Reva Adi Utama Optimis Bantu PSIM Yogyakarta Kumpulkan Poin di Laga Tandang Lawan Bhayangkara FC

Cyril Shaman

April 17, 2026

Reva Adi Utama Optimis Bantu PSIM Yogyakarta Kumpulkan Poin di Laga Tandang Lawan Bhayangkara FC
Reva Adi Utama Optimis Bantu PSIM Yogyakarta Kumpulkan Poin di Laga Tandang Lawan Bhayangkara FC

MA Darus Salam – 18 April 2026 | Pemain berbakat PSIM Yogyakarta, Reva Adi Utama, menegaskan kesiapan penuh timnya menjelang pekan ke-28 BRI Super League 2025/26. Pertandingan akan digelar di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, pada sore hari Jumat, 17 April, ketika PSIM menjadi tamu bagi Bhayangkara Presisi Lampung FC. Reva menyatakan tekadnya untuk berkontribusi secara maksimal demi meraih tiga poin penting di laga tandang yang kian menantang.

“Persiapan kami selama dua minggu terakhir sangat intens. Kami telah mengatur taktik, meningkatkan kebugaran, dan menyiapkan mental untuk menghadapi Bhayangkara FC. Semua anggota tim berada dalam kondisi prima dan kami siap memberikan penampilan terbaik,” ujar Reva Adi Utama dengan keyakinan yang kuat. Pernyataan tersebut menggarisbawahi komitmen kolektif PSIM dalam mengubah situasi klasemen yang masih berada di posisi ke-9 dengan 38 poin.

Reva, yang berasal dari Makassar, memiliki ikatan khusus dengan Lampung. Beberapa musim lalu, ia pernah memperkuat Badak Lampung FC, klub yang pernah berkompetisi di tingkatan tertinggi sepakbola Indonesia. “Saya pernah bermain di kota ini meski dengan nama klub yang berbeda. Masyarakat Lampung sangat ramah dan saya selalu memiliki kenangan positif di sini,” kata Reva, menambah rasa familiaritasnya dengan venue serta atmosfer lokal yang dapat menjadi keuntungan psikologis bagi tim.

Menjelang pertandingan, PSIM harus menghadapi sejumlah kendala. Dua bek utama, Franco Ramos Mingo dan Yusaku Yamadera, terpaksa absen karena akumulasi kartu kuning, sementara gelandang Rakhmatsho Rakhmatzoda serta penyerang Anton Fase masih menepi karena cedera. Kekosongan tersebut menuntut penyesuaian taktik, terutama dalam menjaga lini pertahanan dan menciptakan peluang serangan.

Selain itu, PSIM baru saja mengalami kekalahan tipis 1-2 dari PSM Makassar di kandang pada laga sebelumnya. Kekalahan itu menambah tekanan, mengingat tim belum mampu memutuskan rentetan 10 pertandingan tanpa kemenangan. Dari 10 pertemuan terakhir, PSIM hanya mencatat satu kemenangan, lima hasil imbang, dan empat kekalahan, mencerminkan kebutuhan mendesak untuk mengubah tren negatif.

Reva mengakui bahwa setiap pertandingan kini terasa seperti final. “Ada tekanan, ada emosi, tetapi kami harus tetap tenang. Kami harus lebih dewasa dalam mengambil keputusan di lapangan, menghindari tindakan yang dapat merugikan tim,” ungkapnya. Ia menekankan pentingnya kontrol mental, terutama menghadapi situasi-situasi krusial yang dapat menentukan hasil akhir.

Selama delapan laga terakhir, Reva lebih sering berada di bangku cadangan, namun peran kepemimpinannya tetap terasa. Sebelumnya, ia memegang kapten tim sejak pekan pertama hingga pekan ke-19, menunjukkan pengaruhnya dalam dinamika tim. Pada laga melawan Bhayangkara FC, ia bertekad untuk kembali menjadi figur kunci, baik melalui kontribusi ofensif maupun pengorganisasian lini belakang.

Bhayangkara Presisi Lampung FC, lawan yang akan dihadapi, juga tidak mudah. Klub tersebut menunjukkan performa solid di liga, dengan catatan pertempuran yang mengandalkan kecepatan serangan sayap serta disiplin taktis. PSIM harus menyiapkan strategi yang dapat mengeksploitasi celah di lini pertahanan Bhayangkara, sekaligus menahan serangan balik yang cepat.

Pelatih PSIM, yang tidak disebutkan namanya dalam laporan, diperkirakan akan mengandalkan formasi fleksibel, memanfaatkan kecepatan pemain sayap serta mengoptimalkan peran gelandang bertahan untuk menutup ruang-ruang yang dapat dimanfaatkan lawan. Pemain muda yang menonjol di skuad PSIM juga diharapkan dapat memberikan energi tambahan, terutama dalam situasi serangan transisi.

Secara statistik, Bhayangkara FC mencatat rata-rata penguasaan bola yang cukup tinggi dalam lima pertandingan terakhir, dengan persentase di atas 55 persen. Mereka juga menunjukkan efektivitas dalam penyelesaian akhir, mencetak gol pada hampir setiap pertandingan. PSIM perlu meningkatkan akurasi operan serta ketajaman finishing untuk menyaingi statistik tersebut.

Selain faktor taktik, dukungan suporter lokal di Lampung dapat menjadi faktor penentu. Masyarakat Lampung dikenal ramah, namun mereka juga menuntut penampilan maksimal dari tim tuan rumah. Reva mengakui pentingnya atmosfer stadion dalam memotivasi pemain. “Suasana di sini sangat mendukung, dan kami ingin memberi mereka pertunjukan yang layak mereka saksikan,” katanya.

Dengan hanya menyisakan tujuh laga lagi sebelum akhir musim, setiap poin menjadi sangat krusial bagi PSIM. Poin yang berhasil dikumpulkan tidak hanya meningkatkan posisi klasemen, tetapi juga dapat memengaruhi moral tim menjelang fase penutup. Reva menutup pernyataannya dengan optimisme tinggi, menegaskan bahwa tim siap menghadapi tekanan dan mengeksekusi rencana yang telah dipersiapkan.

Jika PSIM mampu mengamankan kemenangan atau setidaknya meraih poin imbang, mereka dapat menutup musim dengan catatan yang lebih baik, sekaligus memberikan harapan baru bagi suporter. Sebaliknya, kegagalan untuk mengubah nasib di laga ini dapat memperburuk situasi, menambah beban pada sisa pertandingan yang tersisa. Semua mata kini tertuju pada Reva Adi Utama dan rekan-rekannya, menanti aksi yang dapat mengubah dinamika liga.

Dengan tekad kuat, persiapan matang, dan dukungan masyarakat Lampung, PSIM Yogyakarta berusaha menorehkan hasil positif melawan Bhayangkara FC. Pertandingan ini tidak hanya menjadi ujian bagi strategi pelatih, tetapi juga menjadi panggung bagi Reva Adi Utama untuk menunjukkan kualitasnya kembali di level tertinggi.

Related Post