Komisi II DPRD Kota Banjar Dorong Optimalisasi PAD di Labkesda untuk Tingkatkan Pelayanan Kesehatan

Itlak Assala

April 21, 2026

MA Darus SalamKota Banjar, Jawa Barat – Pada Selasa, 21 April 2026, anggota Komisi II DPRD Kota Banjar, Emat Siti Muludjum, menyampaikan dorongan kuat untuk melakukan optimalisasi PAD pada Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda). Pernyataan tersebut disampaikan usai kunjungan kerja ke Mitra Komisi, yang menyoroti pentingnya meningkatkan sumber pendapatan daerah melalui layanan kesehatan yang lebih efisien.

Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi tulang punggung keuangan pemerintah kota dalam membiayai berbagai program pembangunan. Dalam konteks kesehatan, Labkesda berperan sebagai ujung tombak dalam penyediaan layanan diagnostik, pengujian laboratorium, serta pemantauan kualitas air dan makanan. Oleh karena itu, pemanfaatan potensi pendapatan dari sektor pelayanan Labkesda dianggap strategis untuk menambah kas daerah.

Emat Siti Muludjum menegaskan bahwa masih terdapat ruang signifikan bagi Labkesda untuk meningkatkan pendapatan melalui tarif layanan yang lebih kompetitif, pengembangan paket pemeriksaan kesehatan, serta kerjasama publik‑swasta. “Kami ingin memastikan setiap layanan yang diberikan tidak hanya memberikan nilai kesehatan bagi masyarakat, tetapi juga berkontribusi pada keberlanjutan finansial daerah,” ujarnya dalam rapat kerja.

Dalam usulan yang dipaparkan, Komisi II menyoroti tiga pilar utama untuk mencapai optimalisasi PAD Labkesda: pertama, peninjauan kembali struktur tarif layanan laboratorium agar sejalan dengan standar nasional namun tetap menarik bagi warga; kedua, pengembangan layanan tambahan seperti skrining penyakit tidak menular yang dapat menjadi paket premium; ketiga, peningkatan kualitas pelayanan melalui pelatihan tenaga kerja dan investasi peralatan modern yang dapat meningkatkan kecepatan serta akurasi hasil pemeriksaan.

Berikut beberapa langkah konkret yang diusulkan:

  • Penyesuaian tarif layanan dasar sebesar 10‑15 persen, disertai sosialisasi kepada publik untuk menjaga transparansi.
  • Pengenalan paket pemeriksaan kesehatan keluarga yang mencakup skrining gula darah, kolesterol, dan tekanan darah dengan harga paket yang lebih bersaing.
  • Kerjasama dengan rumah sakit swasta dan klinik kesehatan untuk penggunaan fasilitas Labkesda pada jam non‑operasional, sehingga meningkatkan pemanfaatan aset.
  • Implementasi sistem manajemen informasi laboratorium berbasis digital untuk mempercepat proses billing dan pelaporan keuangan.

Jika langkah‑langkah tersebut dapat diimplementasikan, diproyeksikan Labkesda dapat menambah pendapatan tahunan hingga 20‑30 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini dapat berkontribusi signifikan pada anggaran kota, terutama untuk program-program prioritas seperti pembangunan puskesmas, peningkatan fasilitas kesehatan di wilayah terpencil, dan subsidi layanan kesehatan bagi keluarga kurang mampu.

Selain aspek finansial, optimalisasi PAD juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan. Dengan pendapatan tambahan, Labkesda dapat memperbaharui peralatan laboratorium, meningkatkan kompetensi teknisi melalui pelatihan bersertifikat, dan memperluas jam operasional. Hal ini akan berdampak pada penurunan waktu tunggu hasil pemeriksaan, meningkatkan akurasi diagnostik, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan daerah.

Pemerintah Kota Banjar, melalui Dinas Kesehatan, diperkirakan akan berperan sebagai fasilitator dalam proses penyesuaian tarif dan penyusunan regulasi yang mendukung. Koordinasi lintas sektor antara DPRD, Dinas Kesehatan, serta manajemen Labkesda menjadi kunci keberhasilan inisiatif ini. Komisi II DPRD Kota Banjar menegaskan kesiapan untuk memantau pelaksanaan dan memberikan rekomendasi kebijakan lebih lanjut.

Secara keseluruhan, dorongan optimalisasi PAD di Labkesda mencerminkan upaya strategis pemerintah daerah dalam mengoptimalkan potensi internal untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Dengan menggabungkan kebijakan tarif yang adil, inovasi layanan, serta peningkatan kualitas operasional, Labkesda diharapkan tidak hanya menjadi sumber pendapatan, tetapi juga pusat layanan kesehatan yang modern dan terpercaya bagi seluruh warga Kota Banjar.

Related Post