MA Darus Salam – 17 April 2026 | Masjid Agung Kota Tasikmalaya pada Kamis, 16 April 2026, menjadi saksi momen penuh keharuan ketika 1.348 calon jemaah haji secara resmi dilepas untuk menunaikan ibadah ke Tanah Suci. Ratusan warga, tokoh masyarakat, serta aparat keamanan berkumpul dalam satu barisan, menciptakan atmosfer yang sarat harapan, doa, dan rasa syukur.
Acara pelepasan dimulai dengan pembacaan doa bersama yang dipimpin oleh Kiai H. Abdul Rahman, seorang ulama setempat yang dikenal dengan suara lantang dan kharismanya. Doa tersebut memohon perlindungan Allah SWT bagi para calon jemaah agar perjalanan mereka lancar, aman, dan diterima di Mekah serta Madinah. Suasana semakin khidmat ketika para calon haji berdiri berbaris, menunggu panggilan nama satu per satu.
Keberadaan Dandim 0612/Tasikmalaya, Letkol Czi M Imvan Ibrahim, menambah kesan resmi dan dukungan moral pada acara tersebut. Letkol Imvan Ibrahim menyampaikan sambutan singkat, menekankan pentingnya persiapan spiritual dan fisik bagi calon jemaah. Ia menegaskan komitmen TNI dalam memberikan bantuan logistik dan keamanan selama proses keberangkatan, serta menegaskan peran penting Forkopimda (Forum Koordinasi Perangkat Desa) dalam mendukung keluarga calon jemaah yang ditinggalkan.
Berikut beberapa poin penting yang disampaikan dalam sambutan Letkol Imvan Ibrahim:
- Penegasan bahwa setiap calon jemaah telah melewati proses seleksi ketat yang meliputi pemeriksaan kesehatan, kemampuan finansial, serta pemahaman ibadah haji.
- Ajakan kepada calon jemaah untuk memperdalam ilmu agama, khususnya tata cara pelaksanaan haji, guna menghindari potensi pelanggaran syariat.
- Pernyataan kesiapan TNI untuk memberikan pendampingan selama proses keberangkatan, termasuk penyediaan transportasi darat hingga bandara.
Selain aparat militer, perwakilan Forkopimda turut mengungkapkan rasa bangga atas keberangkatan calon jemaah dari wilayah Tasikmalaya. Mereka menekankan pentingnya solidaritas antarwarga, terutama dalam membantu keluarga yang ditinggalkan. “Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendoakan keberhasilan para jemaah, serta memberikan dukungan moral dan material bagi keluarga yang menunggu kepulangan,” ujar Ketua Forkopimda, Budi Santoso.
Acara pelepasan juga diwarnai dengan penampilan musik tradisional Sunda yang mengiringi proses pengumuman nama-nama calon jemaah. Setiap kali nama disebut, sorakan dan tepuk tangan bergema, menandakan dukungan penuh dari warga yang hadir. Beberapa keluarga meneteskan air mata haru, sementara yang lain mengangkat bendera daerah Tasikmalya sebagai simbol kebanggaan.
Para calon jemaah, yang berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya, mengenakan pakaian ihram sederhana namun bersih, mencerminkan kesiapan mereka untuk menunaikan salah satu rukun Islam yang paling mulia. Mereka juga membawa tas kecil berisi perlengkapan ibadah, dokumen perjalanan, dan catatan doa yang dipersiapkan oleh keluarga.
Sebagai bagian dari rangkaian persiapan, Kementerian Agama melalui Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya menyediakan sesi bimbingan khusus yang meliputi penjelasan tentang protokol kesehatan selama perjalanan, tata cara beribadah di Masjidil Haram, serta etika berinteraksi dengan jamaah internasional. Petugas Kemenag, Sdr. Ahmad Fauzi, menekankan pentingnya mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan, mengingat situasi global yang masih dipengaruhi oleh pandemi.
Seluruh proses pelepasan berlangsung lancar berkat koordinasi yang baik antara aparat keamanan, kepolisian, serta pihak penyelenggara haji. Jalan menuju bandara Internasional Soekarno-Hatta dipersiapkan dengan pengaturan lalu lintas yang ketat, memastikan para calon jemaah dapat tiba tepat waktu untuk penerbangan kelompok yang dijadwalkan pada hari berikutnya.
Keberangkatan 1.348 calon jemaah haji ini menandai kontribusi signifikan Tasikmalya dalam program haji nasional tahun 2026. Dengan latar belakang ekonomi daerah yang terus berkembang, partisipasi masyarakat dalam ibadah haji menunjukkan peningkatan kesadaran religius serta kemampuan finansial yang semakin baik.
Kesimpulannya, pelepasan calon jemaah haji di Masjid Agung Tasikmalaya tidak hanya menjadi simbol spiritual, tetapi juga memperlihatkan kebersamaan seluruh elemen masyarakat dalam mendukung perjalanan suci. Harapan besar mengiringi setiap langkah mereka, sementara doa-doa warga terus mengalir, menuntun para jemaah menuju keberkahan di Tanah Suci.











