MA Darus Salam – 16 April 2026 | Pemkab Ciamis kembali menunjukkan komitmennya dalam mengoptimalkan potensi aset daerah lewat program rebranding Mess Pemerintah Daerah (Mess Pemda). Inisiatif ini dipelopori oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Ciamis yang menggelar rapat koordinasi intensif untuk menyusun strategi penyegaran citra fasilitas akomodasi resmi pemerintah. Langkah tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan daya tarik visual, tetapi juga menambah nilai ekonomis serta memperkuat identitas kultural Ciamis.
Rapat koordinasi yang berlangsung pada awal pekan ini melibatkan berbagai elemen penting, termasuk Ketua Badan Pengelolaan Dana Desa (BP2D), Kepala Dinas Pariwisata, Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpora), serta perwakilan unit-unit terkait lainnya. Diskusi terfokus pada identifikasi permasalahan yang ada pada Mess Pemda saat ini, serta penyusunan rencana aksi yang meliputi perencanaan desain, renovasi interior, hingga strategi pemasaran berbasis digital.
Kepala Dinas Pariwisata menambahkan bahwa renovasi Mess Pemda dapat berkontribusi pada pengembangan pariwisata. “Jika fasilitas akomodasi pemerintah memiliki standar yang tinggi, hal ini akan memberi dampak positif pada persepsi wisatawan, khususnya ketika mereka mengunjungi Ciamis untuk acara resmi atau kegiatan bisnis,” kata Kepala Dinas. Ia menekankan pentingnya mengintegrasikan elemen budaya Sunda dalam desain interior, seperti penggunaan ukiran kayu tradisional dan motif batik khas Ciamis.
Selanjutnya, Sekretaris Disbudpora menyoroti perlunya kolaborasi lintas sektoral dalam pelaksanaan rebranding. “Kami siap memberikan dukungan dalam hal konsepsi budaya, penyediaan tenaga ahli, serta pengawasan kualitas pengerjaan. Kerja sama antara Bapenda, BP2D, dan Dinas Pariwisata menjadi kunci keberhasilan program ini,” ujar Sekretaris Disbudpora.
Beberapa poin utama yang disepakati dalam rapat meliputi:
- Penetapan tim kerja khusus yang terdiri dari perwakilan Bapenda, BP2D, Dinas Pariwisata, dan Disbudpora.
- Penyusunan konsep desain yang menggabungkan unsur modern dan kearifan lokal.
- Penyusunan anggaran terperinci, termasuk sumber dana dari APBD, Bapenda, dan potensi sponsor swasta.
- Pembuatan timeline pelaksanaan dengan target penyelesaian tahap pertama dalam enam bulan ke depan.
- Pengembangan strategi promosi melalui media sosial, situs resmi pemerintah, dan materi cetak yang menonjolkan identitas visual baru.
Tim kerja yang dibentuk akan melakukan survei lapangan untuk mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan struktural serta menginventarisasi aset yang dapat dipertahankan. Selain itu, mereka juga akan mengundang konsultan desain interior yang berpengalaman dalam mengintegrasikan elemen budaya daerah ke dalam ruang publik.
Dalam hal pembiayaan, Bapenda Ciamis berkomitmen untuk menyalurkan sebagian pendapatan daerah yang bersumber dari pajak hotel dan restoran ke proyek ini. Sementara itu, BP2D akan mengoptimalkan dana desa yang dapat dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur pendukung, termasuk perbaikan jaringan listrik dan sanitasi di sekitar Mess Pemda.
Tak hanya fokus pada estetika, rebranding Mess Pemda juga mencakup peningkatan layanan. Rencana operasional mencakup pelatihan staf dalam hal hospitality, standar kebersihan, serta penggunaan teknologi manajemen reservasi berbasis cloud. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan tingkat okupansi dan memberikan pengalaman menginap yang lebih nyaman bagi tamu resmi.
Penguatan identitas daerah melalui rebranding Mess Pemda sejalan dengan program pemerintah pusat yang mendorong pemajuan wilayah melalui branding daerah. Dengan menonjolkan ciri khas Ciamis, seperti kerajinan anyaman, kuliner tradisional, dan warisan sejarah, diharapkan citra positif akan terbentuk tidak hanya di tingkat regional tetapi juga nasional.
Para pejabat menegaskan bahwa keberhasilan proyek ini memerlukan dukungan aktif dari masyarakat. “Kita mengundang partisipasi warga, baik dalam bentuk masukan desain maupun dalam program pelestarian budaya. Keterlibatan mereka akan menambah nilai autentik pada tampilan baru Mess Pemda,” tutup Ketua Bapenda.
Dengan langkah konkret yang telah direncanakan, rebranding Mess Pemda Ciamis diproyeksikan dapat selesai pada akhir tahun 2026. Setelah selesai, fasilitas tersebut akan berfungsi sebagai pusat pertemuan resmi, tempat menginap tamu penting, serta simbol kebanggaan visual bagi seluruh warga Ciamis. Upaya ini tidak hanya memperkuat identitas daerah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru melalui peningkatan layanan akomodasi dan promosi budaya yang lebih terstruktur.











