MA Darus Salam – PSMS Medan kembali menegaskan tekadnya untuk menempati posisi teratas klasemen setelah menyelesaikan laga kemenangan penting melawan Sriwijaya FC pada Selasa, 21 April 2026. Kemenangan tersebut tidak hanya menambah tiga poin penting, tetapi juga membuka peluang bagi tim untuk mengubah arah persaingan di Liga 2. Pelatih kepala Eko Pujianto menegaskan bahwa setiap pertandingan yang tersisa akan diperlakukan seolah‑olah merupakan laga final, karena target akhir musim menuntut performa konsisten dan maksimal.
“Dalam situasi sekarang ini, apapun masih bisa terjadi karena kompetisi belum selesai dan semua tim masih punya peluang,” ujar Eko Pujianto dalam konferensi pers pasca pertandingan. Pernyataan tersebut mencerminkan pandangan realistis pelatih, sekaligus menanamkan semangat kompetitif di antara para pemain. Menurutnya, persaingan masih sangat terbuka dan tidak ada tim yang dapat menganggap remeh lawan lainnya, termasuk PSMS Medan yang kini berada pada posisi strategis namun belum mengamankan tempat di puncak.
Sebelum melawan Sriwijaya, Eko telah menekankan pentingnya mentalitas “final” kepada seluruh skuad. “Sejak sebelum pertandingan melawan Sriwijaya, saya sudah sampaikan bahwa semua pemain harus punya tekad untuk mengambil poin di setiap pertandingan yang tersisa,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa disiplin taktik, kebugaran fisik, dan konsistensi mental menjadi tiga pilar utama yang harus dijaga hingga akhir musim.
Strategi PSMS Medan di lapangan menampilkan formasi 4‑3‑3 yang fleksibel, dengan fokus pada tekanan tinggi dan transisi cepat. Pemain sayap kiri dan kanan diberikan kebebasan untuk memotong ke dalam kotak penalti, sementara striker utama diminta menahan bola untuk menghubungkan serangan dengan gelandang tengah yang memiliki kemampuan mengatur tempo. Pendekatan ini terbukti efektif pada laga melawan Sriwijaya, di mana PSMS mencatat dua gol penting yang mengunci kemenangan.
Namun, Eko tidak menutup kemungkinan adanya tantangan berat di sisa kalender kompetisi. Tim-tim rival seperti Persiraja Banda Aceh, Semen Padang, dan Persis Solo masih memiliki skuad yang berbahaya dan mampu mencuri poin secara tiba‑tiba. “Kita tentu ingin mendapatkan hasil yang terbaik untuk PSMS, apakah itu bisa finis di peringkat satu atau dua, itu yang kita kejar,” kata Eko sambil menegaskan fokus utama tetap pada kemenangan di setiap laga.
Para pemain pun merespons arahan tersebut dengan antusias. Gelandang senior, Rudi Hartono, menyatakan bahwa atmosfer di ruang ganti kini penuh dengan semangat juang. “Setiap kali kami masuk lapangan, kami merasa seperti berada di laga final. Kami tidak mau memberi ruang bagi lawan,” ujarnya. Sementara penyerang muda, Dimas Pratama, menambahkan bahwa tekanan tersebut justru memicu peningkatan performa individu maupun kolektif.
Statistik tim selama lima pertandingan terakhir menunjukkan tren positif. PSMS mencatat rata‑rata penguasaan bola 58%, akurasi operan 84%, dan tembakan tepat sasaran 6 per pertandingan. Selain itu, pertahanan juga menunjukkan perbaikan signifikan dengan rata‑rata kebobolan turun menjadi 0,8 gol per laga, berkat kerja keras lini belakang yang dipimpin oleh kapten Andi Suryadi.
Di luar lapangan, manajemen klub memberikan dukungan penuh terhadap visi pelatih. Direktur Olahraga, Hendra Wijaya, menegaskan bahwa klub akan memastikan semua kebutuhan logistik, medis, dan fasilitas latihan terpenuhi secara optimal. “Kami percaya pada proses yang dibangun oleh pelatih dan pemain. Kami siap memberikan segala yang diperlukan agar PSMS Medan dapat melaju ke puncak klasemen,” tuturnya.
Dengan jadwal sisa kompetisi yang masih menantang, PSMS Medan akan menghadapi tiga pertandingan lagi sebelum penutupan liga. Pertandingan berikutnya melawan Persiraja Banda Aceh diprediksi akan menjadi ujian mental yang berat, mengingat rival tersebut memiliki catatan pertahanan yang solid. Selanjutnya, PSMS akan menurunkan taktik ofensif melawan Semen Padang, tim yang dikenal dengan serangan balik cepat. Pertarungan terakhir melawan Persis Solo akan menjadi penentu apakah PSMS dapat mengamankan tempat di peringkat dua atau bahkan menantang pemimpin klasemen secara langsung.
Secara keseluruhan, sikap optimis dan fokus pada setiap laga sebagai final menjadi kunci utama PSMS Medan dalam mengejar target tinggi. Jika tim dapat mempertahankan konsistensi yang telah ditunjukkan selama beberapa minggu terakhir, peluang untuk finis di peringkat satu atau dua tampak semakin realistis. Para pendukung pun menantikan aksi-aksi menegangkan di sisa kompetisi, berharap tim kesayangan dapat menutup musim dengan prestasi gemilang.
Dengan kombinasi taktik cerdas, mental juara, dan dukungan penuh dari manajemen serta suporter, PSMS Medan berada pada posisi yang menguntungkan untuk mengukir sejarah baru di Liga 2. Semua mata kini tertuju pada perjuangan akhir mereka, di mana setiap poin akan menentukan apakah mereka berhasil menggapai puncak atau harus kembali berjuang di musim berikutnya.
