Pemkab Banyumas Gelar Gurih Mass Dorong Penurunan AKI dan AKB dengan Aksi Sehat Ibu Hamil

Humeera arishanti

April 17, 2026

Pemkab Banyumas Gelar Gurih Mass Dorong Penurunan AKI dan AKB dengan Aksi Sehat Ibu Hamil
Pemkab Banyumas Gelar Gurih Mass Dorong Penurunan AKI dan AKB dengan Aksi Sehat Ibu Hamil

MA Darus Salam – 17 April 2026 | Pemerintah Kabupaten Banyumas kembali menunjukkan komitmen kuat dalam menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) melalui penyelenggaraan Gerakan Ibu Hamil Sehat Banyumas (Gurih Mass). Acara yang bertemakan “Sehat Sejak Pra Kehamilan, Aman Saat Hamil, Selamat Ibu dan Bayi” digelar pada Kamis, 16 April 2026 di Pendopo Si Panji, melibatkan lebih dari 180 peserta dari berbagai kalangan, termasuk pejabat Dinas Kesehatan, camat, anggota PKK, kepala puskesmas, serta ibu hamil beserta suami dan wanita usia subur.

Selama kegiatan, peserta tidak hanya menerima edukasi tentang gizi, perawatan kehamilan, dan deteksi dini komplikasi, melainkan juga menjalani pemeriksaan kesehatan secara gratis. Sesi senam ibu hamil, talkshow interaktif bersama narasumber dari Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), Persatuan Bidan Indonesia (PERSAGI), dan Dinas Kesehatan menambah nilai praktis bagi para peserta. Momen mengharukan tercipta pada sesi Opening Heart berjudul “Jangan Sampai Terulang, Suara Suami untuk Banyumas”, di mana seorang suami menceritakan kehilangan istrinya akibat komplikasi kehamilan, mengingatkan pentingnya pengawasan ketat selama kehamilan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas, dr. Dani Esti Novia, menegaskan bahwa Gurih Mass merupakan tindak lanjut hasil Audit Maternal Perinatal Surveillance dan Respon (AMPSR) tahun 2025. Meskipun layanan kesehatan menunjukkan perbaikan, data masih mengkhawatirkan: terdapat 14 kasus kematian ibu pada 2025, menghasilkan angka kematian ibu sebesar 85,64 per 100.000 kelahiran hidup. Angka kematian bayi tercatat 12,79 per 1.000 kelahiran hidup. Selain itu, sebanyak 5.181 ibu hamil tergolong berisiko tinggi, dengan faktor dominan usia di atas 35 tahun, anemia, dan preeklamsia.

Inovasi terbaru yang diperkenalkan dalam acara tersebut adalah RAOS (Risiko Aja Ora Skrining), sebuah modul skrining risiko kehamilan yang terintegrasi dalam aplikasi SiBesti. RAOS dirancang tidak hanya untuk ibu hamil, tetapi juga untuk wanita usia subur, pasangan usia subur, dan calon pengantin, dengan tujuan mendeteksi masalah kesehatan sejak dini sebelum konsepsi atau pada trimester pertama kehamilan.

Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menyoroti bahwa lebih dari 90% kematian ibu dapat dicegah melalui deteksi dini dan persiapan sebelum kehamilan. Ia menekankan pentingnya peran serta keluarga, masyarakat, dan pemerintah dalam menjaga kesehatan ibu hamil. Sebagai bukti komitmen, pemerintah daerah meningkatkan anggaran BPJS Kesehatan untuk warga dari Rp47 miliar menjadi Rp105 miliar pada tahun 2026, sehingga akses layanan kesehatan menjadi lebih luas.

Seluruh rangkaian kegiatan Gurih Mass mencakup senam ibu hamil, edukasi kesehatan, booth layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan RAOS, serta deklarasi komitmen masyarakat untuk peduli ibu hamil. Diharapkan momentum ini dapat meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya perawatan pra-kehamilan, mengurangi risiko komplikasi, dan pada akhirnya menurunkan AKI serta AKB di Banyumas. Dengan sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, Banyumas berambisi menjadi contoh daerah yang berhasil menurunkan angka kematian maternal dan neonatal, menjadikan setiap ibu hamil merasa aman dan setiap bayi lahir sehat.

Related Post