Lemhanas Gelar Retret DPRD di Akmil Magelang: Membentuk Negarawan untuk Asta Cita 2045

Itlak Assala

April 16, 2026

Lemhanas Gelar Retret DPRD di Akmil Magelang: Membentuk Negarawan untuk Asta Cita 2045
Lemhanas Gelar Retret DPRD di Akmil Magelang: Membentuk Negarawan untuk Asta Cita 2045

MA Darus Salam – 16 April 2026 | Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) mengadakan Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) atau yang lebih dikenal dengan retret bagi 557 Ketua DPRD Provinsi, Kota, dan Kabupaten se-Indonesia. Kegiatan berlangsung selama lima hari, mulai 15 hingga 19 April 2026, dan diselenggarakan di kompleks glamping Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah.

Menurut Ace Hasan Syadzily, Gubernur Lemhanas, retret ini dirancang untuk mencetak pemimpin daerah yang berkarakter negarawan, holistik, dan berintegritas. Ia menekankan bahwa para Ketua DPRD memegang peran strategis dalam sistem pemerintahan nasional, sehingga perlu memiliki kemampuan mengawal program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka serta menyiapkan Indonesia Emas 2045.

Hingga Rabu sore, 15 April 2026, sebanyak 478 dari 557 peserta telah tiba di Akmil Magelang. Sisanya diperkirakan masih dalam perjalanan. Seluruh peserta langsung melakukan registrasi, cek kesehatan, dan pembentukan regu sebelum memasuki kompleks militer.

Lokasi Akmil dipilih bukan tanpa alasan. Mayjen TNI Rano Tilaar, Gubernur Akademi Militer, menjelaskan bahwa atmosfer militer dapat membangkitkan jiwa patriotisme dan rasa kebangsaan di tengah tantangan geopolitik global. “Kami berharap lingkungan yang disiplin dapat menumbuhkan semangat kebersamaan dan integritas pada para pemimpin daerah,” ungkapnya.

Selama retret, Lemhanas menyajikan rangkaian materi yang komprehensif. Peserta mendapatkan internalisasi tentang empat konsensus kebangsaan, termasuk tantangan geopolitik global, serta sinkronisasi kebijakan nasional yang dipaparkan oleh beberapa menteri Kabinet Merah Putih. Selain itu, Kementerian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan pengarahan khusus mengenai pembangunan integritas dan pencegahan korupsi.

Salah satu peserta, Evin Septa Haryanto Kamil, menyambut positif agenda tersebut. Ia menilai bahwa retret tidak hanya menjadi ajang penyatuan visi Asta Cita, tetapi juga menjadi platform untuk mengimplementasikan kebijakan pusat ke daerah secara konkret.

Retret ini juga menekankan pentingnya konsensus kebangsaan. Ace Hasan Syadzily menambahkan bahwa proses internalisasi akan membahas empat konsensus utama: Pancasila sebagai dasar negara, NKRI sebagai satu kesatuan, keutuhan wilayah, dan semangat kebhinekaan. Penekanan pada konsensus ini diharapkan dapat memperkuat persatuan di tengah dinamika politik domestik dan tekanan eksternal.

Selain sesi materi, peserta juga mengikuti kegiatan fisik dan kedisiplinan militer, seperti baris-berbaris, latihan kebugaran, dan simulasi kepemimpinan. Kombinasi antara teori dan praktik ini bertujuan menumbuhkan mentalitas kepemimpinan yang tangguh serta kesiapan menghadapi situasi darurat atau krisis.

Program retret KPPD ini merupakan bagian dari upaya Lemhanas untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan daerah secara berkelanjutan. Dengan melibatkan semua tingkat DPRD, Lemhanas berharap tercipta jaringan kepemimpinan yang selaras dengan visi nasional, meningkatkan efektivitas pelaksanaan kebijakan, dan mempercepat pencapaian target pembangunan jangka panjang.

Secara keseluruhan, retret di Akmil Magelang menandai langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Dengan menekankan nilai-nilai negarawan, integritas, dan konsensus kebangsaan, Lemhanas berharap para Ketua DPRD dapat kembali ke daerah masing-masing dengan gagasan konstruktif, komitmen yang diperkuat, serta semangat kebersamaan untuk mendorong kemajuan daerah dan pembangunan nasional.

Related Post