Kota Semarang Siapkan MTQ Nasional 2026, Target Rekor MURI Mars MTQ Terbanyak

Humeera arishanti

April 20, 2026

MA Darus SalamKota Semarang kembali menegaskan kesiapan menyambut MTQ Nasional 2026 sebagai tuan rumah utama. Wali Kota Agustina Wilujeng menyampaikan komitmen kuat pada pengarahan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, yang berlangsung pada Senin, 20 April 2024. Persiapan meliputi aspek teknis, infrastruktur, serta partisipasi aktif masyarakat luas.

“Kota Semarang sangat siap untuk menyambut MTQ. Kemarin kami sudah latihan kirab rebana dari Masjid Soleh Darat, dan antusiasme teman‑teman luar biasa,” ujar Agustina. Pernyataan tersebut mencerminkan sinergi antara pemerintah, lembaga keagamaan, dan komunitas lokal untuk menciptakan atmosfer yang khidmat sekaligus meriah.

Berbagai program telah dirancang untuk menjadikan pembukaan MTQ Nasional 2026 lebih berkesan. Berikut rangkaian utama yang dipersiapkan:

  • Kirab Hadroh sebagai prosesi pembukaan, menampilkan ansambel rebana tradisional dari berbagai daerah.
  • Festival Hadroh Tingkat Nasional yang menampilkan pertunjukan musik religi, lomba hafalan, serta pameran alat musik tradisional.
  • Expo Kaligrafi menampilkan karya kaligrafi modern dan klasik, serta workshop bagi peserta.
  • Kawasan Halal Food yang menonjolkan kuliner halal khas Semarang dan provinsi Jawa Tengah.
  • Destinasi Wisata Religi berupa pengembangan desa wisata, pasar tradisional seperti Pasar Johar, serta kawasan bersejarah Kota Lama.

Pemerintah Kota juga mempercepat penataan infrastruktur utama, khususnya Simpang Lima. Upaya meliputi perbaikan drainase untuk mengendalikan banjir, penambahan titik parkir, dan rekayasa lalu lintas guna memastikan kelancaran mobilitas ribuan kafilah yang diperkirakan akan datang dari seluruh Indonesia.

Partisipasi masyarakat menjadi faktor kunci. Pemkot menggandeng organisasi keagamaan, ormas pemuda, serta pelaku UMKM untuk mengisi rangkaian kegiatan sepanjang area utama. Konsep ini diharapkan menciptakan suasana hidup yang sekaligus mencerminkan nilai religius, toleransi, dan kebhinekaan Jawa Tengah.

Selain persiapan operasional, Semarang menyiapkan agenda unggulan: pemecahan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI). Wali Kota mengusulkan pencatatan rekor “Mars MTQ dengan peserta terbanyak” pada saat pembukaan. Target melibatkan ribuan siswa, santri, dan ibu‑ibu pengajian, dengan skema hybrid yang memungkinkan partisipasi daring secara nasional.

Rencana ini tidak hanya menjadi sorotan media, tetapi juga menjadi simbol kebanggaan daerah dalam menggalang semangat persaudaraan melalui musik religi. “Kami ingin menyanyikan Mars MTQ dengan jumlah peserta terbanyak, sehingga menjadi bukti kebersamaan seluruh elemen bangsa,” kata Agustina.

Persiapan MTQ Nasional 2026 juga mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan Kementerian Agama. Wali Kota mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan dorongan yang diberikan, berharap semua persiapan dapat berjalan lancar hingga hari pelaksanaan.

Secara keseluruhan, strategi Kota Semarang mencakup tiga pilar utama: infrastruktur yang memadai, program budaya yang menarik, serta keterlibatan luas masyarakat. Dengan sinergi tersebut, diharapkan MTQ Nasional 2026 tidak hanya sukses secara logistik, tetapi juga meninggalkan jejak positif bagi pengembangan pariwisata religi dan ekonomi kreatif di kota ini.

Keberhasilan acara ini akan menjadi contoh bagi kota‑kota lain dalam mengelola event berskala nasional, sekaligus menegaskan peran Semarang sebagai pusat kebudayaan Islam yang modern dan inklusif.

Dengan semangat persiapan yang matang, Kota Semarang menantikan kedatangan ribuan peserta, mengharapkan terciptanya momen bersejarah, dan menantikan terukirnya rekor MURI yang akan memperkuat identitas kota sebagai tuan rumah acara keagamaan bergengsi.

Related Post