Mengenal 10 Kuliner Legendaris Semarang dengan Nuansa Jadul yang Masih Autentik

Itlak Assala

April 18, 2026

Mengenal 10 Kuliner Legendaris Semarang dengan Nuansa Jadul yang Masih Autentik
Mengenal 10 Kuliner Legendaris Semarang dengan Nuansa Jadul yang Masih Autentik

MA Darus SalamSemarang tidak hanya dikenal lewat warisan arsitektur dan budaya yang kaya, tetapi juga menjadi surga kuliner dengan sederet tempat makan yang telah beroperasi selama puluhan tahun. Restoran‑restoran legendaris ini tidak sekadar menyajikan cita rasa autentik; mereka juga menyuguhkan atmosfer “jadul” yang menghidupkan kembali kenangan masa lampau. Bagi wisatawan maupun warga lokal, menjelajahi sepuluh tempat makan ikonik ini menjadi pengalaman kuliner yang tak terlupakan.

Berikut ulasan komprehensif tentang masing‑masing destinasi kuliner yang wajib masuk dalam agenda perjalanan kuliner Anda di Semarang.

  1. Toko Oen – Didirikan pada era kolonial Belanda, Toko Oen menonjolkan perpaduan gaya Eropa dan Tionghoa. Interior bergaya klasik dengan kursi kayu berlapis kain serta lampu gantung antik menciptakan nuansa tempo dulu. Menu andalannya meliputi es krim klasik bergulir dalam berbagai rasa tradisional, serta pilihan hidangan Indonesia, Chinese food, hingga menu Eropa seperti schnitzel.
  2. Soto Bangkong – Tempat ini telah menjadi ikon soto di Semarang sejak lama. Kuahnya berwarna kuning keemasan, kaya rempah, dan dilengkapi dengan daging empuk, perkedel, serta kerupuk. Konsistensi rasa dan pelayanan ramah membuatnya tetap menjadi pilihan lintas generasi, baik untuk sarapan maupun makan malam.
  3. Pesta Keboen – Dikenal dengan suasana elegan yang dipadukan dengan dekorasi bergaya art deco, Pesta Keboen cocok untuk bersantap bersama keluarga. Menu yang ditawarkan beragam, mulai dari nasi goreng, mie goreng, hingga hidangan laut segar, semuanya disajikan dengan porsi yang memuaskan.
  4. Lumpia Gang Lombok – Lumpia khas Semarang ini telah menjadi legenda kuliner sejak era 1970-an. Kulit tipis yang renyah melilit isian daging cincang, sayuran, dan udang, memberikan rasa gurih yang khas. Warung ini tetap mempertahankan resep asli, menjadikannya magnet bagi wisatawan dan penduduk setempat.
  5. Tio Ciu 90 – Restoran Chinese food ini menonjolkan cita rasa otentik Tionghoa‑Indonesia. Menu andalannya meliputi capcay, ayam kecap, dan mie ayam, dengan porsi besar dan rasa yang konsisten. Atmosfernya sederhana, namun menambah kenyamanan bagi pengunjung yang mengincar kelezatan tanpa ribet.
  6. Sate Kelinci Pak Rini – Menyajikan menu yang tidak banyak ditemukan di kota lain, sate kelinci di sini menjadi daya tarik unik. Daging kelinci yang dipanggang dengan bumbu kacang pedas manis menghasilkan sensasi rasa yang berbeda, terutama bila dipadukan dengan lontong hangat.
  7. Nasi Gandul Pak Eddy – Hidangan nasi gandul khas Semarang berupa nasi putih yang disiram kuah kaldu gurih manis, dilengkapi daging empuk, telur, dan sambal khas. Kuahnya yang kental dan aroma rempah membuatnya menjadi favorit penggemar masakan tradisional.
  8. Soto Bangkong (Cabang Kedua) – Dengan popularitas yang terus meroket, cabang kedua Soto Bangkong tetap mempertahankan cita rasa klasiknya. Tempat ini sering ramai pada pagi hari, menjadi pilihan utama bagi pekerja kantor yang ingin mengisi energi sebelum memulai aktivitas.
  9. Tanjung Laut – Restoran seafood ini menawarkan panorama perairan laut yang menenangkan. Menu andalannya meliputi kepiting saus padang, udang bakar, serta ikan segar yang disajikan dengan bumbu khas Jawa Tengah. Suasana santai menjadikannya tempat ideal untuk makan bersama keluarga.
  10. Gulai Kambing Bustaman Pak Sabar – Gulai kambing tanpa santan ini terkenal dengan kuahnya yang ringan namun tetap gurih. Daging kambing empuk menyatu dengan bumbu rempah pilihan, menghasilkan rasa yang khas dan berbeda dari gulai pada umumnya.

Setiap restoran di atas tidak hanya menawarkan sajian kuliner yang lezat, tetapi juga menyimpan cerita sejarah yang mengakar kuat dalam identitas kota Semarang. Nuansa interior yang terjaga, resep turun‑menurun, dan dedikasi pemilik untuk mempertahankan kualitas menjadi faktor utama yang membuat tempat‑tempat ini tetap relevan di era modern.

Berjalan menyusuri jalanan bersejarah Semarang sambil mencicipi hidangan di Toko Oen, menikmati semangkuk soto hangat di Bangkong, atau menutup hari dengan seafood di Tanjung Laut, akan membawa Anda pada perjalanan rasa yang sarat nostalgia. Keberadaan kuliner legendaris ini menjadi bukti nyata bahwa warisan gastronomi kota tetap hidup dan terus diwariskan kepada generasi selanjutnya.

Bagi para pencinta kuliner yang ingin merasakan perpaduan autentik antara rasa tradisional dan suasana tempo dulu, sepuluh rekomendasi ini layak menjadi panduan utama saat berkunjung ke Semarang.

Related Post