MA Darus Salam – Sabtu, 19 April 2024, warga Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, menjadi saksi nyata dari kepedulian pemerintah daerah Badung melalui aksi sosial yang diselenggarakan oleh Gerakan Badung Peduli. Kegiatan yang berlangsung di lapangan utama desa ini menyoroti komitmen kuat pemerintah setempat dalam memberikan perhatian khusus kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan, terutama penyandang disabilitas.
Acara dimulai dengan sambutan hangat dari Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, Ketua Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) Kabupaten Badung. Sebagai pemimpin utama, beliau menegaskan bahwa Gerakan Badung Peduli bukan sekadar agenda rutin, melainkan wujud nyata hati yang peduli dan keinginan tulus untuk mengurangi beban hidup warga yang kurang beruntung. “Kami hadir di sini bukan hanya untuk menyalurkan bantuan, tetapi juga untuk menyebarkan semangat kebersamaan,” ujar Rasniathi dalam pidatonya.
Berbagai pejabat daerah turut hadir mendampingi acara, antara lain Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Badung, Camat Kuta Selatan, Perbekel Desa Kutuh, Bendesa Adat Kutuh, serta Ketua Tim PKK Kecamatan dan Desa Kutuh. Kehadiran perwakilan Yayasan Bunga Bali dan tim relawan Gerakan Badung Peduli menambah kekayaan sinergi antara pemerintah, lembaga sosial, dan masyarakat setempat.
Puncak acara adalah penyerahan paket sembako kepada seorang warga penyandang disabilitas yang tinggal di lingkungan Desa Kutuh. Paket yang terdiri dari beras, gula, minyak goreng, dan kebutuhan pokok lainnya diserahkan secara langsung oleh Rasniathi bersama perwakilan Yayasan Bunga Bali. Warga yang menerima bantuan tampak tersenyum bahagia, menandakan betapa pentingnya dukungan tersebut bagi kesehariannya.
Dalam kesempatan itu, Rasniathi menekankan pentingnya keberlanjutan program sosial seperti Gerakan Badung Peduli. “Semoga bantuan yang diberikan ini bermanfaat dan menjadi berkah. Mari kita terus jaga semangat berbagi dan saling menyayangi sesama, karena kepedulian kecil kita berarti sangat besar bagi mereka,” tuturnya. Pernyataan tersebut menggarisbawahi harapan agar aksi serupa dapat menjadi kebiasaan, bukan sekadar peristiwa tunggal.
Sinergi Pemerintah dan Masyarakat
Keberhasilan kegiatan ini tidak lepas dari kerja sama lintas sektor. Pemerintah Kabupaten Badung menyediakan dana dan logistik, sementara lembaga non‑profit seperti Yayasan Bunga Bali memberikan dukungan dalam penyaluran bantuan serta mengidentifikasi penerima yang paling membutuhkan. Selain itu, peran aktif tokoh adat dan PKK setempat memastikan bahwa bantuan tepat sasaran dan diterima dengan rasa hormat.
Para relawan yang terlibat dalam Gerakan Badung Peduli berasal dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa hingga warga setempat. Mereka membantu menyiapkan paket, mengatur tata letak lokasi acara, serta mengabadikan momen penting sebagai dokumentasi. Semangat gotong‑royong ini mencerminkan nilai budaya Bali yang menekankan rasa kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama.
Pengalaman di Desa Kutuh menjadi pelajaran berharga bagi pemerintah daerah lain yang ingin meniru model aksi sosial serupa. Penekanan pada identifikasi kebutuhan spesifik, seperti bantuan untuk penyandang disabilitas, serta keterlibatan aktif tokoh lokal, menjadi faktor kunci keberhasilan. Dengan pendekatan yang inklusif, diharapkan program ini dapat memperkuat jaringan sosial dan meningkatkan kualitas hidup warga secara berkelanjutan.
Selain penyerahan paket sembako, kegiatan ini juga menyertakan sesi edukatif singkat tentang hak-hak penyandang disabilitas serta cara-cara masyarakat dapat berkontribusi secara lebih luas. Materi yang disampaikan meliputi pentingnya aksesibilitas, penyediaan fasilitas ramah disabilitas, dan upaya mengurangi stigma sosial. Peserta, baik dari kalangan pemerintah maupun warga, tampak antusias mencatat dan berdiskusi.
Penutup acara diisi dengan foto bersama, di mana seluruh pihak yang terlibat berpose mengangkat simbol kepedulian. Momen ini tidak hanya menjadi kenang‑kenangan, tetapi juga bukti visual bahwa sinergi antara pemerintah, lembaga sosial, dan masyarakat dapat menghasilkan dampak positif yang nyata.
Ke depan, pemerintah Kabupaten Badung berkomitmen untuk melanjutkan rangkaian kegiatan Gerakan Badung Peduli di berbagai wilayah, khususnya yang memiliki populasi penyandang disabilitas tinggi. Diharapkan, program ini dapat menjadi pola kerja yang dapat direplikasi oleh daerah lain, sehingga semangat berbagi tidak terbatas pada satu wilayah saja.
Secara keseluruhan, aksi di Desa Kutuh menegaskan kembali pentingnya peran serta semua elemen masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang inklusif dan peduli. Dengan melibatkan tokoh adat, lembaga sosial, dan pemerintah, Gerakan Badung Peduli berhasil menunjukkan bahwa kebersamaan dapat menjadi kekuatan utama untuk mengatasi tantangan sosial dan meningkatkan kesejahteraan warga.
