Tim Pembina Posyandu Pekalongan Perkuat Program Kencan Bumil untuk Turunkan AKI, AKB, dan Stunting

Cyril Shaman

April 17, 2026

Tim Pembina Posyandu Pekalongan Perkuat Program Kencan Bumil untuk Turunkan AKI, AKB, dan Stunting
Tim Pembina Posyandu Pekalongan Perkuat Program Kencan Bumil untuk Turunkan AKI, AKB, dan Stunting

MA Darus Salam – 17 April 2026 | Tim Pembina Posyandu Kota Pekalongan menggelar pertemuan koordinasi awal tahun 2026 pada Kamis, 16 April 2026, bertempat di Hotel Nirwana. Rapat tersebut melibatkan ketua, koordinator, serta anggota tim yang berfokus pada bidang kesehatan, dengan agenda utama penyusunan program strategis untuk menekan angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), serta mempercepat penurunan kasus stunting di wilayah kota.

Ketua Tim Pembina Posyandu, Inggit Soraya, mengungkapkan kekhawatirannya setelah mencatat tiga kasus kematian ibu hingga pertengahan April 2026. “Angka tersebut sangat memprihatinkan mengingat masih berada di awal tahun,” ujarnya. Inggit menegaskan target tim untuk tidak menambah kasus kematian ibu hingga akhir tahun, sekaligus menurunkan angka kematian bayi secara signifikan.

Sebagai langkah konkret, Tim Pembina Posyandu memfokuskan kembali program *Kencan Bumil* (Kenali dan Cek Kesehatan Ibu Hamil). Program ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran ibu hamil serta melakukan deteksi dini atas risiko kehamilan, sehingga potensi kematian ibu dan bayi dapat diminimalisir. Inggit menambahkan, “Kencan Bumil bukan sekadar agenda pemeriksaan, melainkan platform edukasi dan pemantauan berkelanjutan bagi ibu hamil di Pekalongan.”

Selain menurunkan AKI dan AKB, Inggit juga menyoroti masalah stunting yang masih mengganggu kesehatan anak di kota tersebut. Data resmi menunjukkan tingkat stunting mencapai 19,3 persen, meski mengalami penurunan dibanding tahun-tahun sebelumnya. “Penanganan stunting memerlukan sinergi lintas sektor. Kami tidak bisa bekerja sendiri,” kata Inggit, menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai lembaga.

Sekretaris Tim Pembina Posyandu, Puji Winarti, menjelaskan bahwa pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk mengintegrasikan program kerja antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD). OPD yang terlibat antara lain Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, P2KB, DKP, Dinperpa, dan DPMMPPA. “Semua program harus terkoordinasi hingga tingkat puskesmas, kecamatan, dan kelurahan, sehingga dapat dipantau dan dievaluasi secara bersama,” ungkap Puji.

  • Dinas Kesehatan – memimpin pelaksanaan layanan kesehatan ibu dan anak.
  • Dinas Sosial – mendukung pemberian bantuan sosial bagi keluarga rentan.
  • P2KB (Pusat Pengendalian dan Pemberdayaan Keluarga Berencana) – mengatur program KB dan edukasi kesehatan reproduksi.
  • DKP (Dinas Kependudukan dan Pencatatan) – memastikan data kependudukan yang akurat untuk penargetan.
  • Dinperpa (Dinas Perencanaan) – menyusun rencana anggaran dan monitoring.
  • DPMMPPA (Dewan Perwakilan Masyarakat Pusat Penanggulangan Masalah Pangan dan Gizi) – memfokuskan upaya gizi anak.

Meskipun menghadapi keterbatasan anggaran, Puji menegaskan kekuatan kota terletak pada sinergi antar sektor dan pemberdayaan masyarakat. “Keterbatasan finansial tidak menghalangi kami untuk berinovasi. Dengan kolaborasi yang kuat dan partisipasi aktif warga, kami yakin indikator kesehatan dapat turun drastis,” katanya.

Program Kencan Bumil juga akan diperkaya dengan pendekatan digital, memanfaatkan aplikasi mobile untuk reminder kunjungan antenatal, pelaporan gejala, serta penyebaran materi edukatif. Inisiatif ini diharapkan dapat menjangkau ibu hamil di daerah terpencil dan mempercepat respon medis bila ditemukan komplikasi.

Dalam penutupnya, Inggit Soraya menegaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya tergantung pada kebijakan, melainkan pada komitmen semua pihak—pemerintah, lembaga, dan masyarakat. “Kami mengajak semua lapisan warga Pekalongan untuk turut serta dalam memantau kesehatan ibu dan anak, sehingga generasi mendatang dapat tumbuh lebih sehat dan produktif,” ujarnya.

Dengan strategi terintegrasi, fokus pada Kencan Bumil, serta sinergi lintas sektor, Tim Pembina Posyandu Kota Pekalongan optimis dapat menurunkan angka kematian ibu, kematian bayi, dan stunting secara signifikan pada tahun ini, sekaligus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.

Related Post