PSIM Yogyakarta Siapkan Strategi Khusus Hadapi Bhayangkara FC di Laga Penentu BRI Super League 2025/26

Humeera arishanti

April 18, 2026

PSIM Yogyakarta Siapkan Strategi Khusus Hadapi Bhayangkara FC di Laga Penentu BRI Super League 2025/26
PSIM Yogyakarta Siapkan Strategi Khusus Hadapi Bhayangkara FC di Laga Penentu BRI Super League 2025/26

MA Darus Salam – 18 April 2026 | PSIM Yogyakarta akan kembali menguji ketangguhan skuadnya pada pekan ke-28 kompetisi BRI Super League 2025/26 ketika dijamu oleh Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, pada Jumat sore 17 April pukul 15.30 WIB. Pertandingan ini menjadi sorotan karena keduanya berada di posisi menengah klasemen, namun kedatangan Bhayangkara FC yang sedang berada di peringkat lima menambah tingkat kesulitan bagi Laskar Mataram.

Meski masuk dalam kondisi tidak lengkap, pelatih asal Belanda, Jean Paul Van Gastel, menegaskan bahwa PSIM tidak akan mengurangi konsentrasi. Dua bek utama, Franco Ramos Mingo dan Yusaku Yamadera, harus absen setelah menumpuk kartu kuning yang menjerat mereka. Sementara itu, gelandang Rakhmatsho Rakhmatzoda dan penyerang Anton Fase masih harus menepi karena cedera yang belum pulih sepenuhnya. Absennya empat pemain kunci tersebut menimbulkan pertanyaan besar tentang bagaimana strategi pertahanan dan serangan PSIM akan diatur pada laga penting ini.

Di klasemen sementara, PSIM menempati urutan kesembilan dengan perolehan 38 poin. Tim yang mewakili Kota Gudeg ini baru saja menelan kekalahan tipis 1-2 dari PSM Makassar di kandang pada pertemuan sebelumnya. Kekalahan tersebut menambah catatan kurang mengesankan dalam sepuluh pertandingan terakhir, di mana hanya satu kemenangan (mengalahkan PSBS Biak 4-2), lima hasil imbang, dan empat kekalahan yang tercatat. Statistik tersebut menegaskan bahwa PSIM masih mencari formula kemenangan yang konsisten.

Dalam konferensi pers pra-pertandingan pada Kamis (16/4), Van Gastel menegaskan bahwa persiapan tim tetap berjalan normal meski kehilangan dua pemain penting karena akumulasi kartu kuning. “Kami kehilangan dua pemain karena akumulasi. Namun, anak-anak sudah tahu bagaimana cara bermain kami dan itu yang kami minta sejak awal kompetisi. Pemain harus siap saat dibutuhkan tim,” ujarnya. Pernyataan tersebut mengisyaratkan bahwa pelatih mengandalkan kedalaman skuad dan fleksibilitas taktik untuk mengatasi kekosongan di lini belakang.

Selain itu, Van Gastel tak menutup mata terhadap ancaman yang dibawa Bhayangkara FC. Tim yang kini berada di peringkat kelima dengan 44 poin menunjukkan peningkatan signifikan sejak putaran pertama. Mereka mencatat 21 poin pada fase awal, kemudian menambah enam pemain baru pada putaran kedua, sehingga total poin mereka naik menjadi 23 pada fase kedua. “Bhayangkara FC adalah tim yang sangat impresif. Mereka mencatat 21 poin di putaran pertama dan kemudian memasukkan enam pemain baru di putaran kedua. Sekarang mereka sudah mengumpulkan 23 poin. Ini adalah tim yang berbeda dibandingkan dengan laga pertama di Yogyakarta,” kata Van Gastel.

Fokus utama PSIM, menurut pelatih, adalah lini depan Bhayangkara FC yang memiliki pemain-pemain bertubuh besar dan kecepatan tinggi. “Kita harus mewaspadai tiga pemain depan mereka yang berbahaya, terutama saat kita menguasai bola. Jangan sampai kita melakukan kesalahan yang bisa dimanfaatkan Bhayangkara FC dalam momen transisi. Kami harus sangat berhati-hati,” tegas Van Gastel. Ia menambahkan pentingnya disiplin defensif serta kemampuan tim untuk melakukan pressing yang tepat, agar tidak memberi ruang bagi lawan melakukan serangan balik cepat.

Secara taktis, Van Gastel diprediksi akan menyesuaikan formasi menjadi 4-2-3-1 dengan dua gelandang bertahan yang lebih fokus pada penutupan ruang. Bek tengah yang tersisa akan diharapkan mampu menutup celah yang ditinggalkan oleh Franco dan Yamadera. Sementara di lini serang, PSIM kemungkinan akan mengandalkan kecepatan sayap kanan dan kiri serta menyiapkan striker alternatif yang dapat mengeksekusi peluang di dalam kotak penalti.

Bhayangkara FC, di sisi lain, dipimpin oleh pelatih yang menekankan pada permainan serba cepat dan penetrasi lewat sayap. Dengan tambahan pemain baru, mereka memiliki kedalaman skuad yang memungkinkan rotasi pemain tanpa mengorbankan kualitas. Tiga penyerang utama mereka dikenal memiliki kemampuan duel udara yang kuat serta kecepatan dalam transisi, sehingga menjadi ancaman utama bagi pertahanan PSIM yang sudah berkurang.

Jika melihat catatan pertemuan sebelumnya, Bhayangkara FC berhasil mengendalikan permainan melalui tekanan tinggi dan penguasaan bola yang konsisten. Namun, PSIM memiliki potensi untuk mengeksploitasi ruang-ruang kosong di lini pertahanan lawan melalui serangan balik yang terorganisir, terutama mengingat mereka akan bermain di stadion tandang.

Dengan menatap hasil akhir pekan ini, PSIM harus mengoptimalkan setiap peluang, menjaga konsentrasi defensif, dan mengeksekusi serangan dengan presisi. Kemenangan di laga ini tidak hanya akan menambah tiga poin penting, tetapi juga dapat mengubah dinamika klasemen menengah, memberi dorongan moral bagi skuad yang sedang mencari momentum.

Kesimpulannya, pertandingan antara PSIM Yogyakarta dan Bhayangkara FC akan menjadi ujian berat bagi kedua tim. PSIM harus mengatasi kekosongan di lini belakang, tetap waspada terhadap lini depan lawan yang berbahaya, dan memanfaatkan kecepatan serta kedisiplinan taktik untuk meraih hasil positif. Sementara Bhayangkara FC akan berusaha mempertahankan posisi lima teratas dengan mengandalkan kedalaman skuad dan serangan yang dinamis. Pertarungan di Stadion PKOR Sumpah Pemuda ini menjanjikan aksi sepakbola yang intens dan penuh strategi.

Related Post