Jalan Gombel Lama Semarang Ditutup, Rekayasa Lalu Lintas Mulai 20 April 2026 untuk Tingkatkan Kelancaran

Liana Ulrica

April 21, 2026

MA Darus Salam – Pemerintah Kota Semarang resmi menutup Jalan Gombel Lama pada Senin, 20 April 2026 pukul 09.00 WIB. Penutupan ini menjadi bagian dari program rekayasa lalu lintas yang direncanakan berlangsung hingga maksimal tujuh bulan. Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Danang Kurniawan, menjelaskan bahwa tujuan utama kebijakan ini adalah meminimalisir kemacetan, meningkatkan keamanan, serta memberikan ruang bagi perbaikan infrastruktur jalan.

Dalam skema baru, Jalan Gombel Baru akan berfungsi sebagai dua arah, namun prioritas lajur akan diberikan kepada kendaraan yang melaju ke arah atas atau tanjakan. Sementara itu, pergerakan lokal tetap difasilitasi dengan penempatan personel di titik penutupan Jalan Gombel Lama. Hal ini dimaksudkan agar penduduk sekitar tidak mengalami gangguan signifikan dalam aktivitas sehari-hari.

Untuk kendaraan berat seperti truk dan bus, Danang menegaskan bahwa semua harus dialihkan melalui jaringan tol yang telah disiapkan. Rute alternatif mencakup Tol Srondol‑Jatingaleh, yang menjadi poros utama bagi kendaraan berkapasitas besar. Kendaraan roda empat atau lebih yang berasal dari arah Banyumanik diarahkan melalui Tol Srondol, lalu melanjutkan perjalanan dari Bukit Sari melalui Tol Undip Tembalang, serta dari Semarang bawah melalui Tol Jatingaleh I.

Kendaraan roda dua yang datang dari arah Undip dan Tembalang juga mendapat panduan khusus. Pengendara akan melewati Jalan Baru Undip Jangli, berlanjut ke Jalan Kasipah, hingga akhirnya tiba di Jalan Dr. Wahidin. Rute ini diharapkan dapat menurunkan beban pada Jalan Gombel Lama dan memperlancar arus lalu lintas di daerah sekitarnya.

Berikut rangkuman rute alternatif yang disarankan selama periode rekayasa lalu lintas:

  • Truk dan bus: Tol Srondol‑Jatingaleh.
  • Kendaraan dari Banyumanik: Tol Srondol → Bukit Sari → Tol Undip Tembalang.
  • Kendaraan dari Semarang bawah: Tol Jatingaleh I.
  • Roda dua dari Undip/Tembalang: Jalan Baru Undip Jangli → Jalan Kasipah → Jalan Dr. Wahidin.

Pihak Dinas Perhubungan telah berkoordinasi dengan Satker PJN Wilayah III untuk menyiapkan perlengkapan penunjang proses rekayasa lalu lintas. Perlengkapan tersebut meliputi stick cone portable yang dilengkapi rantai plastik, serta posko terpadu yang dihuni petugas Dinas Perhubungan, Satlantas, dan instansi terkait. Selain itu, satu unit mobil derek ditempatkan di lokasi posko sebagai antisipasi terhadap kendaraan mogok atau potensi kemacetan mendadak.

Langkah tambahan berupa penempatan personel di ujung penutupan Jalan Gombel Lama bertujuan memberikan arahan langsung kepada pengendara, mengatur arus masuk‑keluar, serta menangani situasi darurat dengan cepat. Petugas juga dilatih untuk mengoperasikan peralatan keselamatan seperti lampu peringatan, rambu darurat, dan sistem komunikasi real‑time yang terhubung ke pusat pengendalian lalu lintas kota.

Masyarakat diimbau untuk memahami skema baru ini dan menggunakan jalur alternatif yang telah ditetapkan. Pemerintah kota juga mengingatkan agar pengendara menyiapkan waktu tempuh yang lebih lama selama masa pengerjaan, serta mematuhi instruksi petugas di lapangan. Dengan kerja sama semua pihak, diharapkan kepadatan lalu lintas dapat diminimalisir dan proyek perbaikan jalan dapat selesai tepat waktu.

Penutupan Jalan Gombel Lama tidak hanya berdampak pada mobilitas, namun juga memberikan peluang bagi revitalisasi kawasan sekitar. Rencana jangka panjang mencakup pembangunan trotoar yang lebih lebar, area hijau, serta fasilitas transportasi umum yang terintegrasi. Hal ini sejalan dengan visi Pemkot Semarang untuk menciptakan kota yang lebih ramah pejalan kaki dan berkelanjutan.

Secara keseluruhan, rekayasa lalu lintas di Jalan Gombel diharapkan menjadi contoh kebijakan proaktif dalam mengatasi masalah kemacetan perkotaan. Dengan koordinasi lintas sektoral, penggunaan teknologi modern, dan partisipasi aktif masyarakat, proyek ini dapat menjadi model bagi kota‑kota lain yang menghadapi tantangan serupa.

Kesimpulannya, penutupan Jalan Gombel Lama dan penerapan rekayasa lalu lintas mulai 20 April 2026 merupakan langkah strategis Pemerintah Kota Semarang. Selama tujuh bulan ke depan, semua pihak diharapkan berkolaborasi untuk memastikan kelancaran arus kendaraan, keamanan pengguna jalan, serta keberhasilan renovasi infrastruktur yang akan meningkatkan kualitas hidup warga.

Related Post