Festival Drumband Rayakan Harlah ke-80 Muslimat NU di Pati, Ribuan Anak TK-RA Tampil Gemilang

Afta Rozan Rozan

April 21, 2026

MA Darus Salam – GOR Pesantenan, Pati, menjadi saksi semarak ribuan anak usia dini yang menampilkan irama dan kreativitas dalam Festival Drumband yang diselenggarakan oleh Yayasan Pendidikan Muslimat Nahdlatul Ulama (YPMNU) Kabupaten Pati pada Ahad, 19 April 2026. Acara ini sekaligus memperingati Harlah ke-80 Muslimat NU, dengan tema “Mengembangkan Keterampilan dan Kreativitas Menuju Kemandirian”.

Ketua YPMNU Kabupaten Pati sekaligus ketua panitia, Hj. Nur Laeli, S.Pd, menyampaikan bahwa partisipasi pada edisi kali ini meningkat signifikan. Tahun lalu tercatat 33 sekolah TK‑RA yang mengirimkan delegasi, sedangkan pada tahun ini jumlah peserta naik menjadi 38 kelompok dari berbagai kecamatan di Kabupaten Pati. “Festival ini tidak kami lombakan, melainkan setiap anak mendapatkan piala sebagai bentuk penghargaan atas usaha dan kebanggaan mereka,” ujar Hj. Nur Laeli dalam sambutan pembukaan.

Acara dibuka oleh Plt Bunda PAUD Kabupaten Pati, Dwi Risma Ardhi Chandra, yang menekankan pentingnya pendidikan karakter sejak dini. Menurutnya, drumband bukan sekadar pertunjukan musik; ia melatih ritme, rasa percaya diri, disiplin, kerja sama, serta motorik kreatif. “Inilah pondasi utama pembangunan sumber daya manusia kita,” tegas Dwi Risma, sambil mengajak orang tua dan guru untuk terus mendukung perkembangan anak.

Selanjutnya, Ketua PC Muslimat NU Pati, Dr. Hj. Umi Hanik, S.Ag, M.Pd, menambahkan bahwa peran pendidik dan orang tua sebagai Uswatun Hasanah sangat krusial. Ia menyoroti bahwa pendidikan anak usia dini menjadi kunci bagi Indonesia Emas. “Melalui kegiatan ini, anak‑anak dilatih menjadi terampil dan inovatif. Kami bertekad mencetak generasi berkualitas, berakhlakul karimah, yang mampu membawa kemajuan bagi peradaban bangsa,” tuturnya.

Selama rangkaian acara, dentuman drum dan alunan musik mengiringi penampilan para siswa TK‑RA yang berasal dari 38 peserta. Setiap kelompok menampilkan koreografi yang telah dipersiapkan selama beberapa minggu, menonjolkan kebersamaan dan semangat kebangsaan. Penonton yang terdiri dari orang tua, guru, serta tokoh masyarakat menyambut dengan tepuk tangan meriah, menandakan keberhasilan acara dalam menumbuhkan rasa kebanggaan pada anak‑anak.

Tak hanya menampilkan hiburan, Festival Drumband ini juga menjadi ajang edukatif. Di sela‑sela penampilan, panitia menyajikan sesi singkat tentang pentingnya sinergi antara pendidikan dan kesehatan dalam tumbuh kembang anak. Dwi Risma menekankan bahwa dukungan gizi yang baik serta lingkungan yang aman sangat mempengaruhi kemampuan motorik dan kreativitas anak.

Para donatur dan sponsor yang berkontribusi baik secara materiil maupun tenaga kerja juga mendapat apresiasi khusus. Hj. Nur Laeli menyebutkan bahwa tanpa dukungan tersebut, pelaksanaan acara yang berskala besar ini tidak akan berjalan lancar. Ia menambahkan bahwa kerjasama lintas sektor menjadi model yang dapat ditiru untuk kegiatan serupa di masa mendatang.

Suasana GOR Pesantenan terasa hidup dengan sorak sorai, warna bendera, dan kostum berwarna cerah yang dikenakan oleh para peserta. Setiap penampilan diakhiri dengan pemberian piala kepada semua tim, menegaskan filosofi acara bahwa kebahagiaan dan rasa bangga lebih penting daripada kompetisi semata.

Acara ditutup dengan pesan moral kepada orang tua dan guru untuk terus menumbuhkan karakter kuat pada generasi muda. “Ini bukan soal siapa yang juara, melainkan keberanian anak‑anak untuk tampil di depan publik. Mari kita dampingi mereka agar tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan percaya diri,” ujar Dwi Risma menutup acara.

Dengan keberhasilan Festival Drumband ini, YPMNU Pati berharap dapat menjadikan kegiatan serupa sebagai agenda rutin tahunan. Harapannya, semakin banyak anak-anak di Kabupaten Pati yang mendapatkan kesempatan mengasah keterampilan musik, disiplin, serta kreativitas, sekaligus menumbuhkan rasa kebersamaan dalam semangat kebangsaan.

Kesimpulannya, perayaan Harlah ke-80 Muslimat NU melalui Festival Drumband tidak hanya memberikan hiburan bagi masyarakat, melainkan juga memperkuat fondasi pendidikan karakter, kesehatan, dan kemandirian bagi anak‑anak usia dini di Pati. Keberhasilan acara ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara lembaga keagamaan, pendidikan, dan masyarakat dapat menciptakan peluang belajar yang inovatif dan menyenangkan.

Related Post