MA Darus Salam – 17 April 2026 | Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pati terus berada pada level yang rendah, memicu keprihatinan di kalangan legislatif daerah. Salah satu suara yang menonjol adalah Adhi Pamungkas, anggota Komisi D DPRD Pati, yang menyoroti urgensi pemanfaatan potensi wisata sebagai solusi peningkatan PAD. Pada sebuah wawancara yang dilakukan di komplek Setda Pati, Pamungkas menegaskan bahwa sektor pariwisata belum dikelola secara optimal, sehingga kontribusinya terhadap keuangan daerah masih minim.
Komisi D, yang dibidangi oleh Pamungkas, menaruh harapan pada Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) untuk menjalin hubungan yang lebih erat dengan pengelola destinasi wisata. “Kami mendorong Disporapar agar terus berkoordinasi dengan pengelola tempat wisata di Pati. Hal ini bertujuan menciptakan solusi dalam rangka meningkatkan pendapatan di sektor pariwisata,” jelasnya. Upaya kolaboratif ini diharapkan dapat menurunkan kesenjangan antara potensi alam yang melimpah dan realisasi pendapatan yang masih jauh di bawah target.
Target PAD dari sektor wisata selama satu tahun ditetapkan sebesar Rp300 juta. Namun, Pamungkas mengakui bahwa realisasi saat ini jauh di bawah angka tersebut. “Untuk wisata ini yang masuk ke PAD ke Pemda itu minim. Jadi per tahun kurang lebih Rp300 juta,” katanya. Angka ini menunjukkan bahwa meskipun ada potensi, kontribusi finansial yang masuk ke kas daerah masih terbatas.
Berbagai objek wisata di Kabupaten Pati memiliki daya tarik yang cukup signifikan. Di antaranya Waduk Gunung Rowo, Gua Pancur, dan Waduk Seloromo yang telah dikenal secara lokal maupun nasional. Pamungkas menilai, bila pengelolaan ketiga destinasi tersebut dapat dioptimalkan, target PAD yang telah ditetapkan bahkan berpotensi terlampaui. “Potensinya seharusnya bagus dari PAD itu dari yang ada di Gunung Rowo, Gua Pancur terus Waduk Gembong itu kan sudah menjadi wisata nasional,” ujarnya dengan keyakinan.
Untuk menegaskan pentingnya sinergi, Pamungkas mengusulkan beberapa langkah konkret:
- Pembentukan forum koordinasi rutin antara pemerintah desa, Disporapar, dan pengelola wisata.
- Penyusunan standar operasional prosedur (SOP) yang jelas untuk perizinan dan pemeliharaan fasilitas.
- Peningkatan promosi digital melalui media sosial dan portal pariwisata resmi Kabupaten Pati.
- Penyediaan pelatihan bagi pelaku usaha wisata lokal dalam manajemen keuangan dan layanan pelanggan.
Langkah-langkah tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga meningkatkan pendapatan pajak dan retribusi yang secara langsung masuk ke PAD. Selain itu, peningkatan kualitas layanan dapat memperpanjang lama tinggal wisatawan, yang selanjutnya meningkatkan pengeluaran mereka di sektor akomodasi, kuliner, dan transportasi.
Pengelolaan yang lebih profesional juga dapat membuka peluang bagi investor swasta untuk berpartisipasi dalam pengembangan infrastruktur penunjang, seperti akses jalan, fasilitas parkir, dan area rekreasi tambahan. Dengan dukungan investasi, potensi ekonomi kreatif di sekitar area wisata dapat tumbuh, menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat.
Secara keseluruhan, sorotan Pamungkas terhadap PAD kecil dan potensi wisata di Pati menggambarkan sebuah panggilan aksi bagi semua pemangku kepentingan. Diperlukan komitmen bersama antara pemerintah, masyarakat desa, dan sektor swasta untuk mengubah potensi alam menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan. Jika langkah-langkah sinergi ini dapat diimplementasikan secara konsisten, Kabupaten Pati berpotensi tidak hanya mencapai target PAD yang telah ditetapkan, tetapi juga menempatkan dirinya sebagai destinasi wisata unggulan di tingkat provinsi dan nasional.
Dengan mengoptimalkan aset alam yang ada, meningkatkan koordinasi lintas sektor, dan memberdayakan potensi ekonomi lokal, harapan untuk mengangkat PAD Kabupaten Pati dari angka yang masih kecil menjadi lebih signifikan menjadi lebih realistis. Keberhasilan ini akan memberikan dampak positif tidak hanya pada keuangan daerah, tetapi juga pada kualitas hidup masyarakat yang bergantung pada sektor pariwisata.











