MA Darus Salam – Alun‑Alun Kembang Joyo, Pati – Pada Sabtu, 18 April 2026, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, secara resmi menutup rangkaian Pesta Siaga Kwartir Cabang Pati Tahun 2026. Acara yang dihadiri oleh perwakilan lebih dari dua puluh sekolah dasar di wilayah kabupaten ini menjadi momentum penting untuk menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menumbuhkan nilai‑nilai moral dan kebangsaan pada generasi muda.
Risma Ardhi Chandra membuka upacara penutupan dengan menyampaikan apresiasi kepada panitia, guru, serta seluruh siswa yang telah berpartisipasi aktif dalam serangkaian kegiatan edukatif, latihan kebersamaan, dan lomba‑lomba kreatif selama tiga hari. Ia menekankan bahwa tujuan utama Pesta Siaga tidak sekadar meningkatkan kesiapsiagaan bencana, melainkan juga memperkuat karakter, kepedulian sosial, dan rasa tanggung jawab di kalangan anak‑anak bangsa.
“Pembinaan karakter generasi muda adalah fondasi utama bagi pembangunan berkelanjutan di Pati,” ujar Risma Ardhi Chandra dalam sambutan singkatnya. “Kita tidak dapat memisahkan antara kesiapsiagaan teknis dan nilai moral. Anak‑anak kita harus belajar menjadi pribadi yang jujur, disiplin, serta peduli terhadap sesama,” tambahnya.
Selama acara, peserta Pesta Siaga menjalani serangkaian simulasi evakuasi, latihan pertolongan pertama, serta workshop tentang kebersihan lingkungan. Di samping itu, panitia juga menyisipkan sesi refleksi diri yang dipandu oleh psikolog pendidikan, dengan tujuan menumbuhkan rasa empati dan kepercayaan diri pada siswa.
Direktur Kwartir Cabang Pati, H. Suharto, menyampaikan bahwa Pesta Siaga kali ini mencatat peningkatan partisipasi sebesar 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya. “Kita melihat antusiasme yang luar biasa dari pihak sekolah, terutama dalam mengintegrasikan nilai‑nilai karakter ke dalam kurikulum ekstrakurikuler,” ungkapnya.
Beberapa kepala sekolah yang hadir, antara lain Ibu Siti Nurhaliza dari SD Negeri 1 Pati, mengungkapkan kebanggaan mereka atas keberhasilan program tersebut. “Anak‑anak kami tidak hanya belajar cara mengatasi bencana, tetapi juga belajar pentingnya kerja tim, rasa hormat, dan kejujuran,” kata Ibu Siti.
Penutupan Pesta Siaga juga diwarnai dengan penyerahan piala penghargaan kepada tiga sekolah terbaik yang menunjukkan performa unggul dalam bidang kesiapsiagaan serta implementasi nilai karakter. Sekolah yang meraih penghargaan pertama adalah SDN 3 Margorejo, yang berhasil menggabungkan kegiatan lomba kebersihan dengan proyek penanaman pohon di lingkungan sekitar.
Risma Ardhi Chandra menegaskan bahwa penghargaan semacam ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk memotivasi institusi pendidikan agar terus menanamkan nilai‑nilai kebangsaan. Ia menambahkan bahwa pemerintah akan memperluas program serupa ke tingkat menengah pertama dan menengah atas pada tahun mendatang.
Selain fokus pada karakter, Plt Bupati juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektoral. Ia mengajak Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati untuk bersama‑sama mengembangkan kurikulum yang menyeimbangkan aspek teknis dan moral. “Kita harus memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil mengacu pada kebutuhan holistik anak‑anak kita,” tegasnya.
Acara penutupan diakhiri dengan pembacaan puisi yang dipersembahkan oleh siswa SDN 5 Gajah, yang mengangkat tema persatuan dan gotong‑royong. Suasana haru menyelimuti alun‑alun ketika para peserta menyalakan lentera harapan, simbolisasi komitmen mereka untuk terus menjaga keamanan dan moralitas bangsa.
Dengan berakhirnya Pesta Siaga 2026, harapan pemerintah Kabupaten Pati adalah bahwa nilai‑nilai yang ditanamkan selama tiga hari akan terus berkembang di sekolah‑sekolah, rumah, dan komunitas. Risma Ardhi Chandra menutup acara dengan harapan bahwa generasi muda Pati kelak menjadi agen perubahan yang berintegritas, siap menghadapi tantangan zaman, serta berkontribusi pada kemajuan daerah dan bangsa.











