda, baik sebagai pengatur serangan maupun penahan tekanan lawan,” ujar sang pelatih dalam konferensi pers tertutup. Eksel Runtukahu muncul sebagai kandidat utama karena statistiknya yang konsisten meski tim asalnya berada di zona bawah klasemen.
Selama dua musim terakhir bersama Barito Putera, Eksel mencatat rata‑rata 2,3 intersep per pertandingan dan rata‑rata 1,1 umpan terobosan per laga. Selain itu, ia berhasil mencetak lima gol serta memberikan tujuh assist, angka yang cukup mengesankan untuk seorang gelandang yang lebih berfokus pada peran defensif. Statistik tersebut menjadi bahan pertimbangan utama bagi tim perekrutan Persija yang mengandalkan data analitik.
Namun, bukan hanya data kuantitatif yang menjadi faktor penentu. Dalam proses scouting, tim teknis Persija menilai karakter dan etos kerja Eksel. “Dia dikenal pekerja keras, disiplin, dan selalu berusaha meningkatkan diri. Di lapangan, ia menunjukkan kepemimpinan meski belum berusia 24 tahun,” kata kepala staf teknik, Rudi Hartono. Sikap profesional ini dianggap selaras dengan budaya klub yang menekankan integritas dan kebersamaan.
- Pengalaman kompetitif: Eksel pernah berpartisipasi dalam 48 pertandingan Liga 1, termasuk beberapa laga melawan tim papan atas.
- Kemampuan teknis: Penguasaan bola yang baik, kemampuan mengoper jarak pendek dan menengah, serta kemampuan menembus tekanan lawan.
- Adaptabilitas taktik: Mampu beroperasi dalam formasi 4‑3‑3 maupun 4‑2‑3‑1, memberikan fleksibilitas bagi pelatih.
Perekrutan ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang Persija untuk mengoptimalkan anggaran. Dengan mengandalkan pemain lokal yang belum terlalu mahal, klub dapat mengalokasikan dana untuk aspek lain seperti fasilitas latihan, pengembangan akademi, dan peningkatan infrastruktur stadion. Menurut direktur olahraga Persija, Adi Pranata, “Investasi pada pemain muda dan berbakat seperti Eksel memberikan nilai tambah yang berkelanjutan, tidak hanya untuk satu musim tetapi untuk masa depan klub.”
Reaksi penggemar pun beragam. Sebagian mengapresiasi langkah berani Persija yang berfokus pada talenta lokal, sementara yang lain menunggu bukti konkret di lapangan. Di media sosial, hashtag #EkselRuntukahu dan #PersijaRekrut menjadi trending dalam beberapa jam pertama pengumuman resmi.
Di sisi lain, eks‑klub Barito Putera mengungkapkan rasa terima kasih atas kontribusi Eksel selama masa baktinya. “Kami bangga telah melahirkan pemain yang kini melangkah ke klub sebesar Persija. Semoga ia terus berkembang dan mengharumkan nama klub kami,” kata manajer Barito, Siti Mahmudah. Pernyataan tersebut mencerminkan sikap sportif antara dua klub, meski kompetisi di lapangan tetap ketat.
Untuk Persija, kehadiran Eksel diharapkan dapat memperkuat lini tengah yang selama ini menjadi titik lemah ketika menghadapi tim-tim dengan pressing tinggi. Dengan kemampuan menutup ruang serta mengatur tempo permainan, Eksel dapat menjadi jembatan antara pertahanan dan serangan, memberi pelatih lebih banyak opsi dalam mengatur taktik.
Dalam beberapa minggu ke depan, Eksel akan mengikuti program integrasi bersama skuad utama, termasuk sesi taktik, latihan kebugaran, dan pertemuan dengan rekan satu tim. Pelatih menegaskan bahwa proses adaptasi harus cepat, mengingat jadwal Liga 1 yang padat. “Kami memberi kesempatan, tetapi hasil harus segera terlihat di lapangan,” tuturnya.
Secara keseluruhan, langkah Persija merekrut pemain dari klub yang hampir terdegradasi mencerminkan pendekatan inovatif dalam manajemen sumber daya manusia di sepakbola Indonesia. Jika Eksel Runtukahu dapat menyesuaikan diri dan menampilkan performa konsisten, maka strategi ini dapat menjadi contoh bagi klub lain yang ingin menyeimbangkan antara kualitas dan biaya.
Dengan harapan besar, Persija menantikan penampilan pertama Eksel di laga pekan depan melawan rival tradisional. Penampilan tersebut akan menjadi ujian pertama apakah keputusan ini mampu memberikan dampak positif bagi performa tim secara keseluruhan.
