Garut Siapkan Lebih Banyak Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi: Penjelasan Bupati tentang Potensi Energi Terbarukan

Liana Ulrica

April 21, 2026

MA Darus Salam – Kabupaten Garut, Jawa Barat, kembali menjadi sorotan nasional setelah Bupati Garut menyampaikan rencana penambahan pembangkit listrik tenaga panas bumi di wilayahnya. Dalam sebuah pertemuan dengan para pemangku kepentingan energi, Bupati menegaskan bahwa Garut memiliki peluang besar untuk memperkuat posisi sebagai pusat energi terbarukan Indonesia.

Bupati Garut, H. Dedi Supriyadi, menjelaskan bahwa dua proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi telah beroperasi dengan kapasitas total sekitar 100 megawatt. Kedua proyek tersebut dikelola oleh perusahaan energi nasional dan swasta yang telah menandatangani kontrak kerja sama jangka panjang dengan pemerintah daerah.

“Kami menilai bahwa potensi yang ada masih jauh di bawah maksimum yang dapat dihasilkan,” ujar Bupati Dedi dalam sambutannya. “Dengan dukungan kebijakan yang tepat, investasi, dan teknologi modern, Garut dapat menambah kapasitas produksi listrik panas bumi minimal 200 megawatt dalam lima tahun ke depan.”

Beberapa faktor utama yang mendorong ekspansi tersebut antara lain:

  • Ketersediaan sumber daya panas bumi: Wilayah Garut memiliki lebih dari 1.200 megawatt potensi energi panas bumi yang masih dapat dikembangkan.
  • Dukungan regulasi: Pemerintah pusat telah mengeluarkan kebijakan insentif fiskal bagi pengembang energi terbarukan, termasuk pemotongan pajak dan kemudahan perizinan.
  • Permintaan listrik yang meningkat: Pertumbuhan industri kecil dan menengah di Garut serta kebutuhan listrik rumah tangga yang terus naik menuntut pasokan energi yang stabil dan bersih.

Selain manfaat lingkungan, penambahan pembangkit listrik tenaga panas bumi diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru, baik secara langsung di sektor konstruksi dan operasional, maupun secara tidak langsung melalui rantai pasokan lokal. Bupati menambahkan bahwa prioritas utama pemerintah daerah adalah melibatkan UMKM setempat dalam proses pembangunan, misalnya dengan mengutamakan pemasok material dan jasa dari wilayah Garut.

Untuk memastikan keberlanjutan proyek, pemerintah daerah juga berkoordinasi dengan lembaga penelitian dan universitas setempat. Tim riset akan melakukan studi kelayakan teknis, dampak lingkungan, serta analisis ekonomi yang komprehensif. Hasil studi tersebut akan menjadi dasar dalam penyusunan rencana induk energi daerah (RIDE) yang terintegrasi dengan target Nasional Energi Terbarukan 2025.

Dalam konteks nasional, peningkatan kapasitas energi panas bumi di Garut sejalan dengan komitmen Indonesia untuk mengurangi emisi karbon dan meningkatkan porsi energi terbarukan dalam bauran energi nasional menjadi 23% pada tahun 2025. Energi panas bumi dianggap sebagai salah satu sumber energi terbersih karena tidak menghasilkan emisi karbon selama proses pembangkitan listrik.

Para ahli energi menilai bahwa keberhasilan proyek ini sangat bergantung pada kesinambungan kebijakan pemerintah, transparansi dalam proses lelang, serta kepastian hukum bagi investor. “Kita perlu memastikan bahwa semua pihak, mulai dari pemerintah pusat, daerah, hingga swasta, berkomitmen pada standar lingkungan dan sosial yang tinggi,” kata Dr. Ananda Pratama, pakar energi terbarukan Universitas Padjadjaran.

Selain itu, Bupati Garut menekankan pentingnya edukasi publik mengenai manfaat energi panas bumi. Program sosialisasi akan diluncurkan di sekolah-sekolah, komunitas, dan media lokal untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang keamanan, efisiensi, dan kontribusi energi panas bumi terhadap pengurangan polusi udara.

Dengan langkah-langkah tersebut, Garut berambisi tidak hanya menjadi produsen energi terbarukan, tetapi juga menjadi contoh sukses dalam pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan. Harapan besar ditempatkan pada sinergi antara pemerintah, sektor swasta, akademisi, dan masyarakat luas untuk mewujudkan visi tersebut.

Jika semua rencana berjalan sesuai jadwal, dalam kurun waktu sepuluh tahun ke depan Garut dapat menambah kapasitas pembangkit listrik tenaga panas bumi hingga lebih dari 500 megawatt, menjadikannya salah satu kontributor utama energi bersih di Pulau Jawa.

Related Post