Paskah De Britto: Keluarga Besar SMA Kolese De Britto Yogyakarta Rayakan Kebersamaan Penuh Sukacita

Afta Rozan Rozan

April 20, 2026

MA Darus Salam – Sabtu, 18 April 2026, suasana riuh dan penuh sukacita menyelimuti SMA Kolese De Britto Yogyakarta saat keluarga besar pegawai beserta anak-anaknya merayakan Paskah De Britto. Tema “Kristus Bangkit Membarui Kemanusiaan Kita” menjadi benang merah yang menghubungkan setiap kegiatan, menegaskan makna kebangkitan Kristus sekaligus memperkuat rasa kebersamaan di antara para pendidik, tenaga kependidikan, dan keluarga mereka.

Acara dimulai dengan Misa Ekaristi yang dipimpin oleh empat imam Serikat Yesus: Agustinus Sugiyo Pitoyo, Aluisius Dian Permana, Agustinus Wahyu Dwi Anggoro, dan Harry Setianto Sunaryo. Kehadiran para romo menambah kehangatan spiritual, mengundang semua peserta untuk merenung dalam keheningan. Pada homili, Romo Harry Setianto Sunaryo menyampaikan sebuah perumpamaan yang diadaptasi dari “The Snow Queen” karya Hans Christian Andersen. Ia menggambarkan cermin yang memecah-mecahkan kebaikan menjadi sekecil serpihan, namun serpihan tersebut justru menjadi sumber cahaya yang menembus kegelapan.

Perumpamaan tersebut dihubungkan dengan kehidupan para pegawai De Britto yang sehari‑hari menghadapi tantangan mengajar dan mengasuh keluarga. Romo menekankan, “Seperti pecahan cermin yang memantulkan terang, setiap individu dipanggil menjadi pembawa harapan di lingkungan kerja maupun rumah,” mengajak semua yang hadir untuk melihat nilai dalam setiap kegagalan dan kerapuhan.

Setelah liturgi, suasana beralih menjadi lebih santai. Berbagai permainan interaktif diselenggarakan untuk anak‑anak dan orang tua, meliputi lomba tarik tambang, kuis pengetahuan agama, serta permainan tradisional seperti congklak. Semua aktivitas dirancang untuk menumbuhkan kerja sama lintas generasi, sekaligus menambah keceriaan. Berikut contoh rangkaian kegiatan:

  • Lomba tarik tambang antar‑kelas
  • Kuis “Sejarah Paskah” untuk anak usia 6‑12 tahun
  • Workshop kreatif membuat kartu ucapan Paskah

Kebersamaan semakin terasa ketika teman‑teman asal Jerman yang berkunjung ke De Britto mengisi panggung dengan nyanyian campur sari dam serta lagu‑lagu ciptaan mereka yang bercerita tentang pengalaman di sekolah. Penampilan mereka bukan sekadar hiburan, melainkan simbol persahabatan lintas budaya yang mengokohkan nilai toleransi.

Komunitas ukulele SMA Kolese De Britto turut mengisi suasana dengan alunan musik ringan, mengajak seluruh keluarga berpartisipasi dalam bernyanyi bersama. Suara ukulele mengalun lembut, menambah nuansa hangat pada perayaan yang telah dipenuhi doa dan harapan.

Sebagai bentuk apresiasi, panitia membagikan bingkisan Paskah kepada setiap keluarga, sekaligus mengadakan doorprize menarik. Delapan sepeda menjadi incaran utama anak‑anak, sementara hadiah lain seperti voucher belanja, buku cerita, dan peralatan sekolah menambah semarak kompetisi. Undian demi undian mengundang tawa riang, menegaskan kembali semangat kebersamaan.

Acara ditutup dengan makan siang bersama, di mana para peserta berbagi cerita, memperkuat jaringan sosial, dan mengucapkan syukur atas keberhasilan perayaan. Pengundian doorprize utama menjadi klimaks terakhir, menambah kebahagiaan dan menandai berakhirnya rangkaian kegiatan.

Secara keseluruhan, perayaan Paskah De Britto tidak sekadar agenda rutin sekolah. Lebih dari itu, acara ini menjadi wadah pengalaman iman, budaya, dan persaudaraan yang memperkaya jiwa seluruh peserta. Dalam terang kebangkitan Kristus, keluarga besar SMA Kolese De Britto Yogyakarta diingatkan untuk terus menjadi cahaya, meski dalam bentuk pecahan‑pecahan kecil, demi kebaikan bersama.

Related Post