MA Darus Salam – 16 April 2026 | Pada Rabu, 15 April 2026, Estadio Mineirão di Belo Horizonte menjadi saksi duel menegangkan antara tim tuan rumah Cruzeiro dan perwakilan Chile, Universidad Católica, dalam laga ke-2 fase grup Copa Libertadores 2026. Pertandingan yang dijadwalkan pukul 18.00 WIB ini tidak hanya menentukan tiga poin penting, melainkan juga memperlihatkan bagaimana tim-tim asal Amerika Selatan beradaptasi dengan tekanan kompetisi antarabangsa.
Universidad Católica memasuki laga ini dengan catatan kurang memuaskan setelah kalah 2-1 dari Boca Juniors pada pembukaan grup. Namun, kemenangan 4-3 melawan Audax Italiano di Liga Primera memberi mereka momentum positif. Di sisi lain, Cruzeiro datang dengan kemenangan 1-0 atas Barcelona SC di pertandingan pembukaan Copa Libertadores serta kemenangan 2-1 melawan RB Bragantino di Brasileirão, menandakan performa ofensif yang mengancam lawan.
Berikut formasi yang diumumkan menjelang pertandingan:
- Cruzeiro (4-3-3): Matheus Cunha; Fagner, Fabrício Bruno, Jonathan Jesus, Kaiki Bruno; Lucas Silva, Gerson, Matheus Pereira; Christian, Arroyo, Néiser Villarreal.
- Universidad Católica (4-4-2): Vicente Bernedo; Daniel González, Branco Ampuero, Juan Ignacio Díaz, Eugenio Mena; Cristián Cuevas, Jhohan Valencia, Fernando Zuqui; Justo Giani, Fernando Zampedri, Clemente Montes.
Pada menit ke-29, Universidad Católica berhasil membuka keunggulan lewat tendangan sudut yang diantisipasi dengan tajam oleh Justo Giani. Bola melayang ke area penalti, menimpa kepala Giani yang menegakkan tembakan ke sudut bawah gawang Cruzeiro, menjadikan skor 1-0. Gol tersebut tidak hanya menambah kepercayaan diri tim Chile, tetapi juga menimbulkan keraguan pada lini pertahanan Cruzeiro yang belum menemukan ritme yang solid.
Setelah jeda istirahat, Cruzeiro berusaha keras untuk membalikkan keadaan. Tekanan mereka berbuah pada menit ke-60 ketika Matheus Pereira berhasil mengeksekusi penalti yang diberikan setelah pelanggaran pada pemainnya di dalam kotak penalti. Gol penalti tersebut menyamakan kedudukan menjadi 1-1, memaksa kedua tim kembali ke papan skor dengan intensitas yang semakin tinggi menjelang menit-menit akhir.
Detik-detik krusial muncul pada tambahan waktu pertama. Jhohan Valencia mengirimkan umpan silang yang akurat ke area penalti, dan Jimmy Martínez, yang masuk sebagai pengganti pada babak kedua, melompat lebih tinggi dari semua pemain. Ia menanduk bola dengan kepala ke sudut atas gawang pada menit ke-94, memastikan kemenangan 2-1 bagi Universidad Católica. Gol penentu ini tidak hanya mengamankan tiga poin bagi tamu, tetapi juga mencatatkan nama Martínez dalam catatan sejarah klub sebagai pencetak gol penentu di kompetisi internasional.
Setelah peluit akhir, pelatih Daniel Garnero memuji semangat juang timnya, menyoroti ketangguhan mental yang ditunjukkan di tanah asing. Ia menambahkan bahwa kemenangan ini menjadi bukti bahwa strategi taktis yang fleksibel, termasuk rotasi pemain penting seperti Martínez, dapat memberikan hasil maksimal. Di sisi lain, pelatih Cruzeiro, Artur Jorge, mengakui bahwa kesalahan defensif, terutama pada penanganan bola silang, menjadi faktor utama kegagalan mereka.
Dengan hasil ini, Universidad Católica naik ke posisi kedua grup D dengan empat poin, menyamakan poin dengan Cruzeiro yang kini berada di posisi yang sama. Namun, pemuncak klasemen tetap Boca Juniors dengan enam poin. Kemenangan di Mineirão menambah catatan historis Universidad Católica, menjadikannya hanya tim ketiga asal Chile yang berhasil memenangkan pertandingan di Brasil dalam era Copa Libertadores, setelah Gremio (2011) dan Flamengo (2022). Kedua tim kini menatap laga berikutnya dengan target jelas: Universidad Católica ingin mengamankan tiga poin tambahan untuk mengamankan tempat di fase knockout, sementara Cruzeiro berusaha memperbaiki posisi mereka agar tidak tertinggal jauh dari pemimpin grup.
Secara keseluruhan, pertandingan ini menegaskan betapa kompetisi Copa Libertadores 2026 terus menyajikan drama, taktik, dan momen-momen tak terduga yang mampu mengubah arah sebuah kampanye. Bagi Universidad Católica, kemenangan dramatis ini menjadi bukti bahwa tekad dan keberanian dapat melampaui batas geografis, sementara bagi Cruzeiro, kekalahan menjadi pelajaran penting untuk memperkuat pertahanan dan mengoptimalkan peluang di laga-laga selanjutnya.











