MA Darus Salam – Denpasar, 14 April 2026 – Tim Penggerak PKK Kota Denpasar menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) tahunan di Ruang Taksu, Gedung Dharma Negara Alaya (DNA). Acara yang dipimpin langsung oleh Ketua TP‑PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, dihadiri oleh jajaran pengurus, pimpinan OPD, serta kader TP‑PKK dari seluruh kecamatan hingga desa/kelurahan se‑Kota Denpasar.
Dalam sambutannya, Sagung Antari menegaskan bahwa rapat ini bukan sekadar agenda rutin. Ia menekankan pentingnya menyatukan visi program agar dapat menghasilkan dampak yang berkelanjutan serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia. “Program kerja yang disusun harus memberikan dampak berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Fokus utama Rakor kali ini adalah program unggulan pengelolaan sampah berbasis sumber. Isu sampah dipandang sebagai tantangan kritis bagi pembangunan kota, sekaligus peluang untuk memperkuat kesadaran lingkungan warga. Sagung Antari mengajak seluruh kader PKK untuk aktif mengedukasi masyarakat dalam melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga.
“Pengurus PKK harus terus mensosialisasikan pentingnya pemilahan sampah dari sumber,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa langkah ini sejalan dengan program pelestarian lingkungan hidup yang menjadi bagian strategis organisasi PKK.
Selain penekanan pada lingkungan, rapat juga menyoroti pentingnya sinergi lintas sektor dalam mengimplementasikan 10 Program Pokok PKK. Sebagai mitra pemerintah, TP‑PKK diharapkan menjadi motor penggerak dalam membangun masyarakat yang mandiri, sejahtera, dan berdaya saing.
“Kami mengimbau seluruh pengurus PKK untuk terus membangun kolaborasi dan sinergitas dengan berbagai stakeholder,” ujar Sagung Antari, menekankan bahwa kerjasama antara lembaga pemerintahan, LSM, serta sektor swasta sangat krusial untuk mewujudkan program yang terintegrasi.
Pemaparan materi dalam Rakor diperkaya oleh narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar. Kabid Tata Lingkungan dan Pertamanan DLHK, Ida Ayu Widhiyanasari, menekankan peran kader PKK sebagai ujung tombak dalam menyukseskan kebijakan pemerintah terkait sampah.
“Kami harap kader PKK dapat menjadi garda terdepan dalam pengelolaan sampah berbasis sumber,” kata Ida Ayu, sekaligus menyampaikan data terkini tentang volume sampah kota dan tantangan dalam pengolahan akhir.
Berikut beberapa langkah praktis yang disampaikan dalam rapat untuk meningkatkan efektivitas program pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga:
- Memisahkan sampah organik dan anorganik di setiap rumah.
- Menggunakan komposter rumah untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk.
- Mengoptimalkan penggunaan kantong daur ulang dan mengurangi plastik sekali pakai.
- Memberikan edukasi rutin melalui posyandu, pertemuan RT/RW, dan media sosial lokal.
- Berkoordinasi dengan petugas kebersihan untuk penjemputan sampah terpilah.
Peserta Rakor juga diberikan materi tentang cara menyusun rencana aksi lokal, meliputi penetapan target pengurangan sampah, pembentukan tim monitoring, serta pelaporan hasil kepada DLHK. Metode pelaporan dirancang agar transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Seluruh peserta menyatakan komitmen untuk menerapkan strategi yang telah dibahas, serta berjanji akan melaporkan progres secara berkala. Mereka berharap sinergi yang terjalin dapat mempercepat tercapainya visi Kota Denpasar yang bersih, hijau, dan ramah lingkungan.
Rakor ditutup dengan penekanan bahwa keberhasilan program tidak hanya bergantung pada kebijakan, melainkan pada partisipasi aktif masyarakat yang didorong oleh kader PKK. Dengan semangat kolaboratif, diharapkan pengelolaan sampah berbasis sumber menjadi contoh nyata pembangunan berkelanjutan di Denpasar.
