MA Darus Salam – 17 April 2026 | JAKARTA – Pemerintah menegaskan bahwa program ambisius 3 Juta Rumah, yang diusulkan oleh Presiden Prabowo Subianto, dapat menumbuhkan efek berantai yang signifikan bagi perekonomian Indonesia. Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari, menyoroti bahwa inisiatif ini bukan sekadar menambah stok hunian, melainkan memicu peningkatan permintaan di ratusan industri turunan serta penciptaan lapangan kerja secara langsung dan tidak langsung.
Di sisi hulu, pembangunan rumah meningkatkan pemakaian material dasar seperti semen, baja ringan, keramik, batu bata, genteng, dan cat. Sementara di sisi hilir, permintaan meluas ke sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang memproduksi furnitur, peralatan elektronik rumah tangga, serta jasa desain interior, asuransi, dan perbankan. Berikut adalah contoh beberapa industri yang terlibat:
- Industri semen dan bahan bangunan
- Industri baja ringan dan logam konstruksi
- Produsen keramik, batu bata, dan genteng
- Perusahaan cat dan pelapis
- UMKM furnitur dan perabot rumah
- Produsen alat elektronik rumah tangga
- Jasa desain interior
- Perusahaan asuransi properti
- Lembaga perbankan yang menyediakan kredit pemilikan rumah
Peningkatan permintaan pada sektor hilir diperkirakan akan semakin signifikan setelah proses serah terima rumah selesai. Pada tahap ini, pemilik rumah akan membutuhkan layanan tambahan seperti perabotan, peralatan elektronik, serta perlindungan asuransi, yang pada gilirannya menambah volume transaksi di sektor jasa.
Program ini juga menjadi katalisator penciptaan lapangan kerja yang luas. Setiap unit rumah tapak yang dibangun melibatkan antara lima hingga tujuh pekerja, baik secara langsung maupun tidak langsung. Pekerja yang terlibat meliputi tenaga konstruksi, arsitek, insinyur sipil, mandor, pekerja pabrik material, sopir logistik, hingga pelaku sektor informal seperti pedagang makanan di sekitar lokasi proyek. “Program ini telah menciptakan ekosistem ekonomi baru yang membuka peluang kerja riil bagi masyarakat,” pungkas Qodari.
Dengan skema pembangunan yang terintegrasi, pemerintah berharap Program 3 Juta Rumah tidak hanya menambah stok hunian, tetapi juga menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional. Efek berantai yang dihasilkan diharapkan dapat menggerakkan aktivitas produksi, meningkatkan pendapatan rumah tangga, serta memperluas basis pajak melalui peningkatan kegiatan usaha.
Secara keseluruhan, inisiatif ini menegaskan komitmen pemerintah dalam mengoptimalkan potensi domestik untuk memperkuat ketahanan ekonomi. Dengan melibatkan ratusan industri dan menciptakan jutaan lapangan kerja, Program 3 Juta Rumah berpotensi menjadi pendorong utama pemulihan ekonomi pasca pandemi serta mempercepat pencapaian target pertumbuhan nasional.











