MA Darus Salam – 18 April 2026 | Jumat, 17 April 2026, Aula lantai tiga gedung Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Tebuireng (IKAPETE) menjadi saksi bersejarah ketika Musyawarah Nasional (Munas) IKAPETE digelar. Acara yang dihadiri oleh ratusan alumni, tokoh pesantren, dan pengurus nasional ini dimeriahkan oleh sambutan Ketua Umum Presidium Nasional (Presnas) IKAPETE, Prof. Dr. KH. Masykuri Bakri, M.Si. Dalam pidatonya, Prof. Masykuri menegaskan bahwa fondasi utama pengembangan organisasi alumni tidak sekadar mengandalkan ilmu pengetahuan, melainkan harus didukung oleh adab yang kuat.
Prof. Masykuri menyoroti tiga pilar utama yang harus diintegrasikan dalam proses modernisasi IKAPETE:
- Integritas Moral: Menjaga konsistensi antara nilai-nilai agama dengan praktek organisasi, sehingga setiap keputusan mencerminkan kejujuran dan keadilan.
- Kolaborasi Berbasis Etika: Membina hubungan kerja sama antar alumni, institusi, dan pihak eksternal tanpa mengorbankan prinsip kejujuran dan kepercayaan.
- Inovasi yang Berlandaskan Adab: Mengadopsi teknologi dan metodologi baru dengan tetap mengedepankan etika penggunaan data, privasi, serta tanggung jawab sosial.
Dalam konteks modernisasi, Prof. Masykuri menekankan pentingnya memanfaatkan platform digital untuk memperluas jaringan alumni, namun tetap memperhatikan tata cara berkomunikasi yang sesuai dengan adab Islam. Ia mengingatkan bahwa penggunaan media sosial harus dilandasi niat baik, menghindari gosip, serta menjaga kehormatan sesama anggota.
Pertemuan Munas juga membahas rencana strategis lima tahun ke depan. Salah satu agenda utama adalah peluncuran portal digital IKAPETE yang akan menyediakan database alumni, forum diskusi, serta modul pelatihan daring. Prof. Masykuri menegaskan bahwa portal ini harus dirancang dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas, sehingga setiap anggota dapat mengakses informasi secara adil tanpa adanya diskriminasi.
Selain aspek teknologi, Prof. Masykuri mengingatkan pentingnya menumbuhkan budaya belajar seumur hidup (lifelong learning). “Kita harus senantiasa memperbaharui pengetahuan, tetapi pembaruan itu tidak boleh melupakan adab yang telah diajarkan oleh para ulama dan guru di Pesantren Tebuireng,” katanya. Ia mengajak seluruh anggota untuk aktif berpartisipasi dalam program beasiswa, workshop, serta seminar yang menggabungkan ilmu modern dengan nilai-nilai keislaman.
Selama sesi tanya jawab, beberapa alumni menanyakan cara konkret mengimplementasikan adab dalam manajemen proyek modern. Prof. Masykuri menjawab dengan memberikan contoh praktis, antara lain:
- Menetapkan kode etik tertulis yang memuat nilai‑nilai adab dalam setiap tahap proyek.
- Mengadakan pelatihan rutin tentang etika kerja dan komunikasi profesional.
- Mengintegrasikan evaluasi kinerja yang mencakup penilaian perilaku etis, bukan hanya hasil kuantitatif.
Pernyataan tersebut mendapat respon positif, terutama dari generasi muda yang mengakui tantangan mempertahankan nilai tradisional di era digital. Salah satu peserta, Ahmad Fauzi, alumni tahun 2005, menyatakan, “Saya merasa lebih termotivasi untuk berkontribusi karena ada kejelasan bahwa adab menjadi landasan keputusan strategis organisasi. Ini memberi rasa aman dan kepercayaan dalam setiap langkah kami.”
Selain itu, Munas juga meninjau kembali program sosial IKAPETE, termasuk kegiatan beasiswa untuk pelajar kurang mampu, pengembangan usaha mikro, serta program dakwah digital. Prof. Masykuri menekankan bahwa semua program tersebut harus dijalankan dengan sikap rendah hati, menghindari pamer, serta selalu mengutamakan kepentingan bersama.
Di akhir sambutan, Prof. Masykuri menyampaikan harapan bahwa IKAPETE dapat menjadi contoh organisasi alumni yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik dan profesional, tetapi juga menjadi teladan dalam menerapkan adab dalam setiap aspek kehidupan. Ia menutup dengan doa, memohon agar Allah SWT senantiasa melimpahkan petunjuk, keberkahan, dan kekuatan bagi seluruh anggota IKAPETE dalam mengemban tugas mulia tersebut.
Dengan semangat yang ditularkan pada Munas kali ini, IKAPETE diharapkan dapat melangkah lebih maju, menggabungkan ilmu pengetahuan mutakhir dengan kebijaksanaan adab, sehingga organisasi tidak hanya modern secara struktural, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual.











