Mercedes-Benz EQS Facelift 2026: Desain Futuristik, AI Canggih, dan Inovasi Steer‑by‑Wire

Liana Ulrica

April 16, 2026

Mercedes-Benz EQS Facelift 2026: Desain Futuristik, AI Canggih, dan Inovasi Steer‑by‑Wire
Mercedes-Benz EQS Facelift 2026: Desain Futuristik, AI Canggih, dan Inovasi Steer‑by‑Wire

MA Darus Salam – 16 April 2026 | Mercedes‑Benz kembali menggebrak pasar kendaraan listrik premium dengan meluncurkan varian facelift EQS yang dijadwalkan hadir pada paruh kedua 2026. Model terbaru ini tidak hanya menampilkan peningkatan performa, namun juga mengusung perubahan estetika yang lebih futuristik serta integrasi teknologi kecerdasan buatan (AI) yang lebih mendalam.

Bagian depan EQS facelift menampilkan gril berbentuk bintang yang dipadukan dengan sistem pencahayaan canggih, memberikan kesan elegan sekaligus modern. Lampu Digital Light yang terpasang kini mampu memproyeksikan cahaya hingga jarak 600 meter, meningkatkan visibilitas sekaligus menambah efek visual yang menakjubkan pada malam hari. Pada sisi samping, garis bodi yang lebih tajam menegaskan karakter aerodinamis, sementara velg berdesain baru menambah kesan sporti.

Bagian belakang mengalami penyegaran signifikan. Bilah lampu LED yang lebih lebar serta diffuser eksterior yang tegas memberi EQS tampilan yang lebih agresif. Desain bumper yang dioptimalkan tidak hanya memperbaiki aliran udara, namun juga menurunkan drag coefficient, mendukung efisiensi energi yang lebih tinggi.

Di dalam kabin, Mercedes‑Benz mempertahankan MBUX Hyperscreen, namun dengan peningkatan yang signifikan. Tiga layar besar yang terintegrasi dalam satu panel kaca kini didukung oleh platform perangkat lunak terbaru, MB.OS. Sistem operasi ini memungkinkan sinkronisasi yang lebih cepat antara aplikasi, kontrol kendaraan, dan layanan cloud.

Fitur AI berbasis asisten virtual menjadi sorotan utama. Asisten ini dapat memahami perintah percakapan natural, mengadaptasi preferensi pengemudi, serta mengoptimalkan pengaturan interior secara real‑time. Contohnya, ketika pengemudi memberi perintah “Buka jendela dan atur suhu 22 derajat,” asisten akan mengeksekusi perintah tersebut tanpa memerlukan interaksi tambahan.

Inovasi paling menonjol adalah penerapan teknologi steer‑by‑wire dengan setir model yoke. Tanpa sambungan mekanik tradisional, setir yoke mengandalkan sinyal elektronik untuk mengendalikan sudut roda, menawarkan responsivitas yang lebih halus dan mengurangi bobot kemudi. Sistem ini juga memungkinkan integrasi fitur bantuan mengemudi tingkat lanjut, termasuk lane‑keeping assist yang lebih presisi serta adaptive cruise control yang dapat menyesuaikan kecepatan secara dinamis berdasarkan kondisi lalu lintas.

Berbagai fitur keselamatan dan kenyamanan juga mengalami peningkatan. Sistem parkir otomatis kini dilengkapi sensor ultrasonik berkapasitas tinggi dan kamera 360 derajat yang dapat mendeteksi objek sekecil batu kecil. Fitur “Park Assist Plus” memungkinkan kendaraan masuk ke tempat parkir paralel atau sudut dengan sedikit atau bahkan tanpa intervensi pengemudi.

Untuk penumpang belakang, EQS facelift menawarkan layar hiburan berukuran 13,1 inci yang terintegrasi pada konsol tengah. Layar ini mendukung streaming video, gaming, serta kontrol iklim individual, menjadikan perjalanan jauh lebih menyenangkan bagi seluruh keluarga.

Selain itu, sistem baterai yang ditingkatkan memperpanjang jangkauan tempuh hingga 700 kilometer pada standar WLTP, sementara waktu pengisian cepat (fast‑charging) memungkinkan 80 % kapasitas tercapai dalam kurang lebih 20 menit pada stasiun DC 350 kW.

Mercedes‑Benz menargetkan peluncuran EQS facelift di pasar Eropa dan Amerika Serikat pada akhir 2026, dengan rencana distribusi ke dealer resmi di wilayah Asia termasuk Indonesia pada awal 2027. Langkah ini sejalan dengan strategi perusahaan untuk memperluas portofolio kendaraan listrik premium serta memperkenalkan teknologi AI yang dapat mengubah cara konsumen berinteraksi dengan mobil.

Secara keseluruhan, facelift EQS menandakan era baru bagi mobil listrik mewah, menggabungkan desain futuristik, kecanggihan AI, serta inovasi mekanik seperti steer‑by‑wire. Jika berhasil, model ini dapat menjadi tolok ukur bagi kompetitor dalam mengintegrasikan teknologi tinggi ke dalam kendaraan listrik berkelas.

Related Post