MA Darus Salam – Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Ciamis, Ape Ruswandana, secara resmi melepas salah satu penyuluh pertanian senior terbaik, Asep Edi Kosasih, yang telah mengakhiri masa tugasnya. Upacara perpisahan dilangsungkan pada Kamis, 16 April 2026, di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Ciamis, menyisakan kesan mendalam bagi rekan‑rekan kerja dan petani yang selama ini mendapat bimbingan langsung dari penyuluh tersebut.
Acara dimulai dengan sambutan hangat dari Kepala DPKP yang menekankan pentingnya loyalitas lapangan sebagai pondasi utama keberhasilan program pertanian di Kabupaten Ciamis. “Loyalitas bukan sekadar kata, melainkan komitmen nyata yang harus dijaga oleh setiap aparatur lapangan, terutama oleh para penyuluh yang berada di garda terdepan,” ujar Ruswandana di depan para hadirin.
Asep Edi Kosasih, yang dikenal luas sebagai penyuluh senior dengan rekam jejak mengesankan, telah mengabdikan diri lebih dari tiga dekade untuk meningkatkan produktivitas pertanian lokal. Selama masa tugasnya, ia berhasil mengimplementasikan beragam program inovatif, mulai dari pelatihan budidaya padi organik hingga penyuluhan penggunaan pupuk organik yang ramah lingkungan. Keberhasilan tersebut tidak lepas dari pendekatan personalnya yang selalu menekankan pentingnya keterlibatan aktif petani dalam setiap tahapan proses.
Berikut beberapa pencapaian penting yang diraih oleh Asep Edi selama masa tugasnya:
- Peningkatan hasil panen padi sebesar 25% di 12 desa utama Ciamis melalui program “Tanam Padi Organik”.
- Penerapan sistem pertanian terpadu yang menurunkan penggunaan pestisida kimia hingga 40%.
- Pelatihan intensif bagi lebih dari 500 petani kecil tentang teknik irigasi mikro, yang berkontribusi pada efisiensi penggunaan air.
- Penghargaan Satya Lencana Karya Satya pada tahun 2023 atas dedikasi luar biasa dalam bidang penyuluhan.
Selama upacara, Ruswandana menyoroti bahwa keberhasilan program-program tersebut tidak terlepas dari semangat loyalitas lapangan yang ditunjukkan oleh Asep Edi. Ia menambahkan, “Kita harus meneladani semangatnya, karena loyalitas pada tugas lapangan akan menular kepada petani dan menghasilkan pertanian yang berkelanjutan.”
Setelah menerima penghargaan simbolis berupa plakat penghormatan, Asep Edi menyampaikan pesan terakhirnya kepada generasi penyuluh muda. “Jangan pernah lepas dari tanah, tetap berada di sisi petani, dengarkan kebutuhan mereka, dan berikan solusi yang tepat. Loyalitas adalah kunci untuk menumbuhkan kepercayaan dan memperkuat ketahanan pangan daerah,” ujarnya dengan nada penuh harap.
Para penyuluh yang hadir pun memberikan respons positif, menyatakan komitmen untuk meneruskan nilai‑nilai yang telah ditanamkan oleh senior mereka. Salah satu penyuluh muda, Rudi Hartono, mengatakan, “Kami akan melanjutkan jejak Asep Edi dengan semangat yang lebih besar, memastikan setiap inovasi yang kami bawa dapat dirasakan manfaatnya oleh petani di lapangan.”
Acara penutupan diakhiri dengan doa bersama, memohon kelancaran dan kesuksesan bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pengembangan pertanian Kabupaten Ciamis. Dengan semangat yang masih menyala, para peserta berharap bahwa loyalitas lapangan akan terus menjadi landasan utama dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan kebutuhan pangan yang terus meningkat.
Secara keseluruhan, perpisahan ini tidak hanya menandai berakhirnya karier Asep Edi Kosasih sebagai penyuluh senior, tetapi juga menjadi momentum penting bagi DPKP Ciamis untuk memperkuat budaya kerja yang berfokus pada kehadiran di lapangan. Kepala DPKP menegaskan kembali rencana strategis jangka panjang, termasuk peningkatan kapasitas penyuluh melalui pelatihan lanjutan, serta pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas jangkauan informasi pertanian kepada petani di daerah terpencil.
Dengan menegaskan kembali pentingnya loyalitas lapangan, DPKP Ciamis berharap dapat menciptakan ekosistem pertanian yang lebih adaptif, produktif, dan berkelanjutan, sejalan dengan visi provinsi Jawa Barat dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.
