Dinas PUTR Banjar Selidiki Amblas Jalur Alternatif Sukamukti‑Hegarsari, Rencana Perbaikan Dipercepat

Humeera arishanti

April 20, 2026

MA Darus SalamJalan alternatif yang menghubungkan desa Sukamukti dengan dusun Hegarsari di Kecamatan Pataruman, Kota Banjar mengalami amblas setinggi sekitar 15 cm. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran bagi warga sekitar yang mengandalkan rute tersebut sebagai akses utama ke pusat kota. Menanggapi hal tersebut, Dinas Penataan Usaha dan Ruang (PUTR) Kota Banjar segera melakukan peninjauan lapangan dan mengumpulkan data teknis untuk mengidentifikasi penyebab serta menyusun rencana perbaikan yang komprehensif.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUTR, Bapak Dadi Iskandar, menyatakan bahwa timnya telah berada di lokasi sejak pagi hari. “Kami sudah melakukan survei visual, mengukur kedalaman amblas, serta mengumpulkan sampel tanah untuk analisis laboratorium,” ujarnya. Menurutnya, penyebab utama amblas diperkirakan berhubungan dengan kondisi tanah lempung yang mudah tergerus oleh curah hujan tinggi serta kurangnya drainase yang memadai di sepanjang jalur tersebut.

Selain faktor geologi, Dadi Iskandar menambahkan bahwa aktivitas penambangan pasir di sekitar area juga berkontribusi pada ketidakstabilan lereng. “Beberapa titik penambangan belum mendapatkan izin resmi, sehingga proses penambangan tidak memperhatikan standar keamanan geoteknik,” katanya. Hal ini memperparah risiko longsor pada musim hujan yang akan datang.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Dinas PUTR telah menyusun tiga tahapan utama perbaikan. Tahap pertama meliputi pemasangan batu penahan (revetment) di sisi lereng yang paling rentan, serta pembangunan saluran pembuangan air (drainase) yang terintegrasi dengan jaringan jalan. Tahap kedua akan mencakup pengerasan permukaan jalan menggunakan bahan aspal berkualitas tinggi dan penambahan lapisan geotekstil untuk meningkatkan daya dukung tanah.

Selanjutnya, pada tahap ketiga, Dinas PUTR berencana melakukan revegetasi pada lereng yang telah dipadatkan. Penanaman pohon-pohon cepat tumbuh seperti sengon dan akasia diharapkan dapat menambah daya serap air serta menstabilkan struktur tanah dalam jangka panjang. “Kami juga akan melibatkan masyarakat setempat dalam program penghijauan ini, sehingga ada rasa memiliki dan pemeliharaan yang berkelanjutan,” jelas Dadi Iskandar.

Dalam upaya mempercepat proses perbaikan, Dinas PUTR telah mengajukan permohonan anggaran tambahan ke Pemerintah Kabupaten Bandung Barat. Estimasi biaya keseluruhan perbaikan diperkirakan mencapai Rp 12,5 miliar, mencakup pengadaan material, tenaga kerja, serta pemantauan pasca‑konstruksi. Anggaran tersebut diharapkan dapat diaktifkan pada kuartal berikutnya, dengan target selesai pada akhir tahun 2026.

Selain aspek teknis, Dinas PUTR juga menekankan pentingnya edukasi kepada warga mengenai bahaya amblas dan langkah-langkah mitigasi. Tim lapangan telah mendistribusikan brosur serta mengadakan pertemuan warga di balai desa Sukamukti dan Hegarsari. “Kami mengajak warga untuk tidak menebang pohon di daerah lereng serta melaporkan aktivitas penambangan ilegal,” kata Dadi Iskandar.

Pemerintah Kota Banjar juga berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk menyusun rencana evakuasi darurat jika terjadi pergerakan tanah yang lebih signifikan. Sistem peringatan dini berbasis sensor curah hujan dan pergerakan tanah akan dipasang pada titik-titik kritis sepanjang jalur alternatif.

Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan jalur alternatif Sukamukti‑Hegarsari dapat kembali berfungsi dengan aman dan handal, mendukung mobilitas penduduk serta kelancaran distribusi barang di wilayah Pataruman. Dinas PUTR menegaskan komitmennya untuk terus memantau kondisi jalan dan melakukan perbaikan secara berkala, guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.

Related Post