MA Darus Salam – Kelompok Kerja Madrasah Tsanawiyah (KKMTs) 01 Pati berhasil menyelenggarakan kegiatan Diseminasi Penguatan Kurikulum Madrasah selama dua hari, 17 hingga 18 April 2026, di aula MTsN 1 Pati. Acara ini menitikberatkan pada penerapan konsep Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) serta Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) untuk meningkatkan mutu pendidikan di tingkat menengah pertama.
KKMTs 01 Pati, yang dipimpin oleh Kepala Madrasah Tsanawiyah Pati, berperan sebagai fasilitator utama dalam upaya memperkenalkan Kurikulum Baru Madrasah kepada para pendidik, kepala sekolah, dan pemangku kepentingan lokal. Sebelumnya, tim kerja ini telah mengadakan serangkaian pelatihan di beberapa kabupaten, namun event di Pati menjadi puncak rangkaian program reformasi kurikulum.
Tujuan utama diseminasi ini adalah menyiapkan guru-guru madrasah menghadapi tantangan pembelajaran abad 21 melalui pendekatan Deep Learning, yang menekankan pada pemahaman konseptual, analisis kritis, serta kemampuan memecahkan masalah secara mandiri. Selain itu, Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) diharapkan dapat menumbuhkan nilai-nilai islami yang humanis dalam proses belajar mengajar.
Deep Learning bukan sekadar penggunaan teknologi digital, melainkan metodologi yang menuntut guru merancang tugas yang memaksa siswa menghubungkan pengetahuan lama dengan konsep baru. Contohnya, melalui proyek interdisipliner yang memadukan matematika, ilmu pengetahuan, dan nilai moral, siswa diajak menelusuri fenomena alam sambil menginternalisasi ajaran agama.
Konsep Kurikulum Berbasis Cinta menekankan pada pembelajaran yang berpusat pada kasih sayang, empati, dan rasa hormat. Dalam praktiknya, guru diminta menyusun modul yang menyisipkan nilai-nilai akhlak mulia, seperti kejujuran, kerja keras, dan kepedulian sosial, sehingga proses belajar menjadi lebih menyentuh hati peserta didik.
Rangkaian acara mencakup sesi pembukaan, presentasi konsep Deep Learning, workshop penyusunan RPP berbasis KBC, serta diskusi panel dengan pakar pendidikan Islam. Selama dua hari, peserta mengikuti simulasi pembelajaran, analisis studi kasus, dan evaluasi peer‑review untuk mengukur kesiapan materi yang akan diimplementasikan di kelas.
Lebih dari 150 guru, kepala madrasah, dan perwakilan dinas pendidikan hadir, dipandu oleh narasumber terkemuka seperti Dr. Ahmad Fauzi, pakar kurikulum nasional, serta Ustadzah Siti Nurhaliza, ahli metodologi pembelajaran Islami. Keterlibatan mereka menambah kedalaman diskusi serta memberikan perspektif praktis bagi para peserta.
Para guru yang mengikuti pelatihan melaporkan antusiasme tinggi. Mereka menyatakan bahwa pendekatan Deep Learning memberikan ruang kreatif untuk mengembangkan materi yang relevan dengan kehidupan sehari‑hari siswa, sementara KBC membantu menumbuhkan iklim kelas yang penuh kepedulian dan toleransi.
Setelah diseminasi, KKMTs 01 Pati menyusun rencana aksi tiga fase: fase persiapan, fase implementasi pilot di lima madrasah terpilih, dan fase evaluasi berkelanjutan selama satu tahun ajaran. Setiap fase dilengkapi dengan monitoring indikator kualitas pembelajaran dan kepuasan siswa.
Diharapkan, penerapan Kurikulum Baru Madrasah akan menghasilkan peningkatan signifikan pada hasil belajar, terutama pada kemampuan analitis dan nilai spiritual siswa. Data awal dari madrasah pilot menunjukkan kenaikan rata‑rata nilai ujian nasional sebesar 8 poin serta peningkatan partisipasi siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler berbasis sosial.
Kepala KKMTs 01 Pati, H. Abdul Rahman, menegaskan komitmen berkelanjutan: “Kami percaya bahwa Deep Learning dan KBC adalah kunci untuk menghasilkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan beriman. Dukungan semua pihak sangat penting untuk mewujudkan visi tersebut dalam kurikulum baru madrasah.”p>
Dengan hasil yang menjanjikan, diseminasi ini menjadi contoh konkret upaya reformasi pendidikan Islam di Jawa Tengah. Implementasi Kurikulum Baru Madrasah diharapkan dapat menjadi model bagi wilayah lain, memperkuat sinergi antara ilmu pengetahuan modern dan nilai-nilai keagamaan dalam mencetak generasi masa depan.











